
Dimas melajukan motor sport nya dengan kecepatan tinggi, angin dingin tak dia rasakan. Saat ini dia hanya ingin segera sampai ke rumah sakit, dia ingin melihat keadaan istrinya.
Sesampai nya di rumah sakit, Dimas langsung pergi ke ruangan yang sudah Mami Erika sebutkan dalam pesan tadi, dia membuka pintu dan seketika itu juga dia melotot saat melihat siapa yang tengah tertidur di samping brankar istrinya.
Tanpa basa basi, Dimas langsung menarik Reza hingga pria itu terjatuh dari kursi tempatnya duduk. Mami Erika terbangun, dia melihat sang putra sudah datang namun dari ekspresi nya dia terlihat sangat marah.
"Ngapain Lo disini hah? Gak ada abisnya Lo deketin bini gue!" Teriak Dimas, membuat Renata yang baru saja tertidur itu terbangun. Dia mengernyit saat melihat Dimas, jujur saja kehadiran pria itu tak di harapkan oleh Renata.
Plakk..
Dimas terhuyung ke samping setelah tamparan keras mendarat di pipi nya, siapa yang melakukan nya? Mami Erika, dia lah yang melakukan nya. Dimas menatap ibu nya dengan nanar.
"Mami gak habis pikir sama kamu, Dimas! Suami macam apa yang meninggalkan istri nya di saat bahaya? Kalau saja Reza gak bawa Renata kesini, apa yang akan terjadi sama dia? Kamu laki-laki harusnya bertanggung jawab!"
"Disaat istrinya berjuang untuk hidup nya sendiri, juga anak kalian, kamu malah seneng-seneng sama wanita Jalaang itu? Dimana otak kamu, Dimas!"
"A-anak? Anak Dimas kenapa?" Tanya Dimas terbata.
"Anak kamu pergi, itu semua karena siapa? Karena kau teledor menjaga istrimu dan asik dengan wanita lain. Mami kecewa sama kamu, Dimas. Mulai saat ini kamu bukan lagi anak Mami."
"Mi, kenapa gitu?" Tanya Dimas, dia berjalan mendekat ke arah mami nya, meraih tangan Mami nya, namun dengan cepat Erika menghentakan nya dengan kasar.
"Punya otak kan? Mami nyekolahin kamu belasan tahun, tapi percuma otak kamu gak di pake mikir!" Sindir Mami Erika.
Kini dia beralih ke arah Renata, perempuan itu menatapnya dengan mata yang berembun.
"Re, maafin aku. Aku minta maaf gak ada saat kamu dalam bahaya, aku.."
"Pergi, aku gak mau lihat wajah kamu, Dimas." Lirih Renata membuat Dimas terhenyak. Bahkan istrinya saja menolak kehadiran nya.
"Re.."
"Tunggu apalagi, pergi sana. Kehadiran mu benar-benar tak di inginkan disini." Ucap Reza datar, membuat pria itu marah dan bersiap melayangkan tinju ke wajah Reza, namun dengan cepat Reza menangkap tangan Dimas dan memelintir nya ke belakang.
"Denger Dimas, gue bener-bener gak terima saat cewek yang gua cinta Lo perlakukan kayak gini. Jadi, sebaiknya Lo balik sama wanita Jalaang peliharaan Lo itu. Gue jamin, Lo bakal nyesel seumur hidup udah nyia-nyiain cewek sebaik Renata buat seonggok kotoran!"
__ADS_1
"Cihh, Sila itu wanita terbaik yang pernah gue temuin!" Jawab Dimas, membuat Reza memperkuat pelintiran tangan nya, membuat Dimas meronta karena kesakitan.
"Mata Lo bener-bener udah buta sampe gak tahu mana yang baik sama yang buruk, bener kata Mami Erika, sekolah Lo selama belasan tahun berakhir sia-sia."
"Gua gak habis pikir, Lo udah pernah di hianatin sama wanita itu, terus Lo masih percaya kalo sekarang dia setia? Pada dasarnya, jalaang akan tetap menjadi seorang Jalaang sampai kapanpun!"
Reza melepaskan tangan nya dan menendang punggung pria itu cukup keras, membuat nya terjerembab ke lantai.
"Reza, awas Lo!"
"Gua kagak takut sama cowok macam Lo, lemah!"
"Anj*ng Lo!" Dimas bersiap memukul Reza, namun suara Renata berhasil menghentikan niat pria itu.
"Cukup, Dimas!"
"Belum puas kamu nyakitin aku? Aku kecewa sama kamu Dimas, aku nyerah."
"Nyerah? Maksud kamu apa, Re?" Tanya Dimas.
"Kamu tahu aku sakit? Dimana kamu saat aku butuh kamu untuk sekedar mengidam, tak ada sama sekali. Kamu terlalu sibuk dengan wanita lain, aku tak sekuat itu, selama ini aku hanya berpura-pura agar tak terlihat lemah di depan kalian berdua."
"Tapi sekarang, aku rasa aku sudah lelah. Aku menyerah, Dimas. Aku harap setelah ini, kita tak lagi saling mengenal."
"Renata!" Bentak Dimas, membuat Reza menendang kaki Dimas, pertanda dia tak suka saat pria itu meninggikan suara nya pada Renata.
"Setelah aku sembuh, aku akan mengajukan perceraian kita, maaf tapi aku rasa sudah cukup aku berjuang sendiri dan itu tak membuahkan hasil yang baik." Ucap Renata, membuat Dimas mematung.
"Pergilah Dimas, kejar wanita impian mu. Maaf kalau selama ini aku punya salah padamu, aku rasa kita sudah selesai." Tanpa berkata apapun, Dimas pergi dari ruangan perawatan Renata.
"Keputusan yang kamu buat udah tepat, Nak. Akhiri saja jika kamu sudah tidak sanggup, jangan memaksakan diri." Ucap Mami Erika.
Dia memang ibu nya Dimas, tapi disini dia membela pihak yang benar. Dan disini putra nya lah yang bersalah, jadi dia tak bisa memberikan pembelaan apapun.
"Maafin Renata, Mi."
__ADS_1
"Mami yang minta maaf karena sudah membuat kamu menderita, maafin Mami ya sayang."
"Mami gak salah kok, Mi."
"Kamu memang anak yang sangat baik, Nak. Kelak nanti jika kamu sudah berpisah dengan Dimas, jangan menganggap Mami orang lain ya Nak, sampai kapanpun kita tetap keluarga. Jika kamu ingin berkeluh kesah, datanglah pada Mami." Ucap Mami Erika sambil mengusap lembut kepala Renata, mengecup penuh kasih sayang kening sang menantu.
Renata menganggukan kepala nya, wanita paruh baya itu memeluk Renata dengan erat, sedangkan perempuan itu menangis pilu, membuat Reza hanyut dalam suasana haru. Beberapa kali dia menengadahkan wajah nya agar air mata nya tak menetes.
Pagi harinya, Mami Erika pamit untuk pulang sementara waktu, karena ada pekerjaan yang harus dia kerjakan lebih dulu, lagipun ada Reza yang selalu siap menjaga Renata.
"Sayang, kamu mau makan apa?"
"Memang nya aku bisa makan apa selain bubur? Dan berhenti memanggil aku dengan sebutan sayang, Eza."
"Kalau begitu aku akan memanggil mu baby, gimana?" Goda Reza membuat Renata mencebik.
"Aku bukan bayi, Eza. Aku sudah besar, lihat aku tumbuh dengan baik."
"Dada mu semakin besar, apa ini perbuatan pria itu?" Tanya Reza datar, membuat Renata kesal dan ingin sekali memukul kepala pria tampan di depan nya.
"Reza, mesuum!"
"Siapa yang mesumm, aku enggak tuh. Tapi mata ku kan berfungsi dengan baik, cantik." Jawab Reza sambil memainkan alis nya naik turun untuk menggoda Renata.
"Berhenti menggoda ku, Eza."
"Iya iya cantik, nanti Mommy sama Daddy mau kesini jenguk kamu."
"Ya baiklah, aku lapar Eza." Rengek Renata membuat Reza terkekeh. Dia pun menyuapi Renata dengan telaten hingga satu cup bubur itu habis, meski dengan beberapa kali paksaan.
......
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Abang Reza, si cowok perfect😍