
Singkatnya, hari ini adalah hari yang paling di tunggu oleh semua mahasiswa di kampus Bina Bangsa, wisuda kelulusan yang di laksanakan dengan meriah di halaman kampus.
Renata datang dengan di dampingi oleh Mami Erika, namun dia beberapa kali keheranan karena sejak menjemput Renata ke rumah, dia sama sekali tak melihat keberadaan sang putra, padahal ini adalah hari bersejarah untuk istrinya.
"Sayang, jawab Mami. Kemana Dimas?" Tanya Mami Erika lagi, namun sama seperti tadi. Renata hanya tersenyum lalu berkata.
"Nanti dia Dateng kok Mi, gak usah khawatir." Jawaban yang sama, jelas saja membuat Erika khawatir, sebenarnya ada apa Antara Dimas dan Renata, adakah masalah besar?
Kehamilan Renata saat ini sudah menginjak usia 4 bulan, perut nya sudah sedikit membuncit, membuat kebaya yang sudah dia beli harus sedikit di rombak di bagian perut nya dan di beri aksen pita.
Mira datang bersama sang Ayah, dia adalah pria sekaligus wanita. Ayah juga Ibu bagi Mira, karena Ibu nya sudah tiada disaat dia masih sangat kecil.
"Rere.." teriak nya, lalu menghambur memeluk Renata.
"Ya ampun, sesek dong Mir."
"Eehh maaf, bayi kamu kejepit ya?" Tanya Mira sambil mengusap lembut perut Renata.
"Perut kamu lucu, Re. Apalagi kalau sudah besar nanti, pasti kamu makin gemoy."
Ayah Mira melihat kedekatan putri dan sahabat nya tersenyum, Mira bisa di katakan tak memiliki banyak teman karena kepribadian nya, tapi saat bersama Renata dia menjadi aktif dan banyak bicara.
"Pak, kenalkan ini Mami Erika, mertua nya Rere." Ucap Renata mengenalkan mertua nya pada mantan bos nya.
"Mi, ini Pak Bagas pemilik cafe bintang purnama, tempat Rere kerja paruh waktu."
"Senang bertemu dengan anda pak Bagas." Sapa Mami Erika, dia mengulurkan tangan nya ramah dan langsung di sambut oleh Bagas, keduanya bersalaman singkat.
"Ohh iya, mana suami kamu Re? Penasaran pengen lihat wajah suami kamu." Tanya Bagas, karena sedari tadi dia hanya melihat Renata bersama Mertua nya saja. Tapi sosok suami nya tidak kelihatan sama sekali.
Tapi tak lama, yang di tanyakan datang juga. Namun dengan menggandeng seseorang, Mami Erika menatap keduanya dengan tajam, berbeda dengan Renata yang menatap mereka dengan tenang.
"Mi.." sapa Dimas, namun Mami Erika malah membuang muka. Namun masih membiarkan anak nya mencium punggung tangan nya, tapi saat Sila juga akan melakukan nya, dengan kasar dia menepis tangan Sila, secara langsung dia menolak.
"Ngapain kamu datang bawa wanita ini kesini, Dimas?" Tanya Mami Erika, membuat Dimas gelagapan.
__ADS_1
"Udah Mi, yuk kita duduk disana. Yuk Mir," ajak Renata pada Mami Erika dan Mira, dia seolah tak menganggap bahwa Dimas datang, dia benar-benar mengacuhkan nya.
"Sayang.." panggil Mami Erika, Renata berbalik, dia menatap wajah sendu mertua nya.
"Renata gapapa Mi, Rere udah ikhlasin semua nya." Jawab Renata membuat wanita paruh baya itu histeris, dia menangis sambil memeluk tubuh menantu nya.
"Maafin Mami, Sayang. Mami gagal mendidik Dimas hingga dia menjadi seperti ini."
"Jangan menyalahkan diri sendiri, Mi. Udah ya, Mami jangan nangis. Ini hari kelulusan Rere lho, masa Mami gak bahagia lihat Rere lulus?" Tanya Renata, dia mengusap air mata di wajah ibu mertua nya.
Renata menggenggam tangan Mami Erika, membawa nya untuk duduk di kursi yang sudah di sediakan.
Kini, giliran Renata di panggil. Dia berdiri dan berjalan pelan menaiki tangga, Mami Erika kembali menangis, dia sangat bangga pada Renata yang lulus dengan IPK 4, dia lulus dengan nilai terbaik.
"Calvin, Clarissa, andai kalian melihat keponakan kalian ini lulus dengan nilai terbaik." Gumam Mami Erika, dia mengingat bahwa paman dan bibi Renata tak bisa hadir karena berhalangan.
Mami Erika menyalakan ponsel nya, lalu memanggil nomor Calvin, tak membutuhkan waktu lama akhirnya panggilan itu di angkat, Erika mengarahkan kamera ke arah Renata yang sedang berada di panggung untuk menerima penghargaan terakhir nya.
Nampak pasangan itu menangis terharu, perjuangan mereka untuk memperjuangkan pendidikan keponakan kesayangan mereka membuahkan hasil, dan Renata memanfaatkan nya dengan sangat baik.
"Kalian bangga? Keponakan kalian saat ini sudah resmi menyandang S1."
"Aku pasti akan menjaga Menantu ku dengan baik," jawab Erika, setelah itu panggilan pun terputus.
Renata pun turun dengan hati-hati, di bantu Mira. Karena perempuan itu selalu dekat dengan Renata, sesuai permintaan Reza.
Kedua nya berjalan dengan bergandengan tangan, kedua perempuan itu mendekat dan kembali duduk di samping orang tua mereka masing-masing.
Hingga acara itu pun selesai, Renata dan Mami Erika sudah bersiap pulang, saat seseorang datang dengan membawa sebuah buket bunga besar.
"Selamat atas gelar mu, Cantik." Renata menatap pria yang berdiri gagah dengan buket bunga di sebelah tangan nya.
Kedua mata nya berkaca-kaca, sungguh demi apapun dia sangat merindukan sosok pria yang kini berdiri di hadapan nya.
"Kamu tak merindukan aku, Renata?" Tanya nya, Renata langsung menghambur memeluk pria itu, tak peduli disana ada mertua nya juga Mira dan Bagas, bahkan di belakang ada Dimas dan Sila.
__ADS_1
"Aku kangen banget sama kamu, Eza." Reza mengusap lembut kepala Renata, lalu mengecup nya dengan penuh perasaan. Dia juga membalas pelukan perempuan cantik itu tak kalah eratnya.
"Kamu jahat Reza, kenapa ninggalin aku lama banget!"
"Maaf Cantik, disana kan aku juga belajar. Sekarang aku udah disini, hadir di acara wisuda kamu." Reza mengusap lembut pipi Renata lalu tersenyum.
"Kamu jelek kalau nangis, udah jangan nangis lagi, malu tuh sama yang lain."
Renata menepuk pelan lengan Reza, membuat pria tampan itu terkekeh.
"Aku gak sempet beli apa-apa, aku baru sampe tadi malem terus pagi nya kesini, ini buat kamu."
"Makasih Eza, harusnya kamu gak usah repot-repot, kamu Dateng aja aku udah bahagia tahu." Jawab Renata membuat Reza tersenyum manis. Berbeda dengan Dimas yang menunjukan wajah kesal nya, dia cemburu saat melihat Renata memeluk Reza.
Tapi dia juga tak bisa berbuat apa-apa karena dia membawa Sila bersama nya.
"Gak repot kok. Kamu baik-baik aja kan selama aku tinggal?" Renata mengangguk, padahal Reza tahu kalau perempuan di hadapan nya ini sedang menyembunyikan sesuatu.
"Mau makan? Aku traktir." Tawar Reza membuat Renata berbinar.
"Pengen makan steak!" Pekik Renata, Reza terkekeh. Gadis nya tak berubah sama sekali.
"Ayo, aku akan belikan apapun yang kamu mau cantik." Jawab Reza, dia menggandeng tangan Renata tanpa memperdulikan apapun.
"Ehh Mi, Rere sama Reza aja ya Mi."
"Hati-hati ya sayang, nak Reza tolong jaga Rere ya." Peringat Erika.
"Siap Mi, Reza pergi sama Rere dulu. Eehh, Lu ikut kagak?" Tanya Reza pada Mira.
"Pengen nya sih ikut, tapi dari pada ganggu orang pedekate, mendingan enggak dulu deh." Celetuk Mira membuat Reza mengacungkan jempol nya.
Dimas mengepalkan kedua tangan nya, dia merasa cemburu, marah, kesal, kecewa bercampur menjadi satu. Dia melepaskan genggaman tangan Sila dan pergi.
"Ehh, Ayang mau kemana?" Sila mengejar kekasih nya itu dengan kepayahan karena dia memakai sendal hak tinggi.
__ADS_1
🌷🌷🌷
Yeahh, bang Reza coming🥳. makan tuh cemburu Dimas😑