
Andin kaget dan tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.
"Mas didepan kita, suaminya Stella dan wanita itu. Mereka naik pesawat yang sama dengan kita. Wanita yang aku lihat saat kita video call, sudah melahirkan,"
"Masa sih? Mungkin kamu salah lihat," bisik suaminya pelan.
"Engga Mas. aku yakin, didepan kita itu suaminya Stella. Wanita itu juga yang aku tabrak di hotel. Bagaimana mereka bisa berangkat bersama?" Tanya Andin pada suaminya.
"Mas juga tidak tahu. Mungkin mereka tidak sengaja bertemu,"
"Ngga Mas. Aku yakin mereka pasti sengaja berangkat bersama. Aku akan merekam mereka nanti saat turun dari pesawat,"
"Andin, jangan ikut campur urusan orang lain terlalu jauh," suaminya memperingatkan istrinya yang sangat antusias dengan prasangka buruknya.
"Tapi jika memang mereka ada apa-apa, kan aku sama saja mendukungnya, jika aku tahu tapi diam saja. Sementara Stella adalah sahabatku," Andin nampak geram.
Satu jam kemudian, mereka turun dari pesawat.
Andin sengaja melakukan Vicol sama Stella. Dan mengatakan jika dia ikut dengan suaminya kali ini.
"Akhirnya kau ikut juga," kata Stella sambil memangku bayinya saat melakukan video call dengan Andin.
Andin lalu mengarahkan kameranya kearah Alvin yang sedang bersama seorang wanita. Mereka berjalan bersama dan sangat dekat.
"Iya, aku baru saja sampai di kota S," kata Andin.
"Andin, coba arahkan kameranya ke arah selatan. Aku seperti melihat Mas Alvin," kata Stella yang melihat dari kamera Andin.
"Baiklah,"
"Benar, itu Mas Alvin. Apa kalian satu pesawat?" Tanya Stella setelah melihat suaminya berada tidak jauh dari Andin berdiri.
"Mungkin, aku tidak melihatnya tadi," Andin pura-pura agar Stella merasa jika ada yang tidak beres dengan suaminya selama ini.
Sebagai seorang istri, harusnya dia peka dan tahu jika suaminya main belakang atau tidak.
Nuraninya pasti bisa merasakan nya, pikir Andin.
"Dia bersama siapa?" Tanya Stella pada Andin.
__ADS_1
"Ohh, kata suamiku, dia wanita bagian administrasi," sahut Andin.
Deg.
Bagian Administrasi? Mas Alvin suka mentransfer uang ke bagian administrasi. Apakah artinya wanita itu yang bernama Nungky? Aku membaca dari bukti transfer yang dilakukan Mas Alvin.
Andin membatin dan melamun.
"Kok malah melamun. Kamu kenal sama wanita itu?" Tanya Andin masih dalam video call nya.
"Ngga. Aku tidak mengenalnya. Hanya saja Mas Alvin sering mentransfer uang pada gadis bernama Nungky bagian administrasi,"
"Apa?" Andin terbelalak kaget.
"Ya, aku berulang kali melihat bukti transfer nya," kata Stella polos dan lugu.
"Oke, taksi nya sudah datang. Nanti aku kabari lagi," Andin lalu menutup teleponnya.
Dia menoleh ke belakang, dan Alvin serta wanita yang bersamanya sudah tidak kelihatan.
"Mas, Stella mengatakanya jika suaminya sering mentransfer uang pada wanita bernama Nungky. Aku mohon Mas, bantu aku menyelidiki ini. Demi sahabatku," pinta Andin.
"Oke."
Sementara dirumah, Stella menjadi terlihat berfikir serius. Dia lalu pergi kekamar suaminya sementara bayinya sudah tidur.
"Siapa wanita yang bersama Mas Alvin tadi? Kata Andin, dia bagian administrasi. Sedangkan Mas Alvin sering mengirim uang pada wanita di bagian administrasi. Kenapa bisa kebetulan sekali?"
"Sebaiknya aku telepon Mas Alvin," Stella berbicara sendiri. Dia lalu menelpon suaminya.
"Mas, kamu sudah sampai?" Tanya Stella melalui telepon.
"Ya, baru saja. Ada apa?" Tanya Alvin karena tumben istrinya menelpon.
"Ohh, ngga, kamu apa berangkat bersama orang lain?" Tanya Stella menguji kejujuran suaminya.
"Ngga, aku berangkat sendiri," jawab Suaminya dan memberikan kode pada Nungky untuk diam, karena istrinya sedang menelepon.
"Maksudku, apakah kamu bertemu dengan seseorang, atau yang satu pekerjaan denganmu,"
__ADS_1
"Ngga honey. Aku tidak bertemu siapapun. Ada apa? Kok tumben nanya hal itu?"
"Ohh, ngga, jika kamu bersama orang lain, maka perjalanan kamu lebih menyenangkan," Stella berdalih.
"Ya sudah ya honey, Mas tutup dulu,"
"Iya mas,"
Stella menaruh telepon dimeja. Dia lalu berdiri berjalan ke lemari.
Mas Alvin memakai tas lain, dan tas kerja yang lama dia tinggal. Mungkin aku bisa mencari sesuatu disana. Entah kenapa perasaanku tidak enak.
Aku sebenarnya tidak ingin mencurigaimu Mas. Tapi aku tadi jelas melihat kau bersama wanita itu saat video call dengan Andin. Tapi kamu mengatakan jika kau sendirian dan tidak bertemu siapapun.
Padahal, suami Andin, Mas Herman, kan bekerja di PT Vi Sky. Di PT yang sama dimana kamu bekerja disana juga.
"Apa ini?" Andin lalu membuat resleting kecil didalam tas kerja milik suaminya.
Saat Andin membukanya isinya kertas semua. Andin lalu mengeluarkannya.
"Astaga. Ini bukti transfer? Dan Nungky? Semua uang ini ditransfer untuk Nungky? Yang Mas Alvin bilang bekerja di bagian Administrasi. Ya Tuhan. Apakah mereka sudah berselingkuh di belakangku?"
Stella menyimpan bukti transfer itu.
"Kamu mentransfer uang sepuluh juta setiap bulan? Dan aku, aku hanya menerima lima juta hingga saat ini, kenapa hatiku terasa sakit, melihat kertas ini?"
"Mas, apakah kamu sudah bermain di belakangku? Kamu selama ini telah berbohong padaku? Aku ingin mempercayai jika kau setia, karena memang tidak sedikitpun aku melihat kau berbeda dalam memperlakukan aku. Tapi bukti transfer ini? Membuat aku ragu, jika kau masih setia pada pernikahan kita?"
Tanpa terasa air matanya menetes membasahi kertas bukti transfer itu.
"Aku akan menyimpan semua kertas ini. Mungkin suatu saat akan berguna. Aku akan mengkopy semuanya sebelum tulisannya hilang,"
Stella segera mengusap air matanya. Dan tiba-tiba bayinya menangis dengan sangat keras.
"Ohh sayang....mama datang...." Stella segera mengusap air matanya. Bibirnya tersenyum pada bayinya.
"Kenapa saat aku merasa bahwa rumah tangga kita telah sempurna karena anak yang kau bawa. Tapi hatiku hancur saat ini, melihat kemungkinan jika kau berselingkuh. Aku ingin menyangkalnya dan mengatakan tidak. Tapi, hati kecilku mengatakan jika kau bermain dibelakang ku, Ya Tuhan. Bantu aku, jika memang prasangka ku ini benar, maka berikan kekuatan padaku untuk membuktikan nya,"
"Jika prasangka ku ini salah. Maka maafkan aku, karena mencurigai suamiku yang sedang bekerja untuk menafkahi ku,"
__ADS_1
Stella lalu menyimpan bukti transfer itu kedalam tas kecilnya. Dia akan membawanya untuk di fotokopi nanti.