Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 7 Kejutan


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian....


Hari demi hari dilalui Stella tanpa rasa curiga jika suaminya telah menikah lagi dikota lain. Stella tetap percaya jika suaminya setia dan mencintai nya sepenuh hati, dan tidak akan membaginya dengan wanita lain.


Andin sahabatnya, kadang menelponnya sekedar ingin tahu keadaanya. Andin dalam hati curiga dengan suaminya Stella, apalagi suami Andin sering melihat Alvin selalu bersama dengan pegawai wanita yang sama setiap saat.


Kadang kala, Herman di tugaskan untuk mengecek beberapa barang di kapal pesiar yang harus diganti. Dan tanpa sengaja, dia juga berulang kali berpapasan dengan Alvin dan wanita yang sama yang bekerja di kapal pesiar itu sebagai administrasi.


Herman hanya sekedar menyapa Alvin karena memang mereka saling kenal sejak Andin mengenalkannya sebagai suami sahabatnya. Namun mereka juga tidak terlalu akrab. Jika bertemu hanya sekedar bertanya dan itupun karena urusan pekerjaan saja.


Hari ini, dia melihat wanita itu hamil besar dan melihat tangan Alvin mengelus perutnya. Jantung Herman kaget dan membuatnya menghentikan langkahnya. Dia lalu menelpon istrinya dan menceritakan apa yang dia lihat.


"Mas, coba kamu selidiki Alvin. Aku kasihan dengan Stella, karena aku juga pernah melihatnya bersama seorang wanita di hotel tempat kita menginap tempo dulu,"


"Bagaimana bisa mah, kita kan berbeda divisi. Jika aku mengikutinya, maka tidak enak, seakan aku memata-matai nya," kata suaminya yang terus menatap Alvin dan Nungky yang tengah duduk direstoran di atas kapal pesiar untuk makan.


"Mereka sekarang sedang makan bersama. Hanya saja, aku lihat mereka sering bersama dan terlihat sangat dekat, jarang aku melihat dia bersama wanita lain. Dan hanya wanita itu saja, yang sering menemaninya makan," kata Herman.


"Mendengar ceritamu, aku jadi semakin khawatir. Aku mengkhawatirkan Stella sahabatku. Jika sampai dia dikhianati, pasti dia akan sedih sekali. Aku tahu, bagaimana Stella sangat percaya dan mencintai suaminya itu. Meskipun di musuhi oleh keluarga suaminya, tapi dia tetap bertahan. Semua itu karena dia percaya, suaminya akan selalu berada disisinya mencintai nya dan melindunginya,"


"Ma sudah ya, mereka akan kemari, aku tidak enak," Herman lalu menutup telponnya. Istrinya sudah terbawa perasaan dan mulai emosional. Jika diteruskan, maka dia khawatir akan membuat rumah tangga Stella menjadi goyah. Padahal dia belum menyelidiki siapa wanita itu dan apa hubungan mereka.


Herman lalu bersembunyi dibalik pintu, kala Nungky dan Alvin berjalan meninggalkan restoran.


Alvin bahkan menggandeng tangan wanita itu dengan penuh perlindungan. Herman terus mengamati dari tempatnya berdiri.


Mereka lalu masuk kedalam kamar karyawan khusus wanita. Setelah mengantarkan Stella, Alvin berbalik dan berpapasan dengan Herman.


Raut wajah Alvin langsung berubah begitu melihat Herman di kapal tempatnya bekerja.


"Hai...kau di sini? Senang bertemu denganmu," kata Alvin berusaha tenang meskipun dalam hati dia kaget.


"Aku ditugaskan mengecek beberapa barang. Dan kau, ternyata kau juga disini? Kau dibagian apa?" tanya Herman basa-basi.

__ADS_1


"Aku di bagian teknisi,"


"Ohh ya, teknisi....aku pergi dulu. Banyak barang yang belum aku periksa," kata Herman.


"Oke Mas,"


Hanya sekedar basa-basi, setelah itu mereka berpisah dan kembali pada pekerjaan masing-masing.


Malam ini cahaya bintang begitu terlihat indah bertebaran di langit. Entah kenapa Stella jenuh didalam rumah. Dia lalu keluar ke halaman rumahnya dan menatap ka langit.


"Indah, sayangnya Mas Alvin tidak disini. Melihat bintang bersamaku, dan menikmati malam yang indah ini. Sudah dua bulan Mas Alvin ngga pulang. Meskipun tidak pernah telah mengirim uang. Tapi, aku merindukan dirinya," Bisik Stella sambil menatap langit dalam senyum penuh kerinduan pada suaminya.


Ditempat lain, di dag kapal, Alvin juga sedang menatap bintang yang sama, di langit yang indah, tapi bersama wanita lain.


Sejak, Nungky hamil, dia menjadi lebih sayang padanya. Meskipun awalnya dia marah, saat tahu istri sirinya hamil.


Dia memang ingin anak, tapi dari Stella, bukan dari Nungky. Namun Nungky telah hamil dan sebentar lagi melahirkan.


"Sebentar lagi aku akan melahirkan Mas, aku ingin lahiran di kota Jk saja," kata Nungky.


"Ya, aku juga sudah lama ngga pulang. Aku khawatir dengan Stella,"


"Lagi-lagi kau mencemaskan istrimu itu. Dia kan ngga sedang hamil. Dia pasti baik-baik saja Mas. Aku yang sedang hamil. Aku yang akan melahirkan. Nyawa taruhannya Mas. Harusnya kau lebih mencemaskan aku, ketimbang istrimu. Lagian, anak ini kan juga akan diserahkan pada istrimu,"


"Iya sayang, kamu kok jadi marah begitu,"


"Biasalah Mas. Bawaan bayi. Aku jadi mudah marah dan tersinggung," Nungky lalu bersandar di bahu Alvin. Nungky berdiri didepan dan Alvin dibelakangnya, menopangnya, sambil melihat bintang di langit dari atas lautan luas.


Dalam hati, Alvin membayangkan, andaikan saja Stella mau ikut dengannya, maka saat ini dia akan berada disini dalam pelukannya. Menatap bintang yang indah bersama nya.


Tapi sayangnya, Stella mabuk laut. Dia tidak bisa naik kapal karena pasti akan mual dan sakit perut. Sehingga membiarkan suaminya merantau sendirian.


Herman sedang vicol dengan istrinya Andin. Juga ada di dag kapal. Namun tidak sadar jika ada Alvin dan wanita itu sedang bersama.

__ADS_1


"Mas, aku melihat sesuatu, coba arahkan kameranya disudut sebelah kiri," pinta Andin pada Herman suaminya.


Herman menuruti apa kata istrinya.


"Itu kan suaminya Stella Mas. Sedang memeluk wanita, tapi aku tidak melihat dengan jelas, wanita itu, agak gelap soalnya, kamu bisa kesana Mas," pinta Andin pada Herman.


"Coba aku lihat," kata Herman dan saat dia akan kesana, Alvin dan Nungky sudah turun tangga. Mereka akan kekamar karena Nungky merasa pusing dan perutnya seperti akan melahirkan.


"Mereka sudah tidak ada Mah," kata Herman pada Andin.


"Padahal aku yakin itu mereka Mas," Andin nampak kecewa karena tidak bisa membuktikan perselingkuhan suami Stella.


"Ya sudah ya, sampai ketemu dirumah, aku akan siap-siap pulang," kata Herman yang akan pulang dua Minggu setelah pekerjaan nya selesai.


Sementara, Nungky langsung dibawa kerumah sakit dengan kapal lain, saat tahu perutnya berkontraksi.


Niatnya untuk lahiran di kota Jk tidak bisa diwujudkan. Perutnya terlanjur mulas disini.


Alvin membawanya kerumah sakit bersalin terdekat.


Nungkypun lalu melahirkan secara Caesar. Bayinya perempuan tapi mirip sekali dengan Alvin.


"Bayinya mirip kamu mas," kata Nungky setelah selesai melahirkan.


"Kamu benar, aku sangat bahagia. Ternyata punya anak itu, sangat membahagiakan. Pantas saja, Stella sangat ingin punya anak, tapi aku selalu menolak saat dia ingin program kehamilan," kata Alvin dan terdengar oleh Nungky.


"Stella lagi. Kamu selalu mengingatnya Mas. Aku baru saja berjuang melahirkan anakmu. Tapi kau terus menyebut nama istrimu. Harusnya kau hanya mengingatku dan mengkhawatirkan diriku. Aku sudah memberimu seorang anak. Dan aku juga memberikan keluargamu keturunan. Kamu anak lelaki satu-satunya. Maka keturunan itu sangat penting. Dan aku mewujudkan keinginan keluarga mu,"


"Iya, terimakasih sayang...." Tak ingin berdebat, Alvin lalu mencium kening Nungky.


Mereka lalu membawa bayi merah itu pulang ke kota Jk beberapa hari kemudian.


Stella sedang menunggu suaminya, karena Alvin mengatakan akan memberinya kejutan.

__ADS_1


__ADS_2