
Di rumah sakit, Kenan tak bisa tidur. Dia duduk di samping brankar sang istri, tangan nya terus menggenggam erat tangan kurus istrinya itu. Tapi, pikiran nya melayang entah kemana, apalagi setelah bertemu seorang gadis kecil yang bersama klien nya, lebih tepatnya sekretaris klien nya.
"Aku tak asing dengan wajah nya, seperti pernah melihatnya, tapi dimana?" Gumam Kenan sambil menggelengkan kepala nya.
"Wajah itu rasanya pernah.."
Deg…
Ingatan Kenan melayang ke moment dua tahun lalu, dimana dia menculik seorang gadis berseragam sekolah menengah pertama di halte bis. Tubuhnya yang mungil membuatnya sangat mudah Dia tarik dan melempar nya ke dalam mobil.
"Kau gadis itu? Ohhh astaga, aku merasa bersalah."
Ya, dia merasa bersalah sejak hari itu. Sifatnya dan kembaran nya memang tak jauh berbeda, dia juga pemain wanita sama seperti Kenzo. Tapi setelah kejadian itu, dimana dia merenggut kesucian seorang gadis secara paksa, dia memutuskan untuk menikah dan menjalin kepercayaan dengan seorang wanita.
Berkomitmen dengan seorang gadis yang ternyata adalah teman masa kecilnya, dia wanita yang sangat baik, namun entah kenapa Tuhan seperti nya membalas dosa-dosa nya di masa lalu pada sang istri.
Dia kecelakaan parah yang menyebabkan nya koma satu bulan ini.
"Ya Tuhan, kenapa harus istriku yang menanggung semua dosa-dosa ku di masa lalu, kenapa?" Kenan menangis pilu sambil mengecupi punggung tangan istrinya.
Dia menyesal, sangat menyesal. Andai saja waktu itu dia tak di butakan nafsuu dan melakukan nya pada gadis di bawah umur, meskipun gadis itu adalah penebus hutang dari ibu nya, tapi tetap saja dia bersalah dalam hal ini.
"Aku harus minta maaf pada Dimas, sekarang juga." Ucap Kenan, dia melepaskan tangan sang istri dengan lembut, mengecup kening nya sekilas lalu keluar dari ruang perawatan istrinya.
"Jaga Nyonya di dalam, aku ada urusan sebentar!" Tegas nya, dia meninggalkan rumah sakit dengan hati yang gemuruh, sedangkan ruangan istrinya sudah di jaga dengan bodyguard yang dia miliki.
Kenan mengendarai mobil sedan nya ke rumah Reza, dia harus meminta informasi dari pria itu. Karena satu-satunya yang Kenan tau adalah, Dimas dan Reza berteman. Pasti dia tau dimana rumah Dimas, jadi dia akan kesana.
Tak perlu bertanya, dari mana dia tau rumah Reza. Ya karena mereka berteman sejak lama, jadi dia tau dimana rumah Reza karena dulu sering bermain ke rumah besar nan mewah itu.
Kenan berhenti saat penjaga rumah bertanya sebelum membuka gerbang rumah besar yang dia jaga.
"Maaf tuan, ada perlu apa?" Tanya nya sopan.
"Saya ingin bertemu dengan Reza, tolong buka gerbang nya."
"Maaf, silahkan menunggu. Saya akan menyampaikan hal ini lebih dulu pada tuan muda. Atas nama siapa?"
"Kenan Alexander." Jawab Kenan mengatakan nama lengkapnya. Penjaga rumah itu langsung pergi ke dalam rumah besar. Tak butuh waktu lama, dia sudah keluar lagi dengan terburu-buru, membukakan gerbang dan mempersilahkan mobil Kenan untuk masuk.
"Tuan Muda sudah menunggu di ruang tamu, tuan Ken."
"Ya, terimakasih ya pak." Jawab Kenan, dia pun masuk ke dalam rumah besar itu. Dengan langkah pelan dan hati yang berdebar kencang dia terus melangkah hingga menemukan Reza yang sedang duduk bersama istrinya di ruang tamu, sambil menonton televisi.
"Malam, Za."
"Aahh ya, Kenan. Malam kembali bro, sini duduk." Ajak Reza dengan ramah, meski dalam hati dia bertanya-tanya untuk apa Kenan datang ke rumah nya malam-malam. Padahal baru saja dia akan tidur bersama istrinya, melanjutkan acara manja-manjaan bersama sang istri setelah tadi sempat di ganggu oleh kedatangan Dimas, tapi malah dia kembali di panggil oleh penjaga rumah dan mengatakan Kenan Alexander ingin bertemu dengan nya.
Lagi-lagi harus di tunda, ada-ada saja cobaan bagi Reza untuk bisa bermesraan dengan istrinya. Kalau tidak di kecil menangis saat sedang enak-enak nya, lalu kedatangan tamu tak di undang, lagi-lagi dia harus menunda keinginan nya karena kedatangan Kenan.
Karena merasa tak nyaman, dan tak ingin ikut dalam pembicaraan, akhirnya Renata pamit ke kamar lebih dulu.
__ADS_1
"Mas, aku ke kamar duluan ya?"
"Iya sayang, nanti kalo udah selesai Mas juga langsung tidur." Jawab Reza, wanita dengan dua anak itu mengangguk. Reza mengusap lembut kepala sang istri lalu mengecup kening nya dengan mesra, tak peduli kalau disana ada orang lain.
"Langsung tidur sayang."
"Iya Mas." Renata pun berjalan pelan ke kamar nya dengan meniti tangga.
"Seperti nya kau sangat mencintai istrimu, Za."
"Tentu saja, aku mendapatkan nya setelah berjuang sendiri selama 3 tahun tanpa mendapatkan balasan apapun dari gadis yang sekarang menjadi istriku." Jelas Reza sambil tersenyum.
"Kenapa?"
"Ya karena dia mencintai orang lain, kau tau siapa? Dimas." Jawab Reza membuat Kenan tercengang.
"Maksudnya?"
"Haha, otak mu seperti nya menjadi bodoh sekarang, Ken. Aku menikahi Renata setelah dia menjadi janda, ya kau taulah janda nya siapa."
"Jadi, istrimu itu mantan istri Dimas?" Tanya Kenan, dengan santai Reza mengangguk mengiyakan. What? Kenapa bisa seperti ini dan lagi, kenapa bisa mereka masih bisa berteman? Astaga, sungguh tak terduga.
"Rumit kan? Sudahlah. Jadi, ada kepentingan apa kau kesini, Ken?" Tanya Reza.
"Bisakah aku tau alamat rumah Dimas, Za?"
"Untuk?" Tanya Reza dengan kening yang berkerut heran.
Kenan menghela nafas nya berat, lalu mulai menceritakan semua kesalahan nya di masa lalu. Reza hanya tersenyum kecil saat mendengar semua cerita Kenan, baru saja dia membicarakan masalah Dimas dengan istrinya, tapi sekarang tokoh utama nya juga datang dan menceritakan semua nya, dia juga mengatakan bahwa dia menyesali semua perbuatan nya.
"Aku tau dia hamil, karena kami bertemu di rumah sakit kemarin, Za. Tapi depresi, dia kelihatan baik-baik saja."
"Ya, dia selalu histeris setelah bertemu dengan mu, Ken! Dimas baru saja pulang dari sini, karena Elina histeris. Dia selalu ketakutan jika Dimas meninggalkan nya sendiri." Jelas Reza, membuat Kenan membulatkan kedua mata nya. Sefatal itu kah kesalahan nya di masa lalu? Hingga membuat gadis itu trauma dan depresi.
"Menurutku, jangan datang ke rumah nya sekarang. Aku yakin, jika Elina melihat mu keadaan nya akan semakin memburuk dan itu akan berpengaruh pada kondisi janin nya, Ken." Saran Reza.
"Ya Tuhan, apa yang sudah aku perbuat. Kenapa dulu aku sangat kejam, Za. Kenapa?"
"Kok tanya? Kau sendiri yang harus punya jawaban kenapa kau begitu brengseek di masa lalu." Jawab Reza, membuat Kenan menunduk karena dia tau jawaban nya. Nafssu, ya nafsssu adalah sumber dari permasalahan saat ini.
"Aku ingin minta maaf pada Elina atas kesalahan ku dulu, Za."
"Keadaan nya tak memungkinkan saat ini, Ken. Jadi sebaiknya nanti saja setelah keadaan Elina membaik, kalau sekarang bisa-bisa keadaan nya semakin memburuk." Jelas Reza, Kenan pun mengiyakan saran teman nya.
"Istriku kecelakaan dan koma sebulan ini, apa ini semua karma atas perbuatan ku di masa lalu, Za?"
"Bukan, ini sudah takdir Ken. Jangan menyalahkan dirimu sendiri atas semua yang sudah terjadi." Ucap Reza, dia menepuk pundak Kenan.
"Nyesel banget, Za."
"Nyesel sekarang gak ada guna nya, kali."
__ADS_1
"Iya, bener. Tadinya gue pengen cepet-cepet minta maaf sama Elina, tapi setelah denger keadaan nya kayak gini, mending nanti aja setelah dia membaik."
"Jadi, istri Lo kecelakaan?"
"Ya, dia kecelakaan parah Za, udah sebulan ini dia koma di rumah sakit. Gue pikir itu semua karma atas semua perbuatan di masa lalu, padahal dia istri yang baik."
"Sabar ya, jangan menyalahkan diri sendiri. Ini bukan kesalahan Lo, ini udah takdir. Gue yakin dia pasti bakal bangun, meski kita gak tau kapan. Terus berdoa, jangan putus asa." Ucap Reza memberi semangat pada Kenan.
"Pasti Za, makasih ya. Gue lebih lega sekarang."
"Makanya ada apa-apa tuh cerita, sombong banget mentang-mentang dah sukses, padahal dulu kita temenan."
"Haha, sorry Za."
"Yaudah gapapa, setelah ini kita harus menjalin hubungan yang baik, Ken. Lalu Ken yang satunya gimana?" Tanya Reza, dia menanyakan Kenzo.
"Kenzo ya masih seperti itu, masih main perempuan. Terakhir dia punya mainan, namanya Sila gitu kalo gak salah."
"Lo tau Sila itu siapa, Ken?" Tanya Reza, dia tersenyum kecil.
"Kagak, yang gue tau dia cuma mainan nya bang Kenzo." Jawab Kenan.
"Sila itu selingkuhan Dimas saat dia masih berstatus suami Renata, lalu mereka menikah siri karena sudah ketahuan, Dimas menceraikan Renata demi Sila, tapi setelah mereka menikah Dimas melihat sendiri penghianatan Sila, akhirnya mereka cerai."
Kenan cengo, kenapa ini sangat rumit? Renata, Dimas, Sila, Reza juga Kenzo saling berhubungan.
"Hah, rumit sekali. Tapi sekarang aku tak pernah melihat lagi wanita itu, entah kemana dia sekarang. Apa sudah di buang?"
"Sila meninggal, Ken."
"Hah? Yang bener aja."
"Serius, Sila meninggal karena tertular penyakit kelamin. Dan kau harus tau, kalau Sila itu adalah kakak satu ayah Renata."
"Astaga, sudah-sudah aku tak mau banyak berfikir, Za."
"Haha, kehidupan kami memang sangat rumit. Renata di sia-siakan Dimas, lalu aku meratukan nya." Jawab Reza sambil tersenyum, dia teringat masa-masa dia berjuang untuk mendapatkan Istrinya.
"Aku tak menyangka semua ini sangat rumit, Za."
"Iya tentu saja, jadi sekarang kau disini mau apa lagi?"
"Aahh iya, sebaiknya aku pulang. Istriku menunggu di rumah sakit,"
"Ya baguslah, aku ingin bermanja dengan istriku." Cetus Reza membuat Ken mendelik, dia juga ingin bermanja pada istrinya, tapi sayang dia tak bisa melakukan nya.
"Hufftt, ya sudah gue pulang dulu."
"Ya, hati-hati di jalan."
Ken pun pergi dari rumah besar itu dengan mengendarai mobil nya, sedangkan Reza langsung ke kamar sambil bersiul.
__ADS_1
.....
🌻🌻🌻🌻