
"Dimas, tunggu!" Teriak nya sambil berdiri, namun Dimas menulikan telinga nya, dia terus saja menarik tangan Renata hingga membuat perempuan itu berjalan terseret karena ulah Dimas.
"Mas, pelan-pelan dong." Bujuk Renata setelah posisi mereka agak jauh dari perempuan yang sedari tadi mengejar mereka.
"Maaf, sebaiknya kita pulang saja. Mas gak mau bertemu gadis itu lagi."
"Ide bagus, sebaiknya kita memang pulang. Disini situasi nya sudah tidak aman, ada buaya betina yang berkeliaran mencari mangsa!" Ujar Mami Erika dengan tujuan menyindir putra nya.
Bisa-bisa nya perempuan binall itu datang lagi setelah merusak putra nya.
Renata pun tak bisa berkata apa-apa lagi, dia hanya kembali melangkah saat tangan Dimas kembali menarik nya, namun kali ini lebih lembut tak seperti tadi.
Ketiga nya sampai di parkiran mall, Dimas duduk di bangku belakang seperti tadi, sedangkan Renata duduk di samping Mami Mertua nya.
"Ngapain sih itu perempuan pake muncul segala? Merusak suasana aja!" Gerutu Mami Erika sambil mengemudi.
"Itu kan tempat umum Mi, jadi ya wajar-wajar aja dia ada disana juga. Kali aja lagi shoping atau sekedar nongkrong, Sila kan anak gaul."
"Harusnya kita gak ke mall ini, malesin banget ketemu cewek modelan gitu. Itu yang suka sama dia gak punya mata apa ya? Atau rabun." Sindir Mami Erika lagi, membuat Dimas mendengus kesal.
'Ya ampun Mami, yang Mami kata-katain itu anak Mami sendiri lho.' Batin Renata, beberapa kali dia melirik ke arah belakang, namun Dimas masih terlihat santai saja. Seperti nya tak menganggap sindiran yang di lontarkan Mami Erika dengan mulut pedasnya.
Krruuukkk…
Renata membulatkan mata nya, perutnya berbunyi nyaring membuat nya merasa malu, terlebih bunyi nya di depan mertua dan suami, tengsin abis.
"Kamu laper, Sayang?" Tanya Mami Erika.
"Hehe, i-iya Mi. Maaf ya, gak sopan."
"Gak apa-apa kok, kita mampir di warung bakso itu ya, Mami pernah beberapa kali makan disana, rasanya enak harga nya juga murah."
__ADS_1
"Okey Mi, kebetulan Rere suka bakso." Renata langsung setuju ketika Mami Erika mengatakan bakso, bulatan yang terbuat dari daging sapi maupun ayam itu adalah salah satu makanan favorit nya, setelah mie ayam tentu nya.
"Kamu mah pemakan segala, cuma di kasih batu sama kayu aja yang gak di makan, keras soalnya. Tapi kalo batu nya lunak, pasti udah Rere makan tuh." Celetuk Dimas dari belakang, membuat perempuan itu melayangkan tatapan tajam nya ke arah Dimas yang sudah terkekeh.
"Bagus itu, Sayang. Gak ribet, gak pilih-pilih makanan." Mami Erika malah memuji Renata, membuat perempuan itu berada di atas awan karena ada yang membela nya.
"Dengerin tuh, doyan makan juga aku gak gendut kok, badan aku bagus. Yang penting harus seimbang antara makan sama olahraga nya."
"Iya iya deh, si paling bodygoals." Jawab Dimas membuat kedua perempuan di depan cekikikan. Tentu saja satu laki-laki takkan pernah bisa menang dari dua perempuan satu frekuensi.
Hingga mobil yang di kendarai oleh Mami Erika berhenti di depan kedai bakso yang di sebutkan oleh nya tadi, tempat itu begitu ramai hingga membuat antrian yang cukup panjang.
Sedangkan di mall, Sila terus saja menggerutu. Bisa-bisa nya dia kehilangan jejak Dimas, padahal pria itu sudah di depan mata, namun yang paling mencolok adalah dua perempuan berbeda generasi yang membersamai pria itu.
"Sial, kenapa harus kehilangan jejak sih? Kalo aja aku bisa ngejar mereka pasti aku ada kesempatan manas-manasin si Renata itu!" Gerutu Sila.
Tadi, dia berniat untuk membeli ponsel keluaran terbaru. Tentunya karena Ken sudah mengirim uang untuknya, karena puas dengan pelayanan nya.
Sekalian membelikan pesanan pria itu juga, yakni pakaian dinas yang akan membuat nya semakin bernafsuu untuk menjamah nya, kalau pria itu puas, otomatis uang yang di berikan pria itu pun akan semakin banyak.
Sila pun memutuskan untuk pulang membawa mood yang buruk, di apartemen dia malah di sambut dengan Ken yang sudah duduk di sofa dengan kaki yang dia angkat.
"Sayang, sudah pulang? Puas belanja nya?" Tanya Ken menyambut Sila, namun gadis itu malah berjalan dengan kaki yang di hentak-hentakan ke lantai, lengkap dengan ekspresi kesal nya.
"Lho kok cemberut gitu, kamu kenapa Sayang?" Tanya Ken lagi, namun Sila tak menjawab. Dia hanya mendekat lalu memeluk Ken, menduselkan wajah nya di dada bidang Ken.
"Kamu kenapa? Cerita sayang, pulang belanja malah murung gini."
"Tadi aku ketemu sama Dimas, dia pergi sama Renata juga Mami nya, Ken."
"Ya terus?"
__ADS_1
"Dimas menggandeng tangan Renata mesra gitu, dia juga ngusap wajah Renata dengan lembut Ken, aku panggil dia tapi mereka malah pergi gak tahu kemana." Jelas Sila.
"Ohh jadi ini yang bikin tuan putriku murung? Ayolah Sayang, jangan putus asa. Masih ada banyak waktu untuk membuat pria itu kembali tunduk padamu."
"Caranya?"
Ken membisikan sesuatu, yang membuat ekspresi Sila berbinar seketika.
"Ide mu bagus, otakmu encer sekali kalo masalah gituan, Bbee."
"Iya dong, jadi sekarang bayar ideku itu dengan tubuhmu, deal?"
"Deal, tentu saja. Ayo, aku sudah membeli pesanan mu. Uang darimu aku pakai beli ponsel sama baju dinas dua setel, gapapa ya?" Tanya Sila.
"Gapapa dong, itu kan uang kamu. Nanti aku kasih lagi kalo kamu bisa puasin aku seperti biasa."
"Siap Sayang," jawab Sila, dia berjalan lebih dulu lalu masuk ke kamar nya, tak lama dia keluar kembali dengan pakaian dinas berwarna merah terang, lengkap dengan dalaman renda dan hanya bentuk segitiga di depan nya saja.
"Waw, you look so hot babe!"
"Ready?" Tanya Ken.
"Yes, i'm ready Babe." Jawab Sila, dia berjalan mendekat dan langsung duduk di pangkuan Ken. Ronde pertama di mulai di sofa, tanpa melepas celana, hanya menurunkan nya sampai ke lutut. Mereka bermain di sofa ruang tamu, dengan panas dan brutal, membuat Ken meracau nikmat saat Sila menggoyang senjata nya.
"Aaahhh Babe!"
"Baru Lima menit Babe, kau selalu saja gampang keluar!" Rutuk Sila, lalu turun dari pangkuan Ken, dia berjongkok hingga cairan kental milik Ken yang tadi di semburkan naga nya menetes ke lantai.
"Aku lupa meminum obat nya, Sayang."
"Huhh selalu saja pakai obat, lemah!" Cibir Sila, memang Ken jika bermain pasti tak lama, namun senjata nya mudah kembali bangun dan siap di ajak bertempur kembali.
__ADS_1
.....
🌷🌷🌷🌷🌷