
Dimas pulang ke rumah dengan keadaan wajah yang kusut seperti benang pancing, dia beberapa kali mengusap kasar wajah nya sebelum memasuki rumah.
"Mas sudah pulang?" Sapa Renata dari dapur, dia langsung mendekat dan meraih sebelah tangan Dimas, lalu mengecup punggung tangan nya dengan takzim.
"Mas capek, Sayang."
"Mandi dulu ya, setelah itu Mas makan. Aku udah masakin makanan kesukaan kamu lho." Ucap Renata, membuat Dimas hanya tersenyum kecut lalu memeluk tubuh sang istri.
"Kenapa Mas? Gak biasa nya kamu gini." Tanya Renata heran.
"Gapapa, kangen aja sama kamu."
"Kangen? Aku belum selesai datang bulan lho." Goda Renata membuat wajah Dimas semakin kusut.
"Lama banget, kangen sama si kue apem punya kamu."
"Iya sebentar lagi selesai kok, udah sana mandi dulu. Baju nya simpan ke keranjang pakaian kotor ya, jangan di lempar sembarangan." Peringat Renata.
"Iya Sayang, yaudah Mas mandi dulu ya." Dimas pun pergi ke kamar dengan langkah gontai, namun Renata tak mencurigai apapun, mungkin suami nya hanya kelelahan saja setelah bekerja lembur semalam.
Renata kembali melanjutkan acara bersih-bersih nya, tadi dia sedang menyapu ruang tamu saat suami nya pulang. Dia mengambil alat pel dan mulai mengepel hingga bersih.
"Mas, jalan nya pelan-pelan lantai nya masih basah." Peringat Renata saat dia melihat Dimas sudah keluar dari kamar dengan pakaian santai nya.
Dimas duduk di kursi kosong di meja makan, Renata dengan cekatan langsung melayani suami nya, sambel cumi dan ayam goreng kesukaan Dimas tersaji di piring.
"Wahh makan enak nih, Yang. Makasih ya,"
"Sama-sama Mas, kenapa mau lembur gak bilang-bilang dulu? Kalau tau dari awal, aku kan bisa siapin bekal lebih buat kamu."
Pria itu langsung tersedak saat Renata menanyakan tentang lembur, padahal Dimas tidak lembur, melembur nya di apartemen Sila. Dia benar-benar tak ingat melakukan apapun dengan Sila tadi malam.
"Pelan-pelan makan nya, Mas." Renata menepuk tengkuk Dimas, hingga batuk nya mereda.
"Tadi Mas gantiin temen Mas yang ada halangan, Sayang." Jawab Dimas setenang mungkin, dia mulai lancar berbohong sekarang.
"Ohh yaudah, kamu lanjut makan ya aku mau nyuci baju dulu."
"Iya sayangku." Renata masuk ke kamar dan membawa keranjang berisi pakaian kotor itu ke belakang.
Renata merogoh saku pakaian milik suami nya, dia terbelalak saat melihat lipstick berwarna merah ada di dalam saku pakaian kerja suaminya.
"Lipstick siapa ini?" Gumam Renata, belum selesai dengan keterkejutan nya saat melihat lipstick di saku baju suaminya, Renata kembali di kejutkan dengan secarik kertas yang jatuh dari saku celana suaminya.
Renata membuka nya, seketika itu juga hati nya sesak. Dia membaca untaian kata-kata mesra itu dengan mata yang mengembun.
__ADS_1
Ingin rasanya dia langsung bertanya pada Dimas, namun dia tak bisa langsung menuduh kalau suami nya sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.
Renata memilih menyimpan kertas dan lipstick itu, dia menggelengkan kepala nya menghilangkan segala prasangka buruk nya terhadap sang suami. Bisa saja itu kelakuan orang iseng kan?
Setelah selesai mencuci pakaian suami nya, Renata menjemur nya dan kembali ke rumah. Dia melihat Dimas sedang bermain ponsel.
"Lagi apa, Mas?" Tanya Renata, Dimas terkejut dan langsung mematikan ponsel nya, lalu menyembunyikan benda persegi itu di belakang tubuhnya.
"E-eehh enggak lagi ngapa-ngapain kok, kamu udah selesai cuci baju nya?" Tanya Dimas mengalihkan pembicaraan.
"Udah kok, udah aku jemur juga." Jawab Renata, dia bersandar manja di pundak sang suami.
Dimas mengusap lembut rambut sang istri lalu mengecup nya.
"Kamu capek, Sayang?"
"Capek sih, tapi gapapa kok." Jawabnya sambil tersenyum.
Keduanya pun larut dalam obrolan mesra ala sepasang suami istri yang baru saja menikah, kata orang masih anget-angetnya. Baru saja beberapa hari kedua nya melepas masa lajang.
Keesokan harinya, Dimas berpamitan untuk berangkat kerja kembali. Renata melepas kepergian sang suami dengan senyuman manis nya, dia melambaikan tangan ke arah Dimas yang pergi dengan menaiki motor nya.
Renata kembali masuk ke dalam rumah, dia juga bersiap untuk berangkat ke kampus, dia harus masuk kelas hari ini.
Dimas memasuki lobi kantor, ternyata sedang ada pembinaan karena ada staf management baru yang menggantikan staf lama yang resign karena hamil.
"Ini Sila Derkain, staf management baru yang menggantikan Anita yang sudah resign." Ucap Catherine.
"Hallo semua nya, salam kenal dan semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." Sila tersenyum manis, berbeda dengan Dimas yang menunjukan raut wajah terkejut nya.
"Bubar dan kembali ke pekerjaan masing-masing." Perintah Catherine. Semua nya pun bubar, termasuk Dimas dan teman-teman nya. Dia kembali mengambil alat tempur dan memulai pekerjaan nya di pagi hari ini.
"Staf management yang baru cantik bener ya," Cetus Arman sambil terkekeh.
"Bohay ye kan?"
"Iya, body nya buset." Ucap Arman lagi. Namun Dimas hanya menjadi pendengar saja, tanpa berniat nimbrung.
Singkatnya, waktu bekerja pun selesai. Dimas sudah bersiap akan pulang, dia sudah memakai helm nya.
"Dimas, tunggu!" Dimas menoleh, dia melihat Sila berlari mendekat ke arahnya.
"Kenapa?"
"Pulang bareng yuk?" Ajak Sila sambil menggelayut di tangan nya.
__ADS_1
"Jaga sikap kamu Sil, ini di depan umum dan semua orang tahu aku sudah beristri."
"Aku kan pacar kamu, jadi aku berhak juga atas kamu." Jawab Sila tanpa malu, dia meraih helm dan memakai nya tanpa persetujuan Dimas.
Dimas nampak pasrah, dia menaiki motor gede nya dan Sila langsung nemplok di punggung Dimas, tangan nya melingkar di pinggang Dimas dengan erat.
Sesampai nya di parkiran apartement, Dimas menghentikan motornya, Sila turun dan dengan manja nya dia meminta Dimas membukakan helm yang dia pakai.
"Mampir dulu yuk?"
"Aku langsung pulang aja, Renata udah nunggu aku di rumah." Jawab Dimas, dia sibuk menyimpan helm yang tadi di pakai Sila.
"Ayolah, kita senang-senang yuk? Kamu gak kangen goyangan aku?"
"Longgar, gak enak." Celetuk Dimas membuat Sila memberengut kesal.
"Aku udah perawatan Sayang, pokoknya di jamin rapet. Yuk, mau coba?" Bujuk Sila lagi, dia dengan sengaja menggesekan buah kenyal nya di lengan Dimas.
Dimas yang sudah beberapa hari ini tak mendapat jatah malam nya karena sang istri sedang menstruasi langsung meremang.
"Serapet punya Renata gak?"
"Ya mana aku tahu, kamu coba aja dulu. Kalo aku lebih enak kamu harus sering-sering nginep disini ya?"
"Yaudah, aku coba." Dimas membuka helm nya dan turun dari motor nya. Sila tersenyum penuh kepuasan, dia menarik tangan Dimas dan seperti kerbau yang di cucuk hidung nya, pria itu mengekor di belakang perempuan itu, menurut saja saat Sila menarik tangan nya.
"Jangan lupa, kirim pesan sama istri kamu biar dia gak ganggu!" Pinta Sila, setelah keduanya sampai di apartemen. Sila langsung membuka seluruh pakaian nya dan tanpa malu langsung duduk di pangkuan pria itu. Membelai lembut dada bidang pria itu dengan jemari lentik nya.
Sedetik kemudian, bibir mereka menyatu, saling melumaat dan mengulumm satu sama lain dengan liar karena nafssu yang sudah membakar kewarasan.
"Asshh pelan-pelan, Sil." Dimas mengerang saat batang nya di kulumm habis oleh Sila. Dia memejamkan mata nya menikmati sensasi yang sangat nikmat ini.
"Aaahhh Sil.."
"Gede banget ini, ayo kita langsung aja ke kamar, aku udah gak tahan pengen di masukin." Ajak Sila, dia kembali menarik Dimas ke kamar, dan ya perselingkuhan itu pun di mulai.
🌷🌷🌷🌷🌷
jangan lupa vote nya ya bestie🥰🥰🥰❤️
...
haii, author bawa karya temen author. jangan lupa mampir, kasih like komen sama vote ya bestie🥰
__ADS_1
Lady Devil karya Mom Al🥰