
Hari ini adalah hari yang paling Reza tunggu, dia sudah rapih dengan setelan jas berwarna hitam juga kopiah di kepala nya, beberapa kali dia mengatur nafas nya untuk mencegah rasa gugup.
Namun sial, itu tak membantu sama sekali, kegugupan itu tetap saja ada. Bagaimana tidak gugup? Dia akan menikahi wanita pujaan nya, wanita yang selalu dia sematkan di dalam doa nya setiap melakukan kewajiban, dan kini doa-doa nya selama hampir 3 tahun menunggu terkabul sudah.
"Wahh tampan nya putra Mommy, ayo keluar. Para tamu sudah berdatangan, sapa mereka sebagai putra Argantara group." Ajak Mariska, Reza pun mengikuti perintah sang Mommy, dia menyapa para tamu yang hadir dengan senyum cerah yang tak pernah luntur dari bibirnya.
"Kami tak sabar melihat seperti apa wanita yang berhasil merebut hati putra pemilik Argantara group, yang pasti dia bukan wanita sembarangan." Celetuk salah satu rekan bisnis Argan.
"Aaah dia hanya wanita sederhana, namun ada alasan tertentu kenapa putra saya bersedia menunggu bertahun-tahun." Jawab Argan dengan senyuman manis yang mewakili putra nya.
Rekan bisnis Argan melongo, tak sangka putra kolega mereka begitu setia hanya pada satu wanita, hingga rela menunggu nya bertahun-tahun.
"Wahh, putra anda sangat setia."
"Karena wanitaku bukan sembarang, dia wanita yang sangat baik, berbeda dengan yang lain. Dia worth it untuk di tunggu," kali ini Reza menjawab sendiri, membuat yang lain berdecak kagum.
Selain tampan, ternyata Reza tipe laki-laki yang sangat setia dan manis pada wanita.
"Duduklah, penghulu sudah datang. Calon istrimu sebentar lagi akan keluar," bisik Argan. Reza mengangguk dia duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan penghulu yang akan menikahkan nya dengan wanita pujaan nya.
Pria tampan itu tersenyum saat mata nya tak sengaja menatap paman Calvin. Ini adalah kedua kali nya dia memberikan wali nya pada Renata, dia harap ini menjadi pernikahan terakhir bagi keponakan kesayangan nya.
Tak lama, pengantin wanita datang dengan gaun sederhana dan mahkota yang menghiasi kepala nya, mahkota yang di berikan Reza kemarin.
Reza di buat kagum dengan kecantikan yang terpancar, make up sederhana pun nyatanya tak bisa membuat aura kecantikan nya memudar.
Ruangan mansion yang tadinya riuh, kini mendadak hening. Pandangan mata mereka fokus ke arah tangga, dimana pengantin wanita sedang berjalan pelan menuruni satu persatu anak tangga, di iringi oleh Mariska dan Mira.
Satu fakta yang sangat membuat Renata terkejut, rupanya Mira adalah sepupu Reza. Ayah mereka bersaudara, dan itu cukup membuat Renata terkejut bukan main.
Renata duduk di samping Reza, beberapa kali pria itu terus mencuri pandang ke arah Renata, calon istrinya yang terlihat sangat cantik.
"Saudara Reza sudah siap untuk melakukan ijab?" Tanya penghulu perlahan. Pria itu menganggukan kepala nya, memberi jawaban kalau dia sudah siap.
Petugas dari kantor urusan agama pun menyerahkan buku kecil pada kedua mempelai untuk memeriksa data-data nya, apakah sudah benar semua atau ada yang salah.
Setelah memastikan tak ada kesalahan, Reza menjabat tangan Paman Calvin dan acara inti pun di mulai.
"Saudara Reza Argantara, saya nikah dan kawinkan ananda pada Renata Lusiana binti Bima Saksena, dengan mas kawin berupa uang 500 juta dan perhiasan emas 100 gram di bayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawin nya Renata Lusiana binti Bima Saksena dengan mas kawin tersebut tunai." Jawab Reza dengan lantang dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi sah?"
SAAAHHH..
Jawab mereka serentak, Renata dan Reza saling melempar pandangan dan senyum, mereka menengadahkan tangan dan berdoa agar pernikahan mereka langgeng sampai maut memisahkan, aamiin.
Reza memasangkan cincin di jari manis Renata, lagi-lagi cincin yang dia buat jauh-jauh hari sebelum dia nekad melamar Renata di taman malam itu. Bahkan saat itu Renata masih berstatus istri Dimas. Pembuatan nya hanya selisih satu bulan saja dengan cincin yang dia gunakan untuk melamar Renata.
__ADS_1
Reza mengecup lembut kening Renata, wanita yang kini resmi menyandang status sebagai nyonya Reza Argantara itu mencium punggung tangan suami nya dengan takzim.
Kini, pasangan suami istri yang baru saja meresmikan hubungan nya itu berdiri pelaminan yang dibuat Argan ala kadarnya, karena meski tak pesta besar-besaran seperti layaknya pernikahan putra pengusaha, tetap saja ada sesi berfoto nanti.
Satu persatu datang dan memberikan ucapan selamat pada kedua mempelai pengantin, hingga saatnya Mira lah yang datang dan memberikan selamat.
"Aaaa kita jadi sodaraan bestie, selamat atas pernikahan kalian, semoga langgeng sampai kakek nenek ya, jangan lupa kasih aku keponakan yang lucu." Celoteh nya dengan antusias, membuat Renata terkekeh.
"Terimakasih Mira, terimakasih sudah mau menjadi temanku, terimakasih juga selama ini kau selalu baik padaku."
"Sama-sama, ya udah aku turun dulu. Kado mu sudah aku simpan di kamar." Cetus nya, lalu turun dengan tergesa.
"Selamat untukmu, Renata." Seorang pria dengan setelan jas rapih mengulurkan tangan nya, Renata tersenyum lalu membalas uluran tangan pria itu.
"Terimakasih, Ken." Jawab Renata dengan senyum yang membuat hati Ken berdebar.
"Salaman nya gak usah lama-lama, dia bini gua!" Sinis Reza, melayangkan tatapan tajam ke arah Ken. Dia tahu siapa Ken, cassanova tengik yang selama ini menjadikan Sila sebagai mainan nya.
Lagipula dia sudah melihat beberapa poto saat Renata nya bertemu dengan Ken.
Ken juga merupakan kolega bisnis Argantara group, jadi dia juga mendapat undangan resmi dari Argantara untuk menghadiri acara pernikahan sederhana putra nya.
Awalnya dia sangat terkejut saat melihat undangan itu, disitu tertera jelas nama kedua mempelai, mata nya fokus pada nama Renata Lusiana. Seketika itu juga hatinya berdenyut nyeri, lagi-lagi dia kalah cepat.
"Ohh maafkan aku, selamat juga untukmu."
"Terimakasih, sudah datang. Ohh iya, dimana mainan mu? Kau tak membawa nya, Tuan Ken yang terhormat?" Sindir Reza membuat Ken terkekeh. Dia tidak tersinggung sama sekali.
"Tunggu, tadi dia menyebut nama Sila?"
"Iya sayang, pria itu ATM berjalan nya Sila. Kenzo, cassanova tengik yang doyan menjerat para wanita dengan iming-iming uang." Jelas Reza.
"Ja-di.."
"Iya, dia selingkuhan Sila." Potong Reza sebelum akhirnya Renata paham. Namun dia sudah tidak lagi peduli.
Malam harinya, anak buah Argan sedang membersihkan ruangan yang tadi di jadikan tempat acara pernikahan, sedang kedua pengantin itu, kini sedang berada di kamar.
"Eemm, aku mandi duluan ya."
"Kenapa tidak mandi bersama saja, Sayang?" Tanya Reza, dia sedang melonggarkan dasi yang terasa mencekik leher nya.
"A-aku malu.." jawaban Renata membuat Reza tergelak.
"Kalau begitu, kamu mandi pergilah sebelum aku berubah pikiran."
Renata langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Namun sesaat dia terpaku, bagaimana caranya dia membuka gaun ini? Resleting nya ada di belakang dan tangan nya tak bisa menggapai nya.
"Sayang, belum selesai? Kenapa lama?" Tanya Reza dari luar, dia langsung membuka pintu begitu menyadari kalau pintu nya tak di kunci.
__ADS_1
"Eemm, Eza bisa kamu bukakan resleting gaun ku? Tanganku tak sampai." Pinta Renata.
"Kenapa gak dari tadi, sudah aku bilang ada baiknya kalau kita mandi bersama, sayang." Cetus Reza sambil menurunkan resleting gaun Renata dengan perlahan.
Beberapa kali Reza menelan ludahnya kepayahan, melihat punggung putih bersih nan mulus yang terpampang nyata di depan nya, sungguh demi apapun dia kesulitan mengontrol dirinya sendiri.
Tangan nya mulai bergerak mengusap lembut punggung itu, membelai nya, membuat bulu kuduk Renata meremang seketika.
"E-za, sudah?" Tanya Renata.
"Aaahh iya, sudah sayang. Ka-mu mandi duluan saja, aku keluar. Jangan lama-lama, nanti aku masuk lagi."
"Baiklah." Jawab Renata, Reza pun keluar dan menutup pintu. Nafas nya memburu, hasratnya tiba-tiba saja bangkit saat melihat punggung mulus Renata. Padahal hanya punggung tapi kenapa mampu membuat nya hilang kendali?
"Aissh, aku perlu minum soda." Gumam Reza, dia memutuskan keluar kamar dan minum sekaleng soda.
"Lho kok pengantin nya disini? Gak di kamar." Tanya Mariska, dia tak sengaja melihat Reza sedang menenggak minuman bersoda di dapur.
"Rere lagi mandi,"
"Ya terus?"
"Gak ada terusan nya, Mom." Jawab Reza datar, lalu pergi menjauh dari Mommy nya sebelum dia bertanya lebih banyak dan membuatnya terpojok. Belum lagi si tukang usil masih di sini, siapa lagi kalau bukan Mira.
Ceklek…
Reza membuka pintu, bertepatan dengan Renata yang juga baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilit di tubuhnya. Aroma sabun menguar, membuat junior miliknya bereaksi.
"Kenapa gak masuk? Sampai kapan mau disitu?" Tanya Renata heran.
"I-iya, aku akan mandi terlebih dulu." Reza ngobrol ke kamar mandi tanpa menghiraukan ekspresi Renata.
"Kenapa Reza seperti ketakutan ya? Apa dia melihat hantu di belakang ku? Perasaan gak ada, mana ada hantu di kamar sebersih dan serapi ini. Aaahh sudahlah, suamiku itu memang tak dapat di tebak seperti apa tingkahnya."
Renata bergumam sendiri, dia menggelengkan kepala nya lalu masuk ke ruang ganti dan memakai piyama serba pendek yang tersedia.
Namun lagi-lagi, Reza melongo melihat penampilan Renata yang menurut nya nampak seksii.
"Baju nya udah aku siapin, pake baju sana nanti masuk angin." Reza pun berjalan setengah berlari menjauh dari istrinya.
"Dia kenapa ya? Kok aneh, kayak menghindar gitu."
Namun tujuan sebenarnya adalah, Reza menghindar karena khawatir Renata melihat junior nya yang berdiri tegak, bahkan urat-urat nya sampai menonjol dan itu sakit luar biasa. Reza bukan tipe pria yang suka bermain solo, dia lebih memilih membiarkan senjata nya berdiri daripada memainkan nya..
"Sabar ya dek, nanti kalau sarang mu udah siap, pasti kamu bakal seneng. Sekarang bobo dulu." Ajaib, dia menurut dan perlahan tertidur, rasa tegang yang tadi Reza rasakan perlahan menghilang.
Fiuhh.. Reza menghela nafas nya lega, dia bisa keluar dengan tenang, tapi apa iya? Bukankah cobaan nya ada di luar? Sedang menunggu? Aaahh sial, membayangkan nya saja mampu membuat si junior bangkit lagi.
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻
drama malam pertama 😁 kemaren ngebet, pas udah sah malu-malu, dasar Reza gemesin🤭🤭