Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 104 IRS


__ADS_3

Reza menatap sekretaris baru nya dari atas kepala hingga ujung kepala, lalu menutup wajah nya dengan satu tangan, lengkap dengan gelengan kepala yang membuat wanita itu keheranan sendiri. 


"Maaf tuan muda, anda kenapa?" Tanya nya dengan suara lembut mendayu, namun bagi telinga Reza, tak ada suara selembut suara istrinya yang seperti suara malaikat bersayap. 


"Niat kau kesini mau bekerja atau mau ngelontee?" Tatapan nya berubah menjadi tatapan tajam yang membuat nyali wanita itu menciut seketika. 


Dia pikir dengan berpakaian sekssi seperti ini akan memudahkan nya, namun ternyata pria di hadapan nya berbeda dengan CEO lain nya. 


"B-bekerja tuan." Jawab nya terbata. 


"Nama mu siapa?" 


"Stefanny, Tuan." Jawabnya pelan. 


"Jika kau masih ingin bekerja di perusahaan ini, ganti pakaian mu menjadi tertutup. Kau terlihat seperti jalaang dari pada sekretaris." Sindir nya pedas, membuat kedua mata wanita itu membulat seketika.


"Ma-maafkan saya tuan." 


"Tak perlu minta maaf, sekarang pergilah dan ganti pakaian mu lalu kerjakan pekerjaan mu." Tegas Reza tanpa berminat melihat ke arah wanita itu. 


Wajahnya memang cantik dengan body aduhai yang membuat banyak laki-laki terpesona padanya, namun apa ini? Baru kali ini ada laki-laki yang menolak pesona nya. Dia malah merasa tertantang untuk menaklukan seorang Reza Argantara, tanpa dia tahu kalau pria itu sudah beristri dan saat ini istri nya sedang mengandung buah cinta mereka.


Hanya Reza yang berani menolak pesona nya, jelas saja itu membuat harga diri nya terluka. 


Dia keluar dan segera mematuhi perintah Reza, dia mengganti pakaian dengan pakaian yang lebih tertutup, namun tetap menonjolkan bentuk tubuhnya.


Setelah berkutat beberapa jam di depan laptop, Reza akhirnya menyelesaikan pekerjaan nya, dia merenggangkan otot nya yang terasa pegal karena seharian bekerja. 


Dia beranjak dari duduknya dan bersiap pulang, namun saat membuka pintu dia malah melihat Stefanny sudah berdiri di depan nya. 


"Selamat sore tuan."


"Sore, minggirlah dari hadapanku. Aku ingin pulang," ketus Reza, namun seperti nya Stefanny ingin memancing amarah seorang Reza. Dia tidak bergerak sedikit pun, Reza bergeser ke kanan wanita itu juga ikut bergeser, pria itu bergeser ke kiri juga dia ikut bergeser, membuat kesabaran Reza terancam habis. 


"Kau bisa minggir atau aku memecatmu, sialan?" 


"Aaahh maafkan saya tuan."


"Pergi dari hadapan ku dan jangan muncul di depanku, kau membuat mood ku hancur!" Tegas Reza membuat Stefanny terlonjak mendengar suara Reza yang menggelegar, membuat Marko yang berada di ruangan nya langsung keluar.


"Ada apa, Tuan muda?"


"Kau bisa melihat dia sekretaris yang mencoba menggoda atasan nya kan? Kenapa kau tak becus mencarikan aku sekretaris hah?" Ucap Reza pelan tapi menusuk, membuat Marko menelan ludahnya dengan kasar. 


Aura Reza sama dengan Argantara, anak dan ayah sama aja. Selalu bisa membuatnya terintimidasi.

__ADS_1


"Kalau esok hari dia muncul di hadapanku, aku akan memecatnya, Marko." Tegas Reza lalu pergi dengan menenteng tas kerja nya.


Marko hanya menatap sinis wanita di depan nya, lalu tanpa kata dia juga pergi dengan langkah tegap nya, meninggalkan Stefanny yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Suara Pak Reza sekssi banget sih ya ampun, jadi pengen denger pas dia manggil-manggil namaku di ranjang!" Gumam nya sambil mesem-mesem. 


Sedangkan Reza, sepanjang perjalanan dia merutuki pekerjaan asisten nya, kenapa bisa dia memilih sekretaris semacam Stefanny? 


"Marko sialan, kok bisa dia milih wanita semacam dia jadi sekretaris gua sih?" Rutuk Reza sambil mengendarai mobilnya menjauhi perusahaan. Dan hanya butuh beberapa menit saja untuknya sampai di mansion kediaman Argantara. 


Dia masuk ke dalam setelah memarkir mobilnya di garasi, dia membuka pintu utama, pria itu celingukan mencari keberadaan sang istri, namun nihil seperti nya Renata berada di kamarnya. 


"Hayo lho, nyari Renata ya?" Tanya Karina membuat Reza cengengesan. 


"Iya mbak, istriku kemana ya?" 


"Di dapur sama Mommy, katanya mau buat brownies." Jelas Karina, pantas saja tercium aroma kue yang sedang di panggang. 


"Eehh mau kemana?" Tanya Karina saat Adiknya itu tiba-tiba saja melempar tas kerja nya dan berlari ke arah dapur. 


"Nyusulin bini." Jawabnya sedikit keras, membuat Karina menggeleng. Dari dulu, Reza kalau mendengar kue, pasti akan langsung antusias. Namun seperti nya kali ini dia antusias bukan karena kue nya, tapi karena yang membuatnya adalah istrinya.


"Sayangku.." Panggil Reza pada sang istri sambil memeluk nya dari belakang dengan erat, hingga membuat Renata terlonjak dan hampir saja menjatuhkan wadah berisi adonan brownies.


"Ya ampun, Mas suami ngagetin aja." 


"Kangen sama aku apa sama baby nya?"


"Keduanya dong sayang, baby belum kelihatan. Tapi kamu kan udah jelas kelihatan, jadi untuk saat ini aku lebih kangen sama kamu." Jawab Reza, membuat Renata tersenyum karena geli. 


"Sayang, segeralah bercukur kau membuatku geli." Pinta Renata, karena wajah suaminya sedikit di tumbuhi bulu-bulu halus, apalagi di atas bibir.


"Bantu aku nanti ya, sayang." 


"Baiklah, sekarang lepaskan dulu. Aku harus memanggang adonan kue ini." Reza langsung menurut, namun dia berdiri tak jauh dari Renata dan mengikuti setiap apapun yang dia lakukan. 


"Bucin gak tau tempat.." celetuk Mariska sambil berjalan dengan membawa keranjang berisi buah. 


"Yeee Mommy ngiri aja." 


"Bantuin Mommy bersihin buahnya." 


"Okey Mom." Jawab Reza, dia duduk di depan sang Mommy dan ikut memotong buah. 


"Mau di buatin apa ini Mom?"

__ADS_1


"Salad buah, ternyata Rere suka banget sama salad buah buatan Mommy. Jadi, hari ini Mommy mau buat lagi buat dia." Jelas Mariska, membuat Reza tersenyum. Mommy nya terlihat sangat menyayangi istrinya. Begitu juga Papi dan Kakak perempuan nya.


"Mom, di cobain dulu." 


"Suami tampan mu ini gak di suruh nyoba juga, ayang?"


"Cobain aja dulu Mas, enak atau nggak." 


Reza dan Mariska sama-sama mencomot satu iris kue brownis buatan Renata dan memakan nya.


"Enak sayang, menurut aku sih apapun yang kamu buat selalu enak."


"Kamu mudah paham sama resep yang baru Mommy ajarin ya, bagus sayang ini udah enak banget." Puji Mariska, memang kemampuan memasak Renata sangat bagus. Dia mudah menghafal resep dan mempraktekkan nya, hanya dengan satu kali belajar saja dia bisa membuat nya dengan baik. 


"Gimana kerjaan kamu di kantor, Nak?" Tanya Argan, sambil menyeruput kopi nya.


"Lancar aja Pih, cuman gak nyaman sekarang. Punya sekretaris kok dandanan nya kek lontee." Celetuk Reza membuat Argan tersedak kopi.


"Mas.."


"Apa sayang? Fakta nya gitu, aku mulai meragukan kinerja Marko sebagai asisten kalau begini Pih." 


"Haha, ada-ada saja pria itu. Baiklah nanti Papih lihat sendiri, seperti apa sekretaris mu itu Nak." Celoteh Argan sambil tertawa. 


"Kali-kali nengok ke kantor Napa Pih."


"Besok aja, tadinya Papih udah gak mau kesana lagi. Tapi kamu yang minta, jadi oke besok Papi kesana." Jawab Argan membuat senyuman Reza tersungging. 


"Yang, ke kamar yuk." Ajak Reza.


"Ngapain? Masih sore, Mas." Jawab Renata.


"Pengen manja-manjaan aja, capek soalnya." 


"Turutin aja sayang, nanti dia nya merajuk repot nanti." Ucap Mariska, membuat Reza langsung menarik tangan sang istri.


"Pelan-pelan, ingat istrimu lagi hamil itu gak usah di tarik-tarik." Kali ini Argan yang memperingati sang putra.


"Yaelah, sabar napa. Gak di tarik juga Renata nya juga jalan nanti." 


"Yeee ikut-ikutan aja, mbak." Ketus Reza, karena merasa lama, akhirnya Reza langsung menggendong sang istri ala bridal style membuat kedua orang tua nya terkekeh melihat tingkah sang putra. 


.......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


Eza bucin nya udah mendarah daging kalo kata Karina 🤣 santai, gak ada pelakor lagi kok


__ADS_2