Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 146, Ending


__ADS_3

Di mansion keluarga Argantara, Renata dan Reza sedang sibuk-sibuknya mengurus kedua buah hati mereka yang hari ini tepat berusia satu tahun, mereka begitu terharu saat melihat langkah pertama kedua buah hatinya.


Bahkan Reza sampai menangis sesenggukan saking terharunya melihat kedua buah hati nya sudah sebesar ini dan sekarang sudah bisa berjalan. 


Renata mengusap lembut punggung sang suami, dia sama terharu nya dengan Reza, tapi dia tak ingin menangis di depan ketiga orang yang sangat dia cintai. Dua buah hati dan suaminya, dia ingin selalu terlihat kuat dan tegar.


"Mas, sudah dong. Kok nangis sih? Kamu itu figur seorang ayah, masa cengeng gini." Ucap Renata sambil terkekeh geli melihat ingus yang mengalir dari lubang hidung suaminya.


"A-aku terharu melihat mereka tumbuh secepat ini, sayang." 


"Uuu cup cup, sayang nya Mama. Sini peluk dulu dong." Reza menghambur memeluk sang istri, membuat Aisha cemberut karena cinta pertama nya memeluk sang Mama.


"Pa pa pa.." sambil berjalan pelan dengan tubuh montok nya, dia mendekati sang ayah yang masih memeluk mama nya. Seperti nya dia tak terima melihat papa nya bermanja pada mama nya.


"Eehh sayang, kenapa? Sini, uhh cantik nya papa." Ucap Reza sambil menggesek-gesekkan wajah nya pada pipi gembul Aisha, gadis mungil itu tertawa girang saat bibir Reza yang kini di tumbuhi sedikit kumis itu menyentuh pipi nya, mungkin dia kegelian hingga tertawa seperti itu.


Sedangkan Farish anteng-anteng saja memainkan robot miliknya, tapi saat tatapan polos nya menatap sang mama yang terlihat sendu, pria kecil itu langsung menghampiri sang Mama sambil merangkak.


"Ma ma ma.." Celoteh nya sambil menggerak-gerakkan tangan nya, seolah meminta sang Mama untuk memeluknya.


Renata yang mengerti langsung menggendong sang putra, tanpa di duga Farish melabuhkan ciuman-ciuman kecil nya di wajah sang Mama, membuat Renata tersenyum. 


Farish kecil sudah punya rasa peduli untuk melindungi mama nya dan membuat mama nya tersenyum dengan segala tingkah laku nya.


"Eehh, kami ganggu ya?" Ucap Dimas dan Elina yang datang berkunjung atas undangan Reza dan Renata. 


"Tidak, ayo kesini." Elina mendekat, dia sudah menggendong bayi kecil yang nampak tertidur pulas dalam gendongan ibu nya.


"Wahh ganteng banget, nama nya siapa?" Tanya Renata sambil mentoel hidung mancung putra Dimas dan Elina. Perempuan itu sudah melahirkan empat bulan yang lalu melalui operasi sesar, karena tubuhnya yang mungil dan usia nya yang masih sangat muda, membuat nya terlalu beresiko untuk melahirkan normal. Terlebih bayi nya sungsang, karena setelah berusia 8 bulan, Elina dan Dimas sepakat takkan melakukan USG lagi, mana mereka tau kalau akan berakhir seperti ini.


"Haidar Arkana Fahrian, kak." Jawab Elina sambil tersenyum kecil.


"Wahh, nama nya bagus sekali."

__ADS_1


"Iya, kak Dimas yang buat nama itu." Jawab Elina. 


"Syukurlah, gimana bekas operasi nya? Udah gak gatel lagi?" Tanya Renata, karena beberapa kali Elina mengeluh bekas operasi nya terasa gatal. Dulu, Renata juga mengalami hal yang sama, tapi dengan telaten Reza selalu mengolesi nya dengan salep yang di impor langsung dari luar negeri, terbukti ampuh dalam beberapa hari gatal nya berangsur hilang.


"Sekarang udah enggak kak, berkat salep dari Kakak. Makasih ya kak."


"Sama-sama cantik. Ini bayi tampan kok tidur aja sih, heeyy ayo main sama aunty." Ucap Renata sambil mencolek-colek pipi Haidar.


"Nanti, kalo dia udah dewasa kita besanan yuk." 


"Wahh boleh tuh." Jawab Elina setuju dengan ide konyol yang di usulkan oleh Renata.


"Heh, masih bayi juga udah ngomongin besanan. Nanti aja kalo udah gede, di jodohin gitu." ucap Reza sambil terkekeh, membuat Dimas geleng-geleng kepala mendengar celotehan pasangan suami istri yang unfaedah itu.


"Eehh iya, ada yang mau gue tanyain sama Lo, Dim." 


"Apaan? Tanyain aja." Jawab Dimas santai sambil menyandarkan punggung nya di sofa.


"Ini tentang Kenan." Reza melirik sekilas ke arah Elina, namun perempuan itu seperti nya tak terganggu sama sekali dengan pembicaraan Reza yang menyinggung pria itu.


"Dia mandul, Dim. Sekarang lagi berobat ke luar negeri biar bisa punya anak." Jelas Reza, awalnya dia terkejut saat mendengar ucapan Kenan tempo hari saat mereka bertemu di cafe untuk membicarakan bisnis. Namun tak sangka, Kenan malah bicara hal seperti itu. 


Jelas saja dia tak menyangka, setahunya Kenan adalah orang yang paling mementingkan kesehatan dan rutin berolahraga, karena sedari dulu Kenan adalah pria yang sensitif akan kesehatan. Tapi tak sangka malah punya penyakit seperti ini. 


'Mungkin ini adalah karma dari Tuhan atas semua perbuatan ku di masa lalu, Za. Aku pantas mendapatkan nya, tapi kata dokter masih ada harapan kalau aku berobat di rumah sakit terbaik.' 


Ucapan Kenan terngiang-ngiang di telinga Reza, dia begitu menyesali perbuatannya di masa lalu, merusak masa depan para gadis hanya untuk memenuhi nafssu nya, termasuk Elina adalah salah satu korban keganasan Kenan di masa lalu.


"Ya, selagi masih ada jalan tak ada salahnya untuk tetap berusaha menyembuhkan diri." Ucap Dimas, dia memang sudah tau hal ini, karena dia juga bertemu dengan Dimas waktu itu. Bahkan dia beberapa kali meminta maaf pada Dimas juga Elina. 


"Kau tau kabar terbaru tentang Kenzo?" Tanya Dimas.


"Tidak, kenapa?" Tanya Reza, dia hanya tau tentang Kenan, tapi tidak dengan Kenzo.

__ADS_1


"Dia juga sakit parah dan sedang berobat juga bersama Kenan." 


"Astaga, mereka sama-sama mendapat balasan atas perbuatan mereka masing-masing."


"Ya, anggap saja itu sebagai hukuman. Tapi meski begitu, sebagai manusia kita tak bisa abai begitu saja kan?" 


"Tentu saja, lainkali kita menjenguk mereka ke Singapura sambil bulan madu." 


"Haha, bulan madu kedaluwarsa." Ucap Reza sambil tergelak. Begitu juga dengan Dimas, kedua orang tua Reza juga ikut bergabung dengan mereka dengan membawa nampan berisi kue.


"Ayo-ayo sambil makan, ini Mommy yang bikin sendiri." 


Mereka begitu antusias dan langsung mencomot kue yang di suguhkan oleh Mommy Reza. 


Kini, kebahagiaan mereka sudah lengkap sudah. Konflik juga sudah berakhir, kini mereka hanya tinggal menjalani hidup dengan damai dan tenang. 


TAMAT…


.....


🌻🌻🌻🌻🌻..


hai pembaca setia Istri Rasa simpanan karya aku yang menggemaskan ini. terimakasih sudah mengikuti cerita Dimas, Renata, Reza sama Elina sampai akhir ya😚 author banyak berterimakasih pada kalian semua, tanpa dukungan dan semangat dari kalian pasti author gak bisa lanjutin novel ini hingga tamat☺️


sekali lagi terimakasih yaaw, maaf kalau ending nya gak sesuai dengan apa yang kalian mau, tapi karena konflik sudah selesai semua, pemeran utama nya juga udah bahagia semua, jadi author tamatkan cerita ini dan fokus sama cerita baru, jangan lupa mampir ya, Secret Wedding.


salam manis dari author, panggil aja istrinya Jungkook ya, biar akrab, hehe😚😚😚


......


jangan lupa mampir di karya temen author yang satu ini, di jamin bikin ketagihan baca😚


__ADS_1


Eternal Enemy karya kak Navizaa😚🌻


__ADS_2