
Reza berjalan dengan Renata yang menggandeng mesra tangan nya, karyawan yang tak sengaja berpapasan langsung dengan CEO baru itu menunduk hormat, membuat Renata sedikit kurang nyaman.
"Kenapa? Kamu kurang nyaman, sayang?" Tanya Reza saat keduanya berada dalam lift.
"Iya Mas, mereka nunduk gitu pas kita lewat."
"Tandanya mereka menghormati kita, sayang. Aku atasan mereka disini, sedangkan kamu adalah istri atasan mereka. Aku rasa itu cukup adil dan beralasan kenapa mereka melakukan itu." Jelas Reza.
"Eemmmh, baiklah. Mungkin aku akan terbiasa nanti."
Singkatnya, keduanya pun keluar dari lift dan masuk ke dalam ruangan. Renata duduk di sofa sedangkan sang suami mulai mengerjakan pekerjaan nya, sebenarnya Renata sudah menawarkan diri untuk membantu, tapi Reza tak membiarkan nya.
"Kamu hanya menemani sayang, kalau bosan kamu bisa bermain ponsel atau menonton drama di laptop."
"Laptop? Kan laptop nya kamu pakai, Mas." Jawab Renata, karena dia hanya melihat satu buah laptop, itu pun sedang di pakai bekerja oleh suaminya.
"Ada yang lain sayang, ya kali perusahaan sebesar ini cuma punya satu laptop di ruang CEO."
"Ya iya juga sih, Mas." Ucap Renata sambil terkekeh.
"Yaudah, Mas kerja dulu ya sayang." Renata mengangguk dan kembali duduk dengan anteng di sofa, sambil memainkan ponsel nya, berselancar di media sosial.
Dia mengarahkan kamera ponsel nya ke arah meja suaminya, dia mengambil Poto sang suami yang sedang fokus bekerja dan mengunggah nya ke media sosial dengan caption 'Nemenin pak suami kerja', dengan emoticon cium dan love berwarna merah. Tak lupa, dia juga meng tag akun suaminya.
"Permisi, tuan muda." Marko nongol dari balik pintu.
"Ada apa pak?"
"Ini ada berkas pengajuan kerja sama dari perusahaan tuan Ken." Jawab Marko, membuat Reza tersenyum. Pria itu tak main-main dengan ucapan nya, dia melakukan nya, menjalin bisnis dengan nya agar bisa merebut Renata.
"Pelajari berkas nya dulu sebelum membawa nya kesini, Pak. Kalau tak ada yang mencurigakan, aku akan menyetujui nya." Jawab Reza, membuat Marko mengangguk dan bersiap akan pergi.
Namun, sedetik kemudian dia berbalik kembali.
"Apa lagi?"
"Besok sekretaris baru tuan akan datang."
"Ya, baiklah semoga aku menyukai kinerja nya." Jawab Reza ketus. Marko pun pergi dan menutup pintu dengan perlahan, karena dia melihat nyonya muda sedang tertidur di sofa.
Tring..
Reza membuka ponsel nya, dia melihat sebuah notifikasi dari akun media sosial nya. Pria itu tersenyum manis saat melihat poto yang di update sang istri.
__ADS_1
"Sayang.." panggil Reza, namun tak ada jawaban sama sekali. Ruangan itu terasa hening.
Reza bangkit dan melihat sang istri sudah tertidur pulas di sofa, dengan layar ponsel yang masih menyala, menayangkan drama yang sedang dia tonton.
Dia menggelengkan kepala nya, entah kenapa setiap tingkah polah Renata selalu menggemaskan di mata nya. Mungkin benar kata mbaknya, bucin nya sudah mendarah daging.
"Aku takkan pernah membiarkan siapapun merebut mu dariku, sayang." Ucap Reza lirih, dia mengusap lembut kepala sang istri dan mengecup singkat kening nya.
Pria itu menggendong sang istri ala bridal style dan membawa nya ke kamar khusus yang ada di ruangan itu, tempat yang biasa di pakai Papi nya saat lelah bekerja.
"Tidur yang nyenyak, My Wife. I love you so much." Bisiknya, lalu kembali mendaratkan ciuman singkat di kening Renata. Dia menarik selimut hingga ke dada sang istri, dan keluar dengan menutup pintu nya perlahan.
Reza pun kembali berkutat dengan banyak pekerjaan yang membuatnya cukup sibuk, jabatan nya saat ini sangat menguras tenaga, pikiran, dan waktu.
Singkatnya, tibalah waktu makan siang. Namun sang istri seperti nya masih tertidur, sedangkan Reza sudah mulai kelaparan. Dia tak terbiasa menahan rasa lapar, itu akan membuat perut nya perih.
Dia berjalan dan membuka pintu, namun seketika itu juga mata nya di buat melotot saat melihat selimut yang tadinya rapih menutupi tubuh sang istri, kini sudah teronggok mengenaskan di lantai.
Bahkan dress yang di pakai Renata pun tersibak ke atas, hingga menampakan paha putih mulus yang membuat jiwa kelelakian nya bangkit seketika.
Reza mendekat dan di detik berikutnya dia sudah berhasil menguasai tubuh istrinya, dia mengungkung nya dan dengan pelan dia menyibak dress sang istri lebih ke atas. Pertama, dia akan menyusu dulu.
Reza membuka pengait batok kelapa sang istri dan setelah berhasil dia mengangkatnya ke atas, dan pemandangan indah pun tersaji di depan mata. Reza menelan ludahnya dengan kepayahan, dengan tak sabar dia langsung melahap puncak kemerahan di bukit itu dengan rakus, sebelah tangan nya juga tak tinggal diam begitu saja, dia meremass bukitan yang satunya.
"Mas mengganggu mu ya?" Tanya Reza seolah tanpa dosa.
"Jelas ganggu Mas, tutupin tubuh aku ishh dingin." Pinta Renata.
"Nanti aja di tutupin nya, kalo dingin aku bisa bantu hangatin kamu."
"Aahh Mas.." Renata memekik saat Reza tiba-tiba menyerang leher nya, memberi beberapa tanda kemerahan disana, membuat Renata menggeliat kegelian.
"Wanna play with me, Darl?" Tanya Reza, kalau sudah begini ya kepalang tanggung dong, soalnya bagian bawahnya sudah terlanjur banjir dan berkedut tak karuan.
"Yes, i want. Let's f*ck me." Jawab Renata dengan manja, membuat Reza tersenyum dan langsung melucuti pakaian sang istri, begitu juga dirinya. Hingga keduanya sudah polos tanpa sehelai benang pun.
Reza kembali mengungkung sang istri dan mencium bibirnya dengan liar, nafssu nya sudah di ubun-ubun dan dia butuh pelepasan segera.
Reza menggoda sang istri dengan menggesek-gesekan kepala junior nya di bibir bawah nya, membuat Renata melenguhh pelan dalam ciuman nya.
"Eenghh.."
Reza pun mendorong pelan junior nya hingga melesak masuk sepenuhnya, Renata merasa ruang bawahnya penuh dan sesak.
__ADS_1
"Hangat, sayang."
"Bergerak lah sayang, aku tak sabar." Jawab Renata, tak apalah dia sedikit agresif, toh pada suaminya ini bukan pada orang lain.
Reza menurut dan bergerak maju mundur dengan teratur, hingga suara desahaan manja mewarnai ruangan itu, namun sepertinya Reza lupa memasang alat peredam suara, hingga suara-suara erotis mereka bisa terdengar dari luar.
Bertepatan dengan itu, seorang OB datang dengan menenteng beberapa kantong kresek di tangan nya.
"Permisi, delivery makanan.." pria itu celingukan sendiri dan tak melihat ada siapapun di ruangan besar dan mewah ini. Dia pun memutuskan untuk meletakan makanan nya di meja dan segera pergi dari ruangan itu.
Dia bersiap menarik handel pintu, namun telinga nya mendengar sesuatu yang membuat bulu kuduk nya merinding seketika.
"Aahhh.. aahhh.. faster Babe!"
"Sial, lupa kalau di sini ada istrinya Pak Reza." Rutuk nya lalu segera keluar, sebelum dia mendengar lebih banyak suara-suara yang memancing hasraat.
Sedangkan di kamar itu, Renata sedang berada di atas tubuh sang suami, mengambil alih permainan. Awalnya Renata merasa kesakitan karena junior sang suami masuk sepenuhnya hingga menyentuh titik denyut nya, namun kelamaan rasanya sangat luarbiasa, membuat Renata menggila dengan menggerakan tubuhnya naik turun dengan cepat.
Reza tersenyum, sesekali mata nya terpejam menikmati gerakan sang istri dan tak lama kemudian tubuhnya mengejang, dia kembali mencapai klimaaks yang entah ke berapa kalinya.
"Ayo tidur lagi sayang, aku akan meledak." Renata menurut dan kembali berbaring, Reza pun melanjutkan permainan dan beberapa menit berselang Reza pun mencapai puncaknya dengan menyemprotkan ****** ***** nya ke dalam rahim istrinya.
"Aaahh nikmat sekali sayang."
"Lepaskan dulu junior mu, sayang." Pinta Renata, kalau tidak segera di lepaskan pasti junior itu akan bangkit kembali dan menggempurnya.
Setelah beristirahat sebentar, keduanya pun mandi bersama tanpa ada bumbu-bumbu apapun, setelah selesai dan kembali berpakaian, keduanya pun makan siang bersama.
Sedangkan OB tadi, wajah nya memucat membuat rekan kerja nya heran.
"Kenapa wajah Lo pias gitu? Habis liat apaan emang di ruang CEO?" Tanya nya.
"Serem anjir, ruangan CEO itu angker banyak jurig nya njiir." Celetuknya membuat rekan nya tergelak.
"Mana ada hantu di ruangan sebersih itu sih?"
"Nanti gantian Lo yang nganter makanan ke ruangan Pak Eza kalo lagi ada istrinya."
Seketika rekan nya membulatkan mulutnya, dia mengerti apa yang teman nya maksud kan.
......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
bukan jurig lho itu🤣