Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 135 IRS


__ADS_3

Singkatnya, dua minggu sudah berlalu. Dimas sudah mulai aktif bekerja di kantor seperti biasa sejak sepuluh hari yang lalu, karena dia hanya meminta cuti selama tiga hari saja. Tapi, selama libur tiga hari itu Reza selalu saja meneror nya dengan panggilan atau pesan.


Ya karena dia tak bisa bekerja sendirian, dia membutuhkan bantuan Dimas sebagai sekretaris yang biasa mengecek berkas-berkas sebelum dia tanda tangani, saat Dimas tak bekerja, dia kerepotan sendiri karena harus mengecek sendiri lalu membubuhkan tanda tangan setelah dia pahami isi dari berkas itu. 


Pria itu seringkali lembur, tapi dia lembur di rumah dari pada di kantor. Setidaknya kalaupun dia begadang di rumah, dia tetap bisa tidur sambil memeluk sang istri tercinta, dan melihat kedua buah hatinya yang mulai bertumbuh dengan cepat tanpa terasa. 


Ketiga nya adalah sumber penyemangat nya, penghilang penatnya setelah seharian berkutat dengan pekerjaan yang seolah tiada habisnya.


"Gimana, udah ada tanda-tanda?"


"Tanda-tanda apaan dah? Ambigu bener." Balik tanya Dimas tanpa mengalihkan pandangan dari berkas yang sedang dia pelajari isinya sebelum meminta tanda tangan pada Reza.


"Aihh, selama dua minggu Lo nikah sama Elina ngapain aja?" 


"Cocok tanam dong, kenapa? Ngiri Lo?" Cibir Dimas membuat Reza mendengus, seperti nya salah jika bertanya hal ini sekarang.


"Terus, kira-kira udah ada yang jadi gak?"


"Kayaknya sih belom, Za. Soalnya Elin masih biasa aja, tapi dia belom datang bulan sih." Celetuk Dimas, sambil mengingat-ingat kapan istrinya itu terakhir mendapatkan siklus bulanan nya.


"Yaudah, lanjutin usaha nya bro."


"Siap, ngomong-ngomong ada meeting di cafe bulan purnama setelah makan siang." Ucap Dimas memperingatkan jadwal sang CEO. 


"Aahh iya, klien dari Singapura kan?" Dimas menjawab dengan anggukan di kepala nya. 


Singkatnya, kedua pria tampan nan gagah itu berjalan beriringan di lobi perusahaan, tentunya bukan hanya sekedar desas desus semata jika keduanya adalah pria yang sangat berpengaruh di perusahaan ini. 


Reza dengan jabatan nya sebagai CEO muda, di usia nya yang masih berusia 25 tahun itu sudah menjadi CEO yang sangat tegas dan berkarisma, persis seperti ayahnya. 


Dimas juga tak kalah dengan Reza, menjabat sebagai sekretaris yang seringkali merangkap menjadi asisten jika Marko sedang berhalangan menemani sang CEO rapat di luar kantor pun patut di perhitungkan kinerja nya di perusahaan. 


"Gue laper.." lirih Reza setelah keduanya sampai di cafe bulan purnama.


"Yaelah, bentaran. Kita meeting dulu, setelah itu baru makan."

__ADS_1


"Gak bisa, perut gue gak terbiasa nahan laper. Bisa-bisa balik ke rumah gue sakit perut." Jawab Reza sambil mengusap perutnya yang sudah keroncongan.


"Aihhh, yaudah makan dulu." Pasrah Dimas, lapar di waktu makan siang itu wajar kan?


Dimas memesankan beberapa makanan untuk Reza juga dirinya makan siang, lalu keduanya makan dengan lahap. Tak ada pembicaraan apapun saat makan, mereka hanya fokus dengan makanan masing-masing. 


Setelah menyelesaikan makan siang nya, Dimas membayar dan tak lama kemudian klien yang di tunggu-tunggu kedua pria berstatus CEO dan asisten nya itu datang. 


Pria tampan dengan wajah yang cukup familiar, rambut klimis dengan setelan jas mahal berwarna biru navy polos, juga sepatu pentofel hitam yang mengkilat.


"Selamat siang, maaf saya sedikit terlambat, tuan Reza." 


"Aahh ya, tak masalah." Jawab Reza dengan senyum ramah nya. Berbeda dengan Dimas yang terlihat seperti mengingat-ingat, karena wajah pria itu terlihat tak asing. Dia seperti pernah melihat wajah pria itu, tapi dimana?


"Perkenalkan, ini Dimas sekretaris saya. Dia memang kadang suka bengong, karena baru saja menikah. Jadi harap di maklumi kalau raga nya disini, tapi hatinya berada di rumah." Celetuk Reza menyindir Dimas yang malah bengong. 


"Eehh, maafkan saya pak."


"Tak apa, tapi profesional lah dalam bekerja. Walau teringat istri di rumah sekalipun." Jawab pria itu dengan senyum manis nya.


"Aahh ya, saya puas dengan cara sekretaris anda menjelaskan semuanya. Saya bersedia menanam saham sebesar 15% di proyek ini, pak Reza." Ucap pria itu membuat hati Reza meletup. Sejauh ini baru pria ini yang berani menanam saham sebesar itu.


"Wahh terimakasih tuan, senang bekerja sama dengan anda." Ucap Reza sambil menjabat tangan pria itu dengan menebar senyum manis nya. Setelah kesepakatan bersama sudah tercapai, mereka pun mengakhiri meeting. 


"Senang juga bekerja sama dengan anda, pak Reza." 


"Sama-sama pak Ken." Jawab Reza, setelah bersalaman, pria yang di panggil Reza sebagai Ken itu pun pergi dari cafe di dampingi asisten nya. 


"Ken?"


"Iya, nama pria itu Kenan." Jawab Reza.


"Wajah nya berasa asing, Za. Kayak pernah liat gitu, tapi gak tau dimana." 


"Haha, jelas Lo pernah liat kali. Hayo lho, inget-inget coba dimana terus mirip siapa?" Goda Reza sambil terkekeh geli melihat ekspresi Dimas yang cengo-cengo bodoh.

__ADS_1


"Lupa anjir, kalo inget gak mungkin gue ngeluh sama Lo."


"Kenzo, Kenan mirip sama Kenzo. Bener?" Tanya Reza membuat Dimas seolah mengingat sesuatu.


"Aahh iya, mirip sama Kenzo brengseek." 


"Jelas mirip, Kenan sama Kenzo kan kembar." Jawab Reza, membuat Dimas melotot.


"What? Sejak kapan si Kenzo punya kembaran? Jangan-jangan sifat nya sama brengsek nya anjir."


"Yaps, itu Lo tahu. Mereka kembar, jelas lah ada sifat-sifat yang sama." Jawab Reza sambil menyeruput kopi nya.


"Gilee, satu aja dah pusing apalagi dua."


"Santai, setau gue Kenan gue dah married sama cewek Jepang." Jelas Reza.


Entah kenapa hati Dimas merasa tak enak setelah bertemu dengan klien berasal dari Singapura itu, memang kesepakatan bisnis sudah tercapai dengan kata deal. Tapi ada hal lain yang membuat hatinya tak nyaman, tapi entah karena hal apa. Dia sendiri belum bisa memastikan nya secara langsung. 


"Udah, gak usah bengong terus. Yook balik ke kantor."


"Oke." Jawab Dimas cepat, dia memesan dua es kopi untuk di bawa ke kantor, untuk menemani pekerjaan mereka hingga jam pulang nanti.


......


🌻🌻🌻


ada yang minta visual baby Aisha sama Farish gak? kalo gak minta juga gapapa sih, tapi author spill biar gak penasaran 😚


Baby Faisha🌻



Baby Farish🌹


__ADS_1


__ADS_2