Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 74 IRS


__ADS_3

"Menurut kamu, aku harus Dateng gak ke pernikahan mereka?" Tanya Renata pada Reza. 


"Kalau sekiranya hati kamu kuat, ya kenapa enggak." Jawab Reza santai. 


"Aku yakin, kalo aku kesana kamu pasti ngintil kan?" 


"Ya jelas dong, soalnya aku gak mungkin biarin kamu sendirian, apalagi keadaan kamu masih belum stabil." Jawab Reza sambil tersenyum. 


"Iya iya, bawel nya Reza sekarang."


"Cuman sama kamu aku begini, kalo sama yang lain kamu tahu sendiri aku gimana." 


"Jadi, kita kesana aja ya?" Tanya Renata lagi. 


"Kalau kamu sanggup liat suami kamu nikah lagi ya ayo, kalo sekiranya gak sanggup jangan, nambah-nambahin sesek aja." Jawab Reza.


"Anterin ya,"


"Tanpa diminta aku pasti anter kamu, Cantik. Jadi kita kesana besok?" Renata menganggukan kepala nya. 


"Oke, aku jemput jam delapan pagi." Lagi, Renata hanya menjawab dengan anggukan kepala nya. 


Renata tahu, menyaksikan sendiri suami menikahi wanita lain disaat keadaan nya masih berduka karena kepergian sang buah hati itu sangat sakit. Tapi dia akan berusaha tegar, dia yakin dia bisa melewati semua nya. 


Mental nya sudah sangat di uji sedari kecil, mulai dari kehilangan kedua orang tuanya, beruntung saja dia punya paman dan bibi yang baik, mau memperjuangkan pendidikan nya hingga dia bisa menyandang S1 saat ini. 


Setelah beberapa saat larut dalam obrolan, tak terasa hari sudah mulai petang, Reza pun berpamitan untuk pulang. 


"Pagi-pagi aku kirim gaun buat kamu,"


"Gaun apaan?" Tanya Renata. 


"Gaun pesta, biar kamu semakin cantik. Biar Dimas nyesel udah nyia-nyiain kamu." Jawab Reza dengan senyuman licik nya. 


"Kamu ada-ada aja, gak usahlah ngeluarin uang terus buat aku, Eza. Yang bekas biaya rumah sakit aja belum aku ganti." 


"Bukan aku yang beli, tapi Mommy. Lagian, itu bekas bayar rumah sakit gak usah di ganti, aku gak ngutangin." Ucap Reza sambil memakai sepatu nya. 


"Tapi aku nya gak enak, Reza."


"Udah, enakin aja sama calon suami masa depan ini." Celetuk nya membuat Renata menepuk pelan lengan Reza. 


"Kenapa nepuk sih, sakit tahu. Kiss aja biar enak." 


"Issshh Reza mesuum!" Pekik Renata membuat pria itu tergelak, menggoda Renata memang takkan pernah ada puasnya. 


"Bukan mesuum, tapi aku normal sayang." Jawab Reza. 


"Udah ahh, sana pulang." Usir Renata, lengkap dengan bibir nya yang cemberut. 

__ADS_1


"Isshhh kalo gak inget status, bibir mu udah aku makan tuh, gemes." 


"Pulang sana, gombal terus!" Usir Renata lagi, membuat Reza gemas lalu mengacak rambut wanita nya. 


"Yaudah, aku pulang dulu ya. Jangan tidur larut malam, dandan yang cantik ya besok." 


"Iya-iya, udah sana pulang." 


"Okey cantik." Reza meraih helm nya, dia memakai nya dan melajukan motor nya, Renata melambaikan tangan nya saat motor milik Reza mulai menjauhi rumahnya. 


Kehadiran Reza benar-benar membuat Renata merasa nyaman, dia bisa membuat nya lupa akan masalah yang sedang dia alami saat ini karena kepribadian nya yang kocak. 


Renata menutup pintu dan menguncinya, dia pun membereskan piring bekas nya makan bersama Reza, tak lupa mencuci nya. 


Setelahnya, dia pergi ke kamar dan iseng membuka akun media sosial nya, tak sengaja dia melihat poto Dimas dan Sila yang sedang berpelukan mesra, lengkap dengan caption, H-1 before married.


Renata berdecak, memang hatinya terasa sedikit nyeri tapi rasa benci nya mengalahkan rasa sakit  nya. 


"Udah berapa kali kawin tuh, baru nikah. Kelakuan nya aneh." Gumam Renata, namun dia juga melihat postingan di Instagram milik Reza. 


Pria itu memajang poto nya yang sedang tertidur di brankar dengan jarum infusan di tangan nya. 


"Get well soon, babe. You are the best woman i ever meet wrote." Tulisnya yang membuat hati Renata menghangat. Kata-kata yang di tulis Reza benar-benar menyentuh hati nya. 


Renata mengusap dada nya yang terasa berdebar tak karuan setelah melihat tulisan di Instagram Reza. Dia tak menyangka Reza berani memposting Poto nya. 


Trinngg.. 


"Gaun ini Dimas pesankan khusus buat aku, kasian ya kamu nikah nya cuma pake kebaya murahan, nyewa lagi." Tulis nya berniat memanasi, namun sama sekali tak membuat Renata kepanasan. 


Tanpa balasan sama sekali, dia langsung memblokir nomor itu dan meletakan ponsel nya, dia memilih berbaring dan memejamkan mata nya.


Keesokan pagi nya, Renata sudah menerima paket yang di kirim oleh Dimas. Dia membuka paket nya, ternyata benar isinya sebuah gaun cantik berwarna pink pastel. 


"Cantik banget gaun nya, apa aku bakal cocok ya pake ginian? Gak pede rasanya." Keluh Renata sambil memutar-mutar gaun di depan tubuhnya. 


Ponsel Renata berbunyi, dan itu panggilan dari Reza. 


"Hallo Eza, kenapa?" Tanya Renata. 


"Paket nya udah sampe?"


"Udah Za, tapi kok model nya gini ya? Aku gak yakin ini cocok buat aku, mana bagian punggung nya terbuka, malu." Jawab Renata. 


"Itu masih aman By, kan bisa pake cardigan atau outer." 


"Masalahnya aku gak punya outer nya, kamu punya? Pinjem." 


"Ada punya Mommy, nanti aku izin sama Mommy. Yaudah, kamu dandan dulu yang cantik." Saran Reza, panggilan pun selesai. 

__ADS_1


Renata mulai merias wajah nya dengan serius, berbekal video dari aplikasi, dia berhasil merubah wajah nya menjadi sangat cantik, namun dengan make up yang simpel tapi mampu membuat siapapun pangling.


Renata juga mengepang rambut nya, lalu menggulung nya ke belakang, membuat sanggul dari kepangan rambut itu, membuat nya nampak lebih dewasa. 


Tepat pukul 8 pagi, Reza datang menjemput Renata dengan mobilnya. Pria itu menganga lebar, dengan mata yang melotot hampir keluar dari tempat nya. 


"Tutup tuh mulutnya, nanti ada lalat masuk." Reza langsung menutup mulut nya, dia menelan ludahnya dengan kasar saat melihat penampilan Renata. 


"Cantik.." puji Reza membuat wajah Renata kemerahan.


"Aku cantik karena aku perempuan, Eza. Ayo berangkat, nanti telat liat ijab nya." Ajak Renata. Reza buru-buru membukakan pintu mobil nya, dan setelah memastikan wanita nya duduk dengan nyaman, Reza pun menutup pintu nya. 


"Jangan lupa pakai seatbelt nya cantik." 


"Iya bawel." Jawab Renata lalu memakai sabut pengaman.


"Siap?" Renata mengangguk sebagai jawaban. Tadi pagi dia sudah meyakinkan hatinya, dia tak boleh terlihat lemah di depan Dimas dan Sila. Jangan biarkan kedua manusia laknat itu merasa menang.


Mereka sampai di gedung tempat suami dan calon madu nya itu melaksanakan pernikahan dengan dekorasi megah, tentunya Renata heran dari mana Dimas mendapat uang sebanyak ini?


Menyewa gedung, catering, wedding organizer, belum lagi teteek bengek yang lain pasti harus membutuhkan uang yang tak sedikit. 


Para tamu mengalihkan pandangan mereka saat melihat Renata dan Reza datang dengan perempuan itu yang menggandeng lengan Reza. 


Pria itu juga nampak gagah dengan jas mahal nya, juga sepatu pentofel yang mengkilat. Mereka bertanya-tanya, kira-kira siapa pasangan yang datang ke pesta itu hingga membuat semua mata tertuju ke arah pintu masuk. 


"Cantik sama ganteng ya, pasangan serasi." Bisik-bisik mereka yang masih bisa terdengar oleh Renata juga Reza.


Renata naik ke pelaminan, dia mengulurkan tangan nya mengajak suami nya bersalaman, namun saat pria itu akan membalas uluran tangan nya, Renata langsung menarik kembali tangan nya. 


Dia beralih ke arah Sila, dia menatap wanita perusak rumah tangga nya itu dengan datar. 


"Selamat, hari ini kamu resmi menjadi gundik ku, Sila Derkain." 


"Terimakasih, aku anggap itu sebuah pujian." Jawab Sila dengan senyum bangga nya, membuat Renata tersenyum smirk.


"Ohh ya, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan. Semoga saja, Dimas tak melihat perilaku buruk mu di belakang nya nanti." 


"Dan untukmu, segeralah sadar dari tidur mu Dimas. Buka mata mu itu, dan setelah kau membuka mata, ku pastikan kau akan menyesal. Aku pergi, selamat atas pernikahan kalian, aku doakan malam pertama kalian di warnai hujan badai dan petir." Ucap Renata lalu turun dari pelaminan, dia kembali menggandeng tangan Reza dan pergi dari tempat itu.


Kepergian pasangan itu membuat para tamu kembali berbisik-bisik. 


"Ohh, jadi itu istri pertama ya? Cantik banget."


"Kalah jauh sih di banding yang ini, istri tua nya lebih cantik." Bisik-bisik mereka membuat telinga Sila terasa panas, dia mengepalkan tangan nya lalu mendudukan tubuhnya dengan kasar.


.....


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


hari ini terakhir author crazy up, besok up biasa 2 bab sehari ya ges ya😁 jangan lupa vote nya besok☺️🙏


__ADS_2