
Reza menatap sang istri lekat, bibir nya terus menyunggingkan senyum kebahagiaan yang terpancar jelas dari wa wajahnya.
"Mas, kenapa natap aku terus sih?" Tanya Renata, dia merasa malu di tatap seperti itu.
"Gak nyaman ya? Maaf, aku terlalu bahagia kamu akhirnya sadar. Mas gak bisa bayangin gimana kalau kamu tidur nya lama." Jawab Reza mengatakan ketakutan terbesar nya.
"Aku kan cuma istirahat doang Mas, setelah merasa baikan aku kembali lagi sama kamu."
"Harusnya kamu bilang kalau kamu capek sayang, tapi jangan buat aku khawatir. Kamu gak tahu kan gimana takut nya Mas kemarin." Ucap Reza, membuat Renata tersenyum.
"Makasih ya, udah mendampingi aku di keadaan seperti ini."
"Iya, sama-sama sayang. Tapi harusnya kamu gak usah berterimakasih, ini udah kewajiban aku sebagai seorang suami yang baik, harus jagain istrinya." Jawab Reza, membuat senyum Renata semakin lebar.
"Yang, aku kangen."
"Sama, Mas. Aku juga kangen sama kamu, juga anak kita. Ohh iya, anak kita nama nya siapa Mas?" Tanya Renata dengan antusias.
"Farish Hakana Argantara dan Faisha Nabila Argantara, sayang." Jawab Reza. Renata hanya manggut-manggut, dan itu membuat suaminya salah paham, dia mengira bahwa istrinya itu tak menyukai nama buatan nya.
"Kenapa sayang? Gak suka ya? Kamu bisa ganti nama anak kita kok, maaf gak diskusi dulu sama kamu."
"Kata siapa aku gak suka? Aku suka banget malahan, jadinya baby Arish sama baby Aisha ya." Reza mengangguk membenarkan, dia memang sudah memikirkan semua nya dengan baik. Bahkan dengan nama panggilan nya sekalian, masa nama lengkap nya bagus tapi nama panggilan nya jelek, kan gak enak di dengernya.
Reza berdiri dari duduknya saat mendengar pintu yang di ketuk dari luar, dia tersenyum sambil mengambil sesuatu. Seperti nya itu tukang paket, tapi Reza memesan apa?
Tak lama kemudian, Reza kembali dengan buket bunga mawar merah. Dia memberikan nya untuk sang istri, awalnya dia ingin memberikan nya tepat setelah sang istri melahirkan, namun karena hal yang tak terduga, jadi dia mengurungkan niat nya.
"Ini untukmu istriku sayang, terimakasih sudah berjuang melahirkan anak kita. Aku mencintaimu, mungkin hanya dengan bunga ini takkan sebanding dengan pengorbanan yang sudah kamu lakukan, tapi dengan buket ini aku ingin kamu tahu bahwa aku sangat mencintaimu." Ucap Reza panjang lebar, membuat kedua mata Renata berkaca-kaca.
Dia sangat merasa di cintai oleh Reza, jadi beginilah rasanya hidup di penuhi dengan cinta dan kasih sayang? Dia baru merasakan nya setelah melewati segala macam cobaan sendirian. Namun kini, dia merasa dunia nya utuh.
Dia memiliki segalanya, suami yang mencintainya, ibu dan ayah mertua yang begitu menyayangi nya, dan jangan lupakan dia punya kakak ipar yang sangat baik. Dia bersyukur punya keluarga yang bisa menerima dirinya apa adanya, bahkan tak peduli dengan apapun status nya, mereka menerima dirinya dengan lapang dada.
"Aku juga mencintaimu, Mas. Sudah berapa kali aku mengatakan nya? Rasanya sudah sangat sering aku mengatakan bahwa aku mencintaimu juga, Mas."
"Rasanya aku takkan pernah puas mendengar ungkapan cinta dari mu, istriku sayang." Jawab Reza, membuat Renata hanya terkikik geli.
"Ada kejutan lagi, pejamkan mata mu sayang."
"Apa sih? Kamu gak bakal apa-apain aku kan?" Tanya Renata khawatir.
"Emangnya aku mau ngapain? Aku cuma mau ngasih kejutan doang sayang, ayo dong merem, bentar aja." Bujuk Reza, akhirnya Renata menurut dan memejamkan mata nya.
Pria itu mendekat dan melingkarkan sebuah kalung berlian di leher sang istri, satu pasang dengan gelang nya.
"Nah selesai, sekarang kamu boleh buka mata."
Renata terbelalak saat melihat gelang yang melingkar di tangan nya, gelang yang sangat indah dengan taburan berlian yang membuat Renata cengo sendiri.
"Mas, i-ini berlian asli kan?"
"Jelas dong, ya kali aku kasih perhiasan imitasi buat istri cantik ku. Gak mungkin, aku beli secara resmi kok, aku punya surat-surat nya." Jawab Reza, semakin melotot saja Renata di buatnya. Surat-surat? Berarti harga gelang dan kalung ini tak mudah kan ya?
"Mas, ini terlalu berlebihan buat aku."
__ADS_1
"Gak ada yang berlebihan buat kamu, sayang. Kamu sangat cantik saat memakai nya, itu hadiah dari aku. Lagi-lagi sebagai ungkapan bahwa aku sangat mencintaimu, Renata ku."
Mendengar ucapan Reza yang sangat tulus, membuat air mata Renata luruh seketika. Dia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia karena bisa di cintai oleh pria seperti Reza.
"Jangan nangis, sayang. Kamu gak boleh nangis setelah sama aku, malah kamu harus senyum terus ya? Aku gak suka lihat wanita yang aku cintai menangis."
"Tapi ini tangisan kebahagiaan Mas, aku bahagia karena bisa di cintai sama kamu sebesar ini, terimakasih banyak Mas." Renata menangis, membuat Reza mengusap ujung mata perempuan itu dengan tangan nya, lalu menggeleng.
"Kamu gak perlu berterimakasih, aku dengan senang hati melakukan nya. Mau peluk Mas mu ini, sayang?" Renata mengangguk, Reza pun mendekat dan Renata langsung menghambur memeluknya.
Wanita itu menduselkan wajahnya di perut sang suami, karena posisi sang suami yang berdiri, sedangkan Renata duduk di brankar. Berkali-kali, Reza mendaratkan kecupan hangat di puncak kepala istrinya itu, lalu mengusap nya dengan lembut.
'Andaikan saja kamu tak menerima ku waktu itu, mungkin seumur hidup aku takkan mau menikah dengan wanita mana pun, Renata.' Batin Reza, dia memang bertekad akan melakukan apapun agar Renata mau menerima nya, bahkan dia sudah menyiapkan rencana lain jika saja Renata menolak lamaran nya waktu itu. Tapi untunglah, Renata menerima nya dan mereka hidup bersama-sama saat ini.
Jadi, bisa di bayangkan sebahagia apa Reza saat ini? Mendapatkan wanita pujaan nya setelah berjuang sendirian selama bertahun-tahun, dan dia setia hanya pada satu wanita, yakni Renata. Wanita yang saat ini menjadi istrinya.
Ceklek…
Pintu terbuka menampakan wajah-wajah terkejut sekaligus bahagia, mereka melihat pasangan suami istri itu saling memeluk satu sama lain.
"Maaf, eemm bukan nya kami ingin mengganggu. Tapi bukan hanya kamu saja yang kangen sama istrimu, kami juga." Ucap Mariska, membuat Reza seketika menoleh lalu tersenyum, begitu juga dengan Renata.
"Sayang, Mommy kangen banget sama kamu. Aneh, seneng banget liat orang khawatir." Mariska mendekat dan gantian, kini dia yang memeluk menantu nya dengan erat, mengecupi puncak kepala nya dengan penuh kasih sayang.
"Maafin Rere kalau udah bikin kalian khawatir ya, Mom."
"Gapapa sayang, lain kali gak boleh gitu ya sayang?" Mariska menangkup wajah Renata, ketika wanita itu mengangguk dia kembali memeluk nya dengan erat.
"Iya Mom, tapi Rere gak bisa janji."
"Mbak juga khawatir sama kamu, dek."
"Maaf ya mbak, udah bikin kalian semua khawatir."
"Isshh, gak usah minta maaf mulu. Gak suka aku dengernya, yang penting kamu udah sembuh sekarang, kami bisa lega liat kamu udah sadar." Jawab Karina, giliran wanita itu yang memeluk adik ipar nya.
"Sayang, mommy bawain salad buah kesukaan kamu dengan ekstra keju dan kasih sayang yang melimpah." Mariska memperlihatkan satu box besar berisi salad buah yang dia buat khusus untuk sang menantu.
"Makasih Mom."
"Sama-sama sayang, nanti kamu makan ya."
"Apa boleh makan salad buah, Mom?" Tanya Reza.
"Boleh dong, kan buah-buahan itu kaya serat, bagus buat pertumbuhan jaringan kulit." Jawab Mariska, Sedangkan Reza hanya manggut-manggut mengerti.
"Masalah strechmark kamu gak usah khawatir, sayang. Gak perlu operasi, mbak punya krim yang bisa membuat nya memudar."
"Seriusan mbak? Wahh makasih ya."
"Sama-sama adik ku sayang, uhhh kangen nya sama kamu." Ucap Karina gemas sendiri saat mendengar Renata entah ke berapa kalinya dia berterimakasih.
Mariska menangkap sesuatu di leher dan tangan Renata, lalu menatap sang putra yang juga tengah menatapnya dengan senyum manis, lalu dia mengangguk pelan.
"Reza udah berikan sama wanita yang tepat kan, Mom?"
__ADS_1
"Iya, sayang." Jawab Mariska, lalu memeluk putranya.
Kalung dan gelang yang Reza berikan pada Renata adalah kalung peninggalan mendiang neneknya dulu, secara turun temurun di berikan pada Mariska dan setelahnya dia memberikan kalung itu pada sang putra, beliau berpesan agar memberikan perhiasan itu pada wanita yang tepat, dan saat ini dia sudah memberikan nya pada wanita yang sangat tepat.
Benar-benar perhiasan yang sangat berharga, selain cantik perhiasan itu juga sarat akan makna yang mendalam. Dulu, kakek dari ayahnya, membelikan neneknya kalung itu dengan hasil jerih payah nya sendiri dan saat keduanya sudah renta, dia baru mampu membelikan kalung dan gelang itu.
Beliau ingin memberikan kejutan di hari anniversary pernikahan mereka, tapi sayang takdir berkata lain, neneknya meninggal setelah beberapa hari di rawat di rumah sakit karena penyakit ginjal yang dia derita.
Jadi, kalian tahu seberapa berharga nya kalung dan gelang yang di berikan Reza pada Renata kan?
Ceklek, pintu terbuka menampilkan seorang pria berwajah bule dengan setelan jas rapih. Dia tersenyum saat melihat wanita yang begitu dia cintai tengah menatap nya dengan tatapan haru.
"Mas Nick?"
"Yes baby." Jawabnya, lalu merentangkan tangan nya. Tentu saja, Karina langsung menghambur memeluk suaminya.
"Kamu benar-benar menepati janji."
"Tentu saja, karena aku berhutang padamu jadi harus aku lunasi, baby." Jawab nya sambil tetap memeluk sang istri.
"Dia adik ipar kita, sayang?" Tanya Nick, suami Karina yang berasal dari negeri paman Sam alias Amerika.
"Iya Mas." Jawab Karina.
"Selamat atas kelahiran anak kembar kalian, ini buah tangan dari paman Nick untuk kedua keponakan ku."
"Tapi, mana mereka?" Tanya Nick karena tak melihat ada box bayi di ruangan itu.
"Mereka di ruangan lain, Mas. Kamu bisa melihat keponakan mu, nanti. Sekarang ayo kita check in, aku sangat merindukan mu." Ajak Karina sambil menarik tangan suaminya.
"Of course baby." Jawab Nick lalu mengikuti langkah sang istri.
"Aku pamit dulu ya, mau kangen-kangenan sama suami dulu. Cepet sembuh ya Rere, nanti aku kasih bocoran yang waktu itu kita bahas."
"Siap mbak, jangan lupa ya." Peringat Renata, Karina hanya membulatkan jemari nya dan berkata OK tanpa suara.
"Itu anak, mentang-mentang habis LDR an, suaminya dateng langsung di ajak main kuda-kudaan." Gumam Mariska sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah putri nya.
"Bocoran apa sih, Yang?" Tanya Reza mendekat pada sang istri.
"Mau tahu aja apa mau tahu banget, Mas?" Tanya Renata dengan senyum jahilnya.
"Banget."
"Eemm, mending gak usah tahu deh ini urusan perempuan." Jawab Renata sambil terkekeh.
"Yaudah deh, Mas percaya kalau kamu lakuin itu buat kebahagiaan Mas juga, ya kan?"
"Itu tau, yaudah sekarang suapi aku dengan salad buah biar cepet sembuh."
"Siap ratu ku." Jawab Reza, dia mengambil box salad buah dari meja nakas dan menyuapi istrinya dengan telaten.
......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
ya ampun Karina, laki mu baru balik itu langsung gas aja🤣