Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 57 IRS


__ADS_3

Dimas menghela nafas lega, dia tersenyum manis saat melihat sang istri sudah pergi. Dia merasa senang karena sampai saat ini perselingkuhan nya belum terbongkar juga. 


"Senyam-senyum aja terus, mentang-mentang udah di bawain sarapan sama istri." Celetuk Arman membuat Dimas nyengir. Arman tak tau saja kalau yang membuat Dimas tersenyum itu bukan karena bekal yang di antar sang istri, tapi karena hal lain. 


"Iri aja jomblo!" Ledek nya sambil menepuk pundak Arman, dia berlalu dari depan pria itu, memilih pergi ke ruang belakang.


"Dihh, tapi iya sih aku jomblo. Kapan jodohku datang ya?" 


"Heh, jodoh itu gak bakal jatuh dari langit. Usaha makanya, good rekening aja dulu masalah good looking itu urusan belakangan." Celetuk Fadly membuat Arman mencebikan bibirnya kesal. 


Dimas masuk ke salah satu bilik toilet, dia mengeluarkan ponsel nya dan mengetik pesan pada Sila, selingkuhan nya. 


'Nanti pulang bareng, aku tunggu di parkiran.' Isi pesan yang langsung mendapat centang dua berwarna biru, tanda nya perempuan itu langsung membaca nya. 


"Oke sayang, nanti jadi bagian jatah aku kan?" Balas nya, membuat Dimas tersenyum.


'Jadi Sayang, aku sudah meminta izin pada Renata dan dia mengizinkan aku lembur hari ini.' Ceklis dua, namun berwarna abu-abu. Dimas pun keluar dari toilet itu dan memilih kembali beberes agar dia bisa pulang barengan bersama karyawan lain. 


Sedangkan di ruangan staff, Sila tengah duduk di pangkuan seorang pria, siapa lagi kalau bukan Ken. Pria itu tengah memainkan bukit kenyal milik Sila dan sesekali memelintir putiing nya, membuat Sila mendesis nikmat. 


"Kapan bagian ku, Babe? Aku juga ingin memasuki lubang hangat mu." Tanya pria itu dengan nada manja. 


"Bukan nya kemarin sudah? Kamu ini gak ada puasnya masukin aku."


"Ya habisnya enak, aku udah transfer ke rekening mu, buat perawatan ke salon biar makin sempit." Ucap Ken, membuat wajah Sila berbinar. 


"Terimakasih Sayang, kamu memang yang paling mengerti apa kebutuhan ku."


"Tentu saja, pergi dan beli pakaian dinas ya." Pinta Ken membuat Sila tersenyum makin lebar saja. 


"Aku beli dua ya, Sayang? Satu untukmu dan satu nya lagi untuk aku pakai menggoda Dimas." 


"Huh, terserah apa katamu saja Sayang. Selesai kan misi mu cepat, aku tak bisa terus berbagi lubang." Jawab Ken datar. 


"Aku akan berhenti jika kedua hancur, Sayang." 

__ADS_1


"Baiklah, beri aku pelampiasan dulu." Pinta Ken, Sila mengerti. Dia turun dari pangkuan Ken dan menurunkan resleting celana bahan pria itu, juga boxer mahal yang dia pakai. 


Setelah berhasil membuka nya, Sila terbelalak. Kenapa milik Ken juga besar? Perasaan saat terakhir mereka melakukan nya, belum sebesar ini. 


"Kamu heran, sayang?" Tanya Ken, Sila mengangguk cepat. 


"Aku ke dokter dan melakukan pemijatan agar batang ku besar, Sayang." Jawab Ken, membuat Sila tersenyum senang. 


"Aku suka ukuran baru mu, junior." Sila mengusap kepala bawah milik Ken dengan lembut sebelum melahap nya. 


"Ssshhhh, babe!" Desis Ken, wanita itu mulai menjilati batang Ken dengan lidah nya, sesekali bergerak memutar di lubang kecil di ujung batang itu, membuat Ken meremas sandaran kursi. 


"Aaahh.." pria itu mengerang nikmat saat batang nya di lahap habis oleh Sila, namun Ken berfantasi bahwa perempuan yang sedang memanjakan nya adalah Renata, perempuan cantik bermata bulat. 


"Enak sekali sayang, lanjutkan. Kulumm semua nya!" Racau Ken, membuat Sila semakin bersemangat menggerakan kepala nya naik turun. 


"Aku ingin meledak, babe." Sila langsung melepaskan kulumaan nya dan bersiap menerima ledakan lahar panas. 


Ken mengocok cepat batang nya, hingga susu kental manis itu muncrat ke arah wajah Sila. Cairan kental berwarna putih itu di usap-usapkan oleh Sila ke wajah nya, kebiasaan aneh wanita itu adalah menjadikan cairan laki-laki sebagai masker wajah. 


"Itu cukup untuk hari ini, Sayang. Aku pergi dulu," Ken pergi dari ruangan itu meninggalkan Sila yang masih berjongkok dengan sisa cairan pelepasan Ken di wajahnya. 


Dia berjalan anggun, Dimas sudah menyambut nya dengan senyuman manis, dia mengulurkan helm dan perempuan itu langsung menempel di punggung Dimas. Dengan tangan yang melingkar erat di pinggang pria beristri itu. 


Dimas melajukan kuda besi nya menjauhi kawasan perkantoran tempat dia menggantungkan hidup itu, ke arah apartemen di kawasan elit. 


Apartemen Sila memang termasuk apartemen elit, harusnya Dimas curiga kan? Tapi seolah semua itu terlupakan begitu saja, saat mereka memadu kasih di tempat itu, tempat yang memakan banyak uang untuk sewa perbulan nya. 


Tak butuh waktu lama, motor yang membawa pasangan selingkuh itu berhenti di parkiran apartemen, kedua nya langsung masuk ke unit milik Sila. 


Mereka langsung berciuman panas, Dimas mendorong tubuh Sila ke kasur tanpa melepas tautan bibir mereka, keduanya berciuman dengan kasar dan liar penuh nafssu.


Tangan Dimas membuka kancing kemeja yang di pakai Sila dengan cepat, meraba dan meremass buah kenyal milik perempuan itu dengan buas nya. 


"Aaaahh sayang.." Desaah Sila saat kepala Dimas tenggelam di bawah sana. 

__ADS_1


Setelah di rasa cukup, Dimas membuka seluruh pakaian nya. Namun dia terkejut saat melihat junior kebanggaan nya tak bisa berdiri tegak seperti biasa, terlihat lemas tak berdaya.


"Duhh kok gak bisa bangun ya?" Keluh Dimas, membuat Sila yang sudah berada di ambang nafssu pun langsung bangkit dari rebahan nya. Dia melihat junior milik Dimas sama sekali tak bereaksi, menggantung lemah. 


"Kok gak bangun sih? Biasa di raba dikit aja langsung berdiri." Tanya Sila. 


"Aku gak tahu, Sayang. Kenapa ya? Kok gini." 


Sila mencoba mengulumm nya, namun tetap saja batang itu lemas. Akhirnya Sila kesal dan memilih memunguti pakaian nya. 


"Sayang, maaf.." 


"Pulang sana, aku marah." 


"Jangan marah dong Yang, aku mana tahu kalo bakalan gini." Jawab Dimas, dia masih berusaha untuk membuat senjata nya bangkit.


"Pulang!" Teriak Sila, nafssu nya sudah di ubun-ubun dan perlu pelampiasan, dia harus menuntaskan nya. Tapi dia tak bisa mengundang siapa pun kesini selagi masih ada Dimas disini. 


"Iya, aku pulang sayang." 


"Obati senjata mu itu," Dimas hanya mengangguk lalu pergi dari apartemen dengan otak yang di penuhi banyak pertanyaan. 


"Sial, kenapa kau hah? Biasanya kau begitu sensitif dengan sentuhan, tapi kenapa malah loyo begini." Rutuk Dimas, beberapa kali dia berdecak sebal. 


Sesampainya di rumah, Dimas masuk dengan wajah kusut nya. Renata yang mengetahui apa permasalahan pria itu hanya bisa tertawa penuh kepuasan dalam hati. 


"Gak bisa berdiri kan? Rasain tuh!" Gumam Renata pelan, saat melihat Dimas ngeloyor masuk ke kamar dengan lesu. Dia yakin obat itu bekerja dengan baik. 


"Obatnya manjur, aku akan membeli beberapa paket lagi agar kau semakin tersiksa Dimas!" 


Obat yang di beli Renata di salah online shop khusus pria benar-benar ampuh, dia membuat batangan itu lumpuh sementara hingga tak bisa ereksii. Jangan kan muncrat, bangun pun takkan bisa. 


Tapi tenang saja, jika pengaruh obat nya sudah hilang batang itu akan bisa bangkit seperti biasa dan tak berpengaruh pada kesehatan. Hanya membuat nya loyo untuk sementara saja. 


.....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


kasian nya kamu Dim🤣


__ADS_2