Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 143 IRS


__ADS_3

Renata dan Reza sedang berbaring setelah menyelesaikan permainan mereka, ya Reza terpaksa membangunkan Renata yang sudah tertidur karena kelelahan setelah menjaga kedua buah hati mereka seharian.


Belum lagi saat Reza menginginkan nya, Renata memang tak pernah menolak kapanpun saat Reza meminta jatah malam nya, tapi terkadang Reza lah yang tak tega jika harus mengganggu istrinya yang sedang beristirahat.


Reza juga kelelahan setelah seharian berkutat dengan pekerjaan yang tak ada habisnya di perusahaan. Tapi, melihat istrinya tidur dengan tenang bak malaikat selalu membuat hatinya tenang.


"Selamat tidur istriku sayang, maaf aku sudah mengganggu waktu istirahat mu."


"Tak apa suamiku, itu kewajiban ku." Jawab Renata sambil menduselkan wajah nya di dada polos suaminya. Keduanya bergelung di dalam satu selimut yang sama, dengan tubuh yang sama-sama polos. 


"Ya sudah, mau tidur sekarang?"


"Sebentar Mas, tadi itu siapa?" Tanya Renata.


"Ohh, itu Kenan. Teman masa kecil sekaligus rekan bisnis Mas sekarang, kenapa cantik?" Tanya Reza sambil mencolek dagu sang istri.


"Enggak sih, cuma nanya aja kok Mas. Wajah nya kayak gak asing, mirip.."


"Kenzo ya? Jelas mirip dong, dia kan kembaran nya sayang." Reza memotong ucapan istrinya. Renata mendongak menatap wajah tampan suaminya.


"Pantes aja kayak gak asing gitu, ternyata kembaran nya Kenzo ya. Namanya juga mirip, sama-sama Ken." 


"Kamu tau sayang, Kenan itu adalah dalang dari penyakit depresi istri nya Dimas." Ucap Reza, jelas saja itu membuat Renata terhenyak.


"Maksud Mas, apa?"


"Iya, Kenan ada hubungan nya sama penyakit yang di alami Elina sekarang, di masa lalu dia sama seperti Kenzo, tukang main wanita. Bahkan Kenan lebih brengseek dari Kenzo."

__ADS_1


"Jika Kenzo hanya bermain atas nama suka saling suka, berbeda dengan Kenan dia merenggut kesucian seorang gadis yang bahkan masih di bawah umur secara paksa." Jelas Reza sambil terus mengusap rambut istri nya.


"Itu Elina?"


"Ya, Elina masih berusia 16 tahun saat dia di perkosaa oleh Kenan." 


"Hah? Astaga, kok bisa sih Mas."


"Karena Elina di jadikan alat pembayar hutang oleh ibu tirinya." Jawab Reza.


"Ya ampun, itu orang tua tega banget."


"Makanya sekarang Mas nuntut hukuman seberat-beratnya, hukuman nya harus setimpal dengan apa yang di perbuat." Jelas Reza.


"Aku setuju Mas, mereka harus mendapatkan hukuman yang setimpal." 


"Iya Mas." Jawab Renata, dia kembali menduselkan wajahnya di dada bidang nan polos sang suami. Reza mengeratkan selimutnya, menutupi tubuh istrinya juga memeluknya dengan erat. Mengecup singkat puncak kepala sang istri lalu memejamkan mata nya, keduanya pun tertidur dengan lelap dengan saling memeluk erat. 


Pagi harinya, Reza bangun lebih dulu. Dia pergi keluar kamar dan membawa kedua buah hatinya ke kamar, dia ingin bermain sejenak dengan kedua nya sebelum berangkat ke kantor. 


"Mas, pagi-pagi udah main sama Aisha aja. Mana Farish?" Tanya Renata saat melihat suaminya sedang berdiri dengan menggendong Aisha yang sedang bermain, tangan nya menyentuh wajah sang ayah dengan senyum yang membuat Reza gemas akan putrinya.


"Eehh, kamu udah bangun sayangku? Maaf ya kalo ganggu, habisnya kangen sama mereka. Pengen main dulu sebelum berangkat ke kantor." 


"Enggak kok gak ganggu Mas, tapi Farish mana?" Tanya Renata lagi.


"Di box, dia mah anteng. Masih tidur," Renata bangun dari rebahan nya, meraih bathrobe dan memakai nya, dia belum sempat berpakaian jadi hanya memakai bathrobe saja. 

__ADS_1


"Udah siang nih, kamu mandi sana. Sebentar lagi aku mau mandiin mereka juga."


"Gapapa sayang, Mas pengen bantuin kamu. Gapapa kalo agak siangan ke kantor nya, ada Dimas kok."


"Dimas pasti repot ngurusin istrinya yang sakit, Mas. Jadi jangan terlalu mengandalkan dia, kasian." Peringat Renata membuat Reza berpikir. Perkataan istri cantiknya itu ada benarnya juga.


"Ya sudah, Mas mandi dulu yaa." Reza meletakan baby Aisha di box nya, lalu meninggalkan nya. Tapi Aisha yang terlanjur nyaman dalam buaian sang ayah tak terima dia di letakan di box, jadi dia menangis kencang saat Reza pergi cukup lama. 


Ingat, cinta pertama anak perempuan adalah ayahnya. Mungkin itulah alasan kenapa Baby Aisha sangat manja pada sang ayah.


Reza yang mendengar tangisan putri kecil nya langsung berlari dari kamar mandi dengan handuk selutut nya, untung saja dia menyimpul handuk nya cukup kuat. Kalau tidak, bisa di pastikan handuk itu sudah melorot saat Reza berlari tadi.


"Uuhhh cup cup cup, cantiknya papah kenapa nangis sayang?" Ucap Reza mengambil alih putri kecilnya dari pangkuan Renata. Ajaib nya Baby Aisha langsung diam dan kembali ceria saat mendengar suara sang ayah. Renata mencebik, tadinya dia ingin menenangkan Aisha sendirian, tapi dia tak mampu karena Aisha lebih dekat pada Reza.


"Dia gak mau di tinggalin papah nya, baru aja di tinggal bentar nangis nya kayak udah di pukul aja." 


"Uhhh gak usah cemburu sayangku, lebih baik kamu siapin pakaian Mas ya." 


"Iya suamiku sayang." Jawab Renata, lalu pergi ke ruang ganti. Karena sedari tadi, Farish anteng saja tidur di dalam box nya, meski Aisha menangis kencang, dia tak terganggu.


......


🌻🌻🌻🌻🌻


ada yang punya aplikasi f***o? kalau ada, mari mampir ke novel punya temen author😚


__ADS_1


Menantuku Pria Panggilan, karya bunga teratai 😚🌻


__ADS_2