Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 67 IRS


__ADS_3

Reza mendorong brankar yang membawa Renata ke ruangan IGD, dia ingin ikut masuk namun perawat melarang nya.


"Maaf, anda tak bisa masuk. Silahkan tunggu di luar," 


"Tapi Sus.."


"Saya mohon agar mengikuti peraturan ya, pasien harus segera di tangani." Tegasnya, dia pun menggeser pintu kaca dan menutup gordeng nya, hingga Reza tak bisa melihat ke dalam. 


"Ya Allah, selamatkan lah Renataku." Ucap Reza, dia bersandar lemah di dinding. Beberapa kali dia mengusap air mata nya yang menetes deras tanpa bisa di cegah. 


Hati nya terasa ngilu saat melihat perempuan yang sangat dia cintai terkapar tak sadarkan diri, dengan tubuh penuh darah. 


"Renata, maaf aku terlambat. Aku gagal melindungi mu," Gumam Reza lagi, dia merosot ke bawah. Menyembunyikan wajah nya di antara lutut, lalu menangis sejadinya. Dia menyesal, marah, dan kecewa pada dirinya sendiri. 


Tadi malam, dia bermimpi buruk dan itu tentang Renata. Dalam mimpi nya, Renata berlari di kejar orang tak di kenal, dia berteriak minta tolong namun pria itu berhasil menangkap Renata dan mendorong nya dari tangga. 


Dan itu benar-benar terjadi, Renata terjatuh dari eskalator mall yang cukup tinggi. 


Reza merogoh ponsel nya dari saku jaket, dia menghubungi nomor orang andalan nya, seperti biasa. 


"Hallo, gimana?" Tanya Reza serius. 


'Gue masih di mall, masih mengawasi gerak-gerik orang itu dari kamera pengawas dan seperti nya gue tau dia siapa.'


"Bagus, gue bisa andelin Lo. Jangan lupa kasih kabar tentang kasus ini, gue matiin dulu." 


Reza mematikan sambungan telepon nya, dia mengepalkan kedua tangan nya, dengan tatapan tajam seperti elang yang siap menangkap mangsa nya. 


"Aku pasti membalas semua perbuatan mu itu, lihat saja nanti. Berani sekali kau menyakiti Renata ku!" 


Satu jam berlalu, namun belum ada kabar apapun. Bahkan perawat atau dokter pun tak ada yang keluar dari ruangan IGD, ruangan nya masih tertutup rapat. 


"Semoga kamu baik-baik saja, Renata. Aku takkan bisa memaafkan diriku sendiri kalau sampai kamu kenapa-napa." 


Ceklek.. 


Pintu terbuka, menampilkan seorang dokter wanita dengan hijab di kepala nya. 


"Keluarga pasien?" Tanya nya pelan. 


"Iya, saya dok. Bagaimana keadaan nya?" 


"Maaf, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, Tuan. Namun janin yang di kandung nya tidak bisa di selamatkan, untuk sementara Nona masih dalam keadaan kritis karena benturan yang kuat di kepala." 

__ADS_1


Reza membeku di tempatnya, dia tak bisa berkata-kata, namun dari tatapan nya siapapun pasti tahu kalau pemuda itu benar-benar tak baik-baik saja. 


"Saya tahu ini berat, namun ini sudah takdir Tuhan. Sabar, tanah dan tawakal ya, saya permisi dulu." 


"Tunggu dok, bisakah saya bertemu dengan istri saya?" Tanya Reza. 


"Tentu, tapi setelah di pindah ke ruang perawatan." 


"Baik dok, terimakasih." Ucap Reza pelan. Dokter itu tersenyum lalu mengangguk dan pergi di ikuti satu orang perawat. 


Bisa di bayangkan akan sehancur apa Renata saat dia mengetahui kalau janin yang selama ini menjadi alasan nya bertahan sudah tiada? Membayangkan nya saja sudah membuat hati Reza berdenyut nyeri. 


Reza juga, dia merasa hangat hancur saat ini. Karena perempuan pujaan nya di nyatakan kritis dan dia keguguran, dari awal dia tak peduli meski bayi itu bukan darah daging nya, tapi dia sudah berjanji pada dirinya sendiri kalau dia akan sangat menyayangi nya layaknya anak sendiri, tapi Tuhan berkehendak lain. 


"Sesak sekali, Re!" Reza menepuk-nepuk dada nya yang terasa sesak, dia ingin menangis meraung-raung tapi dia menahan nya. 


"Mami Erika harus tahu ini kan?" Reza kembali merogoh ponsel di saku nya, dia menghubungi nomor Mami Erika. 


'Hallo Eza, kenapa?"


"Hallo Mi, eemm bisa kah Mami ke rumah sakit di jalan anggrek bulan?" Tanya Reza pelan. 


'Ada apa Eza, siapa yang sakit?' 


"Re-renata Mi, dia jatuh dari tangga eskalator di mall anggrek." Jawab Reza sedikit terbata. 


Di sisi lain, Erika masih merasa shock. Dia terkejut bukan main saat mendengar ucapan Reza, saat itu juga dia langsung pergi ke rumah sakit dengan mobilnya. 


Dia mengemudikan nya dengan kecepatan tinggi, dia benar-benar tak mempedulikan apapun. Yang ada di pikiran nya saat ini adalah secepatnya sampai di rumah sakit dan melihat keadaan menantu nya. 


Hanya beberapa menit saja, Erika sampai di rumah sakit, dia berjalan setengah berlari mencari ruangan IGD. 


Dan saat melihat sosok Reza yang sedang melamun di kursi tunggu, Erika langsung tahu bahwa dia sedang menunggui Renata. 


"Nak Reza.." panggil Erika, membuat Reza mendongak. 


"Iya Mi." Jawab Reza sambil mengusap pipi nya yang sudah basah karena air mata. 


"Gimana Renata?"


"Kondisi nya kritis Mi, Renata juga kehilangan janin nya, Mi." Jawab Reza membuat lutut Erika terasa lemas. Kalau saja Reza tak menahan tubuhnya, dia pasti terjatuh ke lantai.


"Kenapa jadi seperti ini, Nak Reza?"

__ADS_1


"Reza gak tahu, Mi. Tadi Reza nyusul ke mall, dan Reza liat Rere udah terkapar gitu di lantai, bersimbah darah Mi." Jelas Reza membuat Mami Erika menangis. 


"Mami yang sabar ya Mi, Reza tahu ini gak mudah. Reza juga gak setegar itu, tapi Reza juga gak bisa keliatan sedih di depan Renata kan?"


"Kita harus menguatkan Renata, Mi. Dalam keadaan nya saat ini, pasti dia butuh dukungan." Ucap Reza lagi, Mami Erika mendongak. 


Andai saja putra nya Dimas bisa sebaik dan sebijak Reza, dia pasti takkan merasa sekecewa itu pada nya. Tapi saat melihat Reza, dia terlihat sangat tulus. Bahkan raut wajah nya benar-benar menyiratkan rasa cinta yang besar. 


"Kamu mencintai Renata?" Tanya Mami Erika, membuat Reza terkejut. 


"Kenapa Mami nanya begitu?"


"Jawab dulu pertanyaan Mami, Reza." 


"Iya Mi, Reza cinta sama Renata. Tapi Renata nya cinta nya sama Dimas, bukan sama Eza. Jadi Eza bisa apa selain merelakan, tapi Dimas malah.." Reza menjeda ucapan nya, apalagi saat melihat wajah Mami Erika, dia tak sanggup mengatakan nya. 


"Dimas brengsek? Iya, Mami tahu. Kamu mau menjaga Renata buat Mami?"


"Maksud Mami?" Tanya Reza. 


"Mami tahu, ini bukan keputusan yang mudah. Tapi, karena Mami sayang sama Renata dan Mami lihat kamu tulus sama Dia, kalau misalnya Renata pisah sama Dimas, kamu mau menjaga dia?"


"Suatu saat nanti, akan ada masa nya Renata muak dan memilih menyerah. Mami gak bisa mencegah atau memaksakan kehendak Mami, karena ini soal perasaan. Walaupun Dimas anak Mami, tapi kasih sayang Mami buat Renata besar, jadi Mami mau menitipkan nya padamu. kamu bersedia kan?"


"Tentu saja Mi, kenapa Mami harus tanya? Ya jawaban nya pasti Mau, Mi." Jawab Reza berbinar. 


"Mami pengen lihat keadaan Rere.."


"Kata perawat, nanti kalau sudah di pindah ke ruang perawatan." 


"Heemm, oke. Dimas sudah kamu hubungi?" Tanya Mami Erika. Reza menggeleng, jujur saja dia malah melupakan Dimas yang padahal dia adalah suami dari Renata. 


"Belum Mi, dia pasti lagi sibuk sama Sila." Cetus Reza. 


"Mami heran, apa bagusnya sih wanita itu? Wanita gatel, murah."


"Cinta itu buta, Mi. Biasalah," jawab Reza sambil terkekeh. 


🌷🌷🌷🌷


restu dari mami mertua Renata tuh, Za🤭


.....

__ADS_1


rekomendasi novel karya temen author, jangan lupa mampir yaaaw🥰



__ADS_2