Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 76 IRS


__ADS_3

15 menit sudah berlalu, Reza masih belum beranjak dari duduknya, dia menggerakan kaki nya ke kanan ke kiri, tak sabar menunggu wanita pujaan nya keluar dari kamar mbaknya.


"Kamu kenapa sih, Za? Itu kaki nya nyundul-nyundul meja, kopi Papi tumpah nanti." Celetuk Argan saat melihat kaki sang putra yang tak bisa diam.


"Hehe, Papih.." Jawab Reza sambil cengengesan, membuat Argan menggelengkan kepala nya melihat tingkah sang putra. 


Ceklek.. 


Pintu kamar di depan nya terbuka, Renata keluar dan menutup pintu dengan perlahan. Reza menganga, lengkap dengan kedua matanya yang membulat sempurna. 


Dia menelan ludah nya dengan kasar saat melihat penampilan Renata.


"Masyaallah cantiknya calon istri." Puji nya sambil tersenyum manis, membuat Renata memerah. 


"Sini, duduk disini." Ajak Reza sambil menepuk kursi kosong di samping nya. 


"Eemm, aku mau pulang, Za." 


"Lho kenapa? Kata Mommy kamu harus makan dulu." Bukan Reza, tapi Argan lah yang bertanya. 


"Iya, Mommy udah masak buat kamu. Makan dulu disini ya, setelah makan aku anter pulang, oke?" 


"Terserah Eza aja deh." Pasrah Renata. 


"Jawaban nya kurang memuaskan." 


"Iya iya, Reza bawel." Jawab Renata lagi, membuat Reza tersenyum. 


Renata pun ikut makan malam, beda nya suasana nya tidak secanggung saat pertama kali dia ikut makan malam bersama keluarga Reza. 


Perempuan itu mengambilkan nasi juga lauk pauknya untuk semua orang, setelah selesai barulah dia mengisi piring nya sendiri lalu makan dengan lahap. 


Setelah menyelesaikan acara makan malam, Reza benar-benar menepati janjinya. Dia mengantarkan Renata pulang ke rumahnya. 


"Mampir dulu?" Tawar Renata. 


"Udah malem, aku langsung pulang aja ya. Makasih waktunya," 


"Ada juga aku yang terimakasih, yaudah kamu hati-hati di jalan nya. Jangan ngebut bawa mobil nya, pelan aja yang penting selamat." Peringat Renata. 


"Iya iya cantik, aku pamit pulang dulu. Besok aku anter kamu lagi." 


"Gak usah, aku bisa sendiri kok." Tolak Renata. 


"Tapi Re.." 


"Biarin aku selesain masalah aku sendiri, Eza. Aku udah terlalu banyak nyusahin kamu, jadi kali ini aku ingin sendiri. Kamu gak usah khawatir, aku pasti ngabarin kamu kok." 

__ADS_1


"Huhh, ya udahlah. Kalo ada apa-apa telpon aku ya?" Renata mengangguk, Reza pun pergi dengan mobil nya. Dia membunyikan klakson sebelum keluar dari gerbang, Renata berdiri sambil melambaikan tangan nya ke arah mobil Reza yang perlahan menjauh. 


Renata membuka pagar, namun alangkah terkejutnya dia saat melihat Dimas sudah duduk di kursi teras dengan menatap nya tajam. 


Renata heran, kenapa bisa pria itu berada disini? Sedangkan ini adalah malam pertama nya setelah menikahi Sila? Sungguh jauh di luar bayangan. 


"Dari mana saja kamu? Pulang malam di anterin laki-laki lain, inget kamu masih punya suami, Renata!" Sewot Dimas membuat Renata jengah. Dia memilih diam dan memutar anak kunci lalu masuk, dia berniat menutup nya tapi tangan Dimas keburu menahan nya. 


Jadi, mau tak mau Renata membiarkan pria itu masuk, dari pada terjadi perdebatan di luar rumah.


"Ada hal apa yang membuat Tuan Dimas datang ke rumah saya?" Tanya Renata, dia menyedekapkan tangan nya di dada. Menatap pria yang berstatus suami nya itu dengan tatapan penuh arti. 


"Aku hanya merindukan istri ku." 


"Istri? Bukankah ada istri lain yang baru saja kau nikahi, kenapa harus aku?" Tanya Renata. 


"Re.." 


"Selamat, saat ini kau menyandang status pria dengan dua istri." 


"Sayang, aku tahu kamu marah sama aku. Tapi tak adakah kesempatan kedua? Aku ingin memperbaiki hubungan kita." 


"Memperbaiki? Sampai kapanpun, gelas yang sudah pecah takkan bisa di satukan kembali. Meski bisa, tetap ada retakan. Begitu juga aku, jadi sebaiknya kamu pergi dan menikmati malam pertama mu dengan Sila, istri baru mu." Jawab Renata datar. 


"Renata, bisakah kau menerima Sila sebagai madu mu? Tak bisakah kalian akur?" 


"Reza pasti sudah mempengaruhi mu, Re." Renata menoleh, dia tak suka saat Dimas membawa-bawa Reza ke dalam masalah rumah tangga mereka.


"Berhenti membawa-bawa nama Reza dalam masalah kita, Dimas. Dia tidak bersalah apapun, jika pun aku menginginkan perpisahan, itu karena salah mu sendiri. Jadi berhentilah menyalahkan orang lain atas kesalahan mu sendiri." 


"Kau berani meninggikan suara mu di depan ku ya? Aku suami mu Renata!" Teriak Dimas membuat Renata sedikit takut. 


Tiba-tiba saja Dimas menarik pergelangan tangan Renata dan menyeretnya ke kamar, melempar wanita itu ke ranjang dan menindih nya. 


"Aku menginginkan tubuhmu, Renata ku sayang!" Dimas tersenyum smirk saat menatap wajah ketakutan istrinya. 


"Tidak, aku tidak Sudi di sentuh oleh mu pria tak setia!" Teriak Renata sambil meronta, kaki nya berusaha menendang ************ Dimas, namun upaya nya masih belum membuahkan hasil.


"Tolongg.." teriak Renata lagi.


"Berteriaklah sekuat tenaga mu, Baby. Mereka takkan berani masuk, karena mereka tahu kau dan aku masih suami istri." 


Dimas mencumbu leher Renata, dia meninggalkan bekas kemerahan di leher nya, dia juga merobek paksa pakaian yang Renata pakai, dia menjamah buah kenyal itu dengan kasar. Renata tak berhenti meronta, dia berteriak meminta tolong berharap akan ada yang mendengar lalu menolong nya. 


Dimas mengecup seluruh tubuh Renata hingga membiru di beberapa bagian, wanita itu menangis. Dia merasa jijik saat Dimas menyentuhnya. 


"Hentikan Dimas, aku masih nifas!" Pekik Renata, namun sepertinya Dimas yang sudah sangat bernafssu tak mendengarkan ucapan Renata. 

__ADS_1


Ceklek..


"Hentikan kegilaan mu ini, Dimas!"


Dimas menoleh, dia melihat Mami Erika sudah berdiri di ambang pintu dengan tatapan penuh amarah. 


Perlahan, dia bangkit dari tubuh Renata. Begitu juga Renata, dia meraih selimut dan menutupi tubuhnya yang sudah di penuhi tanda merah karena ulah Dimas. 


"Mami.." 


Erika berjalan cepat dan.. 


Plak.. 


Suara tamparan menggema di seluruh ruangan, saking kuat nya Erika menampar putra nya. 


"Kau belum puas menyakiti Renata, Dimas? Setelah semua yang kau lakukan, kau masih berani menampakan muka mu di depan nya? Apa kau tak malu hah?" Teriak Mami Erika, dia tak kuasa membendung emosi nya. Apalagi saat melihat keadaan Renata. 


"Dia wanita, Dimas. Sama seperti Mami, kau menyakiti nya sama saja kau juga menyakiti Mami. Apa yang membuat kau berubah nak? Mami bahkan tak mengenali mu lagi." 


"Kau bukan Dimas yang Mami kenal, anak mami bukan pria yang suka menyakiti wanita." Teriak Erika, dia benar-benar sudah kehilangan kesabaran atas putra nya. 


"Pergi Dimas, pergi dari sini dan jangan pernah menampakan wajah mu di depan Mami lagi." Usir Erika, Dimas pun pergi dengan langkah gontai. 


"Sayang.." 


"Mami… hikss.." Renata menghambur memeluk Mami Erika, dia menangis tergugu di pelukan mami mertua nya. 


Erika mengusap lembut kepala Renata, juga mengecupi nya dengan sayang. 


Dia melerai pelukan, dia mengusap wajah Renata. Menatap lamat-lamat wajah cantik itu, wajah yang biasa nya tersenyum itu kini berubah menjadi wajah penuh kesedihan, bahkan mata nya sembab karena terlalu banyak menangis. 


"Maafin Mami ya cantik, mami gagal jagain kamu." Dia kembali memeluk Renata dengan erat, dia juga menangis karena tak tahan melihat menantu nya yang di perlakukan sangat tak adil oleh putra nya sendiri. 


......


🌷🌷🌷🌷


jangan lupa vote nya bestie🥰🥰


.....


jangan lupa juga mampir ke karya temen author ya☺️



Lelakiku, karya kak Tika Permata 🥰

__ADS_1


__ADS_2