
Sebagai rasa syukur nya karena kesembuhan sang istri, Dimas dan Elinna mengajak istri cantiknya itu untuk makan malam romantis di cafe favorit istrinya sebelum negara api menyerang.
Dimas meminjam mobil milik Reza, seperti biasa pria itu tak pernah sekalipun keberatan kalau Dimas meminta sesuatu dari nya. Berbeda dengan Renata yang sering kali merasa tak enak pada suaminya, karena belakangan ini mantan suaminya lebih sering ke rumah entah untuk apa, dia sendiri tak tau dan tak berminat untuk bertanya lebih lanjut. Lebih tepatnya, dia tak mau suaminya salah paham.
Dimas menghentikan mobil nya di parkiran cafe, Elina tersenyum kegirangan saat melihat menu baru di restoran yang launching hari ini. Dia berkesempatan untuk mencoba makanan itu untuk pertama kali setelah di luncurkan.
Menu nya cukup sederhana, hanya makanan ala Korea seperti Odeng dengan kuah sup, ayam goreng, toppokki, dan masih banyak lagi yang lain nya.
"Ayo masuk sayang.." ajak Dimas, Elina segera menggenggam tangan suaminya lalu berjalan pelan masuk ke dalam restoran itu. Sesekali Elina menelan ludahnya saat mencium aroma yang begitu enak, hingga membuat perutnya keroncongan.
"Sabar ya sayang, makanan nya lagi di bikin dulu." Ucap Dimas sambil mengusap lembut kepala sang istri.
"Uumm iya, Mas."
"Dedek bayi juga sabar ya? Sebentar kok." Dimas mengusap pelan perut buncit istrinya. Hari ini, tepat usia kandungan Elina yang menginjak usia ke 6 bulan.
Tak lama kemudian, berbagai makanan yang Dimas pesan demi memenuhi ngidam sang istri tersaji di depan mata.
"Selamat makan istriku, berdoa dulu ya." Ucap Dimas, Elina menengadahkan kedua tangan nya dan berdoa dengan bersungguh-sungguh. Lalu dengan tak sabar, dia mulai memakan menu yang tak bisa di lewatkan pada menu makanan Korea, apa lagi kalau bukan toppokki dan Odeng dengan kuah yang bening namun beraroma khas.
"Enak banget, Mas. Makasih ya, udah nurutin ngidam aku."
"Iya, sama-sama sayangku." Jawab Dimas sambil tersenyum, tentunya dia senang saat melihat kebahagiaan sang istri. Apalagi tujuan hidup nya kalau bukan untuk membahagiakan istri tercinta nya? Kalau saja bayi nya sudah lahir, mungkin tanggung jawab nya akan bertambah.
Dimas memperhatikan cara makan istrinya yang terlihat begitu lahap, bahkan beberapa kali bumbu merah dari toppokki itu mengotori sudut bibirnya.
__ADS_1
"Pelan-pelan aja makan nya sayang, gak ada yang bakal minta kok."
"Hehe, habisnya enak Mas. Maafin ya kalo aku malu-maluin." Ucap Elina sambil tersenyum canggung.
"Enggak, kamu gak pernah malu-maluin Mas kok sayang. Jadi, berhenti mengatakan hal seperti itu, Mas gak suka kamu bicara omong kosong."
Elina hanya mengangguk lalu melanjutkan acara makan nya, hingga beberapa menit kemudian semua menu yang berada di meja habis tak bersisa. Elina mengusap perutnya yang terasa sangat kenyang, bahkan rasanya seperti akan meledak.
"Allhamdulilah, kenyang nya." Ucap nya pelan. Dimas hanya tersenyum kecil, tak sia-sia mengeluarkan banyak uang kalau istrinya senang.
"Permisi, bisa kah kami duduk disini?" Suara seseorang yang terdengar sangat asing masuk ke Indra pendengaran Elina, dia mendongak dan seketika itu juga kedua mata nya melotot saat melihat siapa yang datang.
"M-as.." lirih Elina, tubuhnya langsung bergetar begitu mendapati pria yang membuat nya trauma berdiri gagah di depan nya dengan menggandeng seorang wanita seusia nya.
"Tuan Ken, silahkan duduk." Ucap Dimas ramah, dia sudah tau niat baik Ken yang ingin minta maaf pada istrinya. Ya meski, akan ada sedikit drama-drama kecil, tapi dia tak masalah. Dari pada masalah ini berlarut-larut.
"Gak usah takut sayang, Mas disini."
"Maaf kalau kehadiran kamu mengganggu kalian, tapi tentunya saya punya masalah yang ingin segera saya tuntaskan, antara saya dan Elina." Ucap Kenan pelan. Membuat sekujur tubuh Elina menegang, bulu kuduk nya bahkan meremang tak karuan hanya karena mendengar suara Kenan.
"Intinya, saya ingin meminta maaf karena sudah mengambil paksa sesuatu yang harusnya itu bukan hak saya." Lirih nya, membuat tubuh Elina bergetar. Namun Dimas selalu ada di samping nya.
Elina hanya diam, tak bicara apapun. Dia terlalu shock saat pria itu kembali muncul di hadapan nya, pria yang sangat dia benci karena peristiwa itu.
"Maaf, kalau perlu saya akan bersimpuh di kaki mu, saya sadar saya salah karena telah mengikuti hawa nafssu dan menghancurkan masa depan seorang gadis."
__ADS_1
"Tak perlu melakukan hal itu, semuanya sudah terjadi dan saya harap anda berubah menjadi pria yang lebih baik dan bisa menghargai wanita!" Ucap Elina mendongak pelan, sekuat tenaga dia mencoba menurunkan ego nya untuk menatap lawan bicara nya.
"Saya sudah memaafkan kesalahan anda, tapi tidak untuk melupakan. Terimakasih sudah berlapang dada dan mengakui kesalahan anda." Elina tersenyum getir.
"Terimakasih, saya harap setelah ini anda tak lagi membenci saya."
"Tentu, kita bisa berteman." Jawab Elina lagi membuat Dimas melirik ke arah sang istri yang nampak begitu tegar.
"Sekali lagi terimakasih, kalau begitu kami pamit dulu karena tak ingin mengganggu kebersamaan kalian. Lainkali, kita bisa makan malam bersama."
"Tentu saja tuan Ken, hubungi saja." Ucap Dimas ramah, tentunya dia juga berusaha mati-matian menahan ego nya agar tak memukul wajah Kenan. Karena pria itulah dalang dari semuanya, sumber dari penderitaan istrinya selama beberapa bulan ini. Beruntung saja dia tak mengalami keguguran.
.......
🌻🌻🌻🌻
hai hai, hari ini author mau bawa karya temen author, jangan lupa mampir yaaw😚
blurb👇
Sana merupakan gadis sukses yang berprofesi sebagai CEO, kini bekerja di sebuah perusahaan agensi ternama. Ia memiliki teman masa kecil, Victor. Tanpa sepengetahuan Sana, Victor menandatangani kontrak di perusahaan agensi yang di pimpin oleh Sana. Karena hubungan mereka sangat dekat, akhirnya Sana dan Victor memutuskan untuk menjadi sepasang kekasih.
Namun masalah datang ketika orangtua Sana memutuskan menjodohkan Sana dengan anak teman lama mereka, Jay yang merupakan pemilik agensi yang di pimpin oleh Sana. Keduanya sama-sama tidak tertarik dan tak saling mengenal tetapi seiring berjalannya waktu Sana bimbang akan pilihannya.
__ADS_1
My Love and My Obsesission karya author candy 😚