Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 19 Membalasnya


__ADS_3

"Apa yang akan kau lakukan jika pasanganmu mengkhianati mu?" Stella bertanya sekali lagi, dan mereka saling bertatapan sangat tajam hingga menembus jantung masing-masing.


CEO tersenyum, lalu mengangguk.


"Pertanyaan yang menarik. Oke, biar aku jawab, jika aku mencintai seseorang dengan tulus, dan dia mengkhianati ku, maka aku tidak bisa memaafkannya. Seorang pengkhianat, sekali berkhianat, dia akan mengulanginya suatu saat nanti. Dan aku bukan hanya tidak memberinya maaf. Aku pasti membalasnya. Membuatnya merasakan yang lebih menyakitkan dari rasa sakit yang dia berikan,"


"Kau pernah di khianati?" Stella bisa merasakan tekanan dari setiap perkataan seakan di katakan dari hati yang paling dalam.


"Tidak pernah. Tapi aku mencintai dari hati. Jika ditolak saja begitu menyakitkan. Apalagi setelah di terima tapi di campakkan, pasti lebih menyakitkan, bukan?" Sambil menatap Stella dengan lebih tajam seperti ujung belati yang terhujung ke bola mata yang berkilat.


"Jadi, aku harus membalasnya?"


"Kau bukan diriku. Terserah padamu. Dan kau bisa tanyakan pada hatimu? Layakkah pria itu mendapatkan kesempatan kedua? Setelah diam-diam bersenang-senang dengan wanita lain dalam penantian mu yang panjang?"


"Tidak! Dia tidak layak bagi cinta tulus yang telah aku berikan,"


"Lalu....kau akan bercerai?"


"Kau bilang aku harus membalasnya bukan? Baiklah, biar aku membalasnya. Dan melihat matanya jatuh dalam kesedihan seperti seorang pecundang,"


"Good girl! Seorang istri yang setia pada suaminya, mendoakan nya dalam setiap sujudnya. Demi karir dan kesehatan nya, lalu dia menikamnya dari belakang, tidak layak untuk di cintai oleh siapapun," CEO tersenyum senang karena Stella tidak bersikap menjadi wanita lemah dan menggunakan seribu alasan untuk ketidakberdayaan nya.


"Aku tahu, aku harus apa," kata Stella mengusap airmatanya.

__ADS_1


"Haruskah aku memecatnya?"


"Tidak! Ini masalah pribadi, aku tidak ingin melibatkan mu,"


"Oke. Jika kau butuh bantuanku. Aku siap membantumu,"


Saat menoleh kearah dua sejoli itu, mereka sudah tidak ada disana.


"Kau mencari seseorang?" masih dengan sikapnya yang pura-pura tidak tahu siapa suami Stella.


"Ehm, tidak, aku akan kembali bekerja saja,"


"Baiklah, mari ke kantor,"


*


*


"Stella, bagaimana? Kau menemukan hal baru?" tanya Andin tidak sabar.


"Ini hari pertama aku bekerja. Aku belum menemukan bukti apapun. Aku menunggu esok hari. Kau tahu, sekarang gaji bagian Teknisi menjadi dua puluh lima juta. Dan aku ingin tahu, berapa yang akan di berikan mas Alvin padaku, aku menunggu hingga besok aku mendapat kabar darinya," kata Stella sambil menggendong bayinya.


"Jadi, gaji semua pegawai naik?" Andin senang sekaligus terperanjat.

__ADS_1


"Ya, CEO mengatakanya."


"Ohh, syukurlah. Jadi aku masih bisa shopping selain harus membayar cicilan rumah," kata Andin tertawa lepas.


"Besok bisakah aku menitipkan Esther lagi? Aku akan mempercepat misiku. Akan selesai secepatnya,"


"Okey, bawalah dia kemari. Aku menyukainya, dia sangat lucu," kata Andin.


Stella lalu pulang membawa Esther. Sampai dirumah, dia menangis sejadinya. Sejak tadi dia menahan air mata itu karena ada CEO dan juga akan bertemu Andin.


Sekarang tidak ada siapapun. Dia bisa menangis sepuasnya. Menumpahkan rasa kecewa dan sakit hatinya, karena selama ini sudah di khianati oleh suami yang sangat dia cintai dengan sepenuh hati.


Dia berikan seluruh cinta dan semua kepercayaan juga jiwanya. Tapi apa yang dia dapatkan. Dalam setiap penantian berselimut rasa kesepian. Suaminya telah bersenang-senang dengan wanita lain di belakangnya.


"Mas Alvin...tak pernah ku duga kamu tega membalas kesetiaan dan cintaku dengan pengkhianatanmu. Aku selalu bertahan karena aku yakin kau mencintaiku sepenuh jiwamu. Bahkan seluruh keluarga mu membenciku. Tapi, sekarang tidak lagi. Kau telah mengubahku menjadi seperti ini. Kau mengubah jiwaku menjadi wanita yang tidak akan selugu dulu lagi. Kau akan melihat aku menjadi wanita yang tidak pernah kau bayangkan sebelumnya. Kau yang telah mengubahnya Mas Alvin,"


Dengan geram dan mata yang menatap tajam, Stella menghapus air matanya dengan kasar.


Dia akan membuat suaminya menyesali perbuatannya. Hingga para pria akan berpikir dua kali untuk mengkhianati istrinya.


Karena aku akan menjadi yang pertama berjuang untuk sebuah keadilan.


Aku akan melewati semua batasan dalam cinta kita yang telah kau nodai.

__ADS_1


__ADS_2