Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 117 IRS


__ADS_3

Setelah dari pemakaman, Reza dan Renata serta kedua orang tua nya pulang ke rumah. Renata masih menunjukan kesedihan nya, hanya saja sekarang dia sudah menyembunyikan nya dalam senyuman. 


Dia terlalu kaget saat mengetahui fakta bahwa Sila adalah kakak tiri yang selama ini dia cari, dengan bantuan anak buah papa mertua nya. Tapi ternyata keberadaan nya sangat dekat dengan nya, hanya saja dia tak menyadari nya.


"Hufftt.." Renata menghela nafas panjang dan menghembuskan nya dengan kasar. Dia melirik kedua buah hati nya yang sedang tertidur lelap, dia duduk di sisi ranjang dan mengusap kepala kedua bayi nya dengan lembut, lalu mengecup kening mereka bergantian.


"Sayangku.." panggil Reza sambil menenteng sesuatu di tangan nya.


"Iya Mas, itu apa?"


"Tebak dong, ini kira-kira apa?" 


"Dari wangi nya sih keknya mie ayam ya?" Tebak Renata membuat Reza tersenyum.


"Iya sayang, ayo makan dulu. Aku sengaja beli nya tanpa saos, biar gak ngaruh sama bayi kita." Renata tersenyum manis dan memeluk suaminya. Pria itu paham benar bagaimana caranya membuat hatinya kembali tenang, hanya dengan makanan Renata bisa kembali ceria. Semudah itu sebenarnya membuat mood seorang Renata membaik.


"Aku mencintaimu, Mas."


"Aku lebih mencintaimu, istriku sayang." Reza mengecup singkat kening istrinya, lalu menarik istrinya keluar kamar. 


Reza memindahkan makanan itu dari wadahnya ke mangkok dan meletakan nya di depan Renata.


"Kamu makan yang banyak ya, ingat kemarin kamu habis nangis."


"Apa hubungan nya makan sama nangis sih, Mas?"


"Aku yang bertanggung jawab atas satu tetes air mata mu, sayang. Jadi berapa banyak air mata kamu yang menetes kemarin aku harus mengganti nya dengan kebahagiaan, dan kebahagiaan mu ada di makanan, jadi makan yang banyak." Jelas Reza membuat Renata tercengang.


"Mas, maafin aku ya."


"Kenapa minta maaf, sayang? Gak usah ya, ayo makan yang banyak. Setelah itu mandi, nanti malem siap-siap kita dinner di luar." Ucap Reza sambil mengacak rambut istrinya.


"Anak-anak gimana, mas?" 

__ADS_1


"Kan ada Nanny, ada nenek sama kakeknya juga disini, ada Tante nya. Jadi kalau kita keluar sebentar, rasanya gak masalah, sayang." Jawab Reza. Renata pun mengangguk setuju dengan usulan sang suami. 


Suaminya benar-benar berusaha keras untuk membuat mood nya kembali, dia bekerja keras agar dirinya bisa melupakan kesedihan nya barang sejenak karena kepergian Sila yang mendadak. 


Dan malam harinya, benar saja Reza sudah siap dengan kemeja polos berwarna merah maroon dan celana jeans hitam yang membalut tubuh atletis nya. Renata sampai melongo melihat penampilan suaminya itu, sudah beberapa hari ini Reza memang berpenampilan sederhana karena dia tak kemana-mana, hanya di rumah saja. 


"Ganteng banget, masyaallah." Gumam Renata.


"Aku suami kamu sayang, kok liatin nya sampe melongo gitu."


"Ganteng." Jawab Renata malu-malu.


"Kamu kemana aja, sampe baru sadar kalau suami mu ini ganteng, hmm?" Tanya Reza sambil mencubit hidung mancung sang istri. 


"Aku terlalu fokus sama kebahagiaan yang kamu beri, Mas. Sampai lupa sama yang udah ngasih nya." Jawab Renata sambil terkekeh pelan.


"Yaudah, gapapa. Setelah sama aku, kamu harus selalu bahagia. Gak boleh sedih, toh gak ada yang nyakitin kamu." Reza merangkul bahu sang istri lalu mencium singkat kening nya.


"Wahh, ganggu suasana banget nih orang." Celetuk Reza, dia menarik tangan istrinya keluar rumah.


"Jangan lupa bawain mbak seblak!" Teriak Karina yang di sahuti oke oleh Renata. 


Reza membukakan pintu mobil untuk sang istri, setelah istrinya masuk dan duduk dengan nyaman, dia memutari mobil dan duduk di depan kemudi.


"Siap tuan putri?"


"Siap pangeran." Jawab Renata. Pria itu pun menghidupkan mesin mobilnya, lalu melajukan nya ke suatu tempat.


Sepanjang perjalanan, tak sedetik pun Reza melepaskan genggaman tangan nya pada Renata. Sesekali dia mengecup nya, membuat Renata tersenyum karena perlakuan manis sang suami membuatnya merasa sangat bahagia.


"Kita mau kemana, Mas?" Tanya Renata.


"Suatu tempat yang cukup bersejarah untuk hubungan kita berdua." Jawab Reza, dia melirik sekilas ke arah sang istri lalu kembali memfokuskan mata nya ke depan. 

__ADS_1


"Emm, apa kita punya tempat bersejarah, Mas?"


"Punya dong, masa gak ada. Lihat aja nanti, Mas udah siapin semua nya." Jawab Reza. 


Reza pun menghentikan mobilnya di parkiran, tempat ini tak asing bagi Renata. Benar, tempat dimana Reza melamar nya malam itu. Dia masih ingat benar saat Reza tiba-tiba melamar nya saat mereka tengah makan bakso. 


"Mas.."


"Iya sayang, di tempat ini aku melamar mu dengan cincin berlian yang sengaja aku buat di Amerika." Jawab Reza, dia menarik pelan tangan sang istri, di tengah-tengah taman itu ada sebuah meja dengan dua buah kursi dan di kelilingi lilin juga kelopak bunga mawar merah. Membuat suasana terasa sangat romantis.


Reza menarik satu kursi untuk sang istri, dan setelah istrinya duduk, dia baru duduk berhadapan dengan istrinya.


"Kamu suka?"


"Huum, aku suka Mas. Makasih, aku sangat terharu dengan semua ini." 


"Apapun bisa aku lakukan demi istriku." Jawab Reza, dia menggenggam erat tangan sang istri yang berada di atas meja.


"Tapi kenapa taman ini sepi, mas. Jangan bilang…"


"Iya, aku menyewa nya khusus untuk dinner kita malam ini." Jawab Reza. What? Menyewa satu taman hanya untuk makan malam? Sultan mah beda ya.


"Kamu ini mas, punya uang kenapa malah di hamburin."


"Demi istriku." Jawab Reza, membuat wajah Renata bersemu kemerahan. Dia benar-benar di perlakukan bagai ratu oleh suaminya, bukankah dia wanita yang sangat beruntung? Benar-benar beruntung.


Keduanya pun memulai makan malam dengan di iringi hembusan angin malam yang terasa sangat menyejukkan, mereka tertawa bahagia. Reza benar-benar membuat Renata melupakan kesedihan nya karena kehilangan kakak tirinya. 


.......


🌻🌻🌻🌻


satu atau dua bab lagi, ending yaaw☺️🌻

__ADS_1


__ADS_2