
Dikapal pesiar
Ada acara makan malam yang diadakan oleh CEO dari PT Vi Sky. Semua pegawai diundang termasuk pasangannya. Mereka diminta untuk datang menikmati pesta dan makan malam sepuasnya.
Diatas kapal pesiar yang mewah, ada acara yang sangat besar. Semua bagian kapal yang digunakan untuk acara pesta di hias dengan pita dan juga rangkaian bunga.
Andin memberitahu Stella jika dia harus datang, dan memberikan kejutan pada suaminya malam ini.
"Oke, aku akan datang, tapi, bagaimana dengan bayiku?" tanya Stella.
"Aku akan menjaga bayimu. Kau saja yang datang. Mas Herman juga tidak datang karena sedang tidak enak badan. Aku akan menemaninya dirumah, sementara kau pergilah ke acara pesta itu," kata Andin yang datang kerumah Stella untuk membawa bayinya.
"Andin, terimakasih," Stella lalu menyerahkan bayinya pada Andin untuk dibawa kerumahnya.
Sementara Andin pergi, Stella bersiap-siap dan berdandan sangat cantik.
Dia menggunakan gaun warna pink cerah dengan taburan bunga kecil-kecil di bagian dada.
Setelah selesai dandan dia lalu mengambil tasnya dan keluar setelah memesan taksi.
Dia sampai di kapal pesiar dan mengisi list tamu yang hadir.
Ternyata suaminya sudah datang lebih dulu, dan list di bawahnya tertulis wanita bernama Nungky.
Sesaat Stella terpaku melihat kedua nama yang berjejer atas dan bawah. Artinya mereka datang bersama, gimana Stella.
"Silahkan," kata pegawai yang duduk di paling depan untuk menyambut para tamu.
"Terimakasih...." Stella melenggang masuk kedalam.
Seorang pria ber jas hitam, rambut rapi, dengan dasi bergaris ungu nampak memperhatikan dirinya dari jauh.
Wajahnya tampan dan badannya tinggi kekar. Semakin gagah saat dia berdiri dan berjalan mendekati Stella yang termangu dipintu masuk.
Beberapa tamu sudah duduk di meja makan dan lainnya ada yang berdiri sambil berkelakar.
Stella mencari seseorang dari antara tamu yang sudah banyak berkumpul di acara pesta tersebut.
Terlihat seorang wanita duduk disamping suaminya, tengah berbicara sambil tertawa riang.
"Itu dia. Wanita yang sudah menerima uang dari suamiku setiap bulan," Stella lalu akan melangkah kesana. Namun tiba-tiba pria yang sejak tadi mengamatinya, mendekatinya dan menyapanya.
"Hai... datang sendiri?"
__ADS_1
"Ehm, saya mencari....."
"Aku CEO dari PT Vi Sky. Aku yang membuat acara ini. Bisa aku bantu?"
Astaga, ternyata dia pemilik kapal pesiar ini? Suamiku bekerja dengannya? Dia ramah padaku, haruskah aku memanfaatkan dirinya? Tapi...ini kesempatanku, untuk mengetahui gaji suamiku, pikir Stella dalam hati
"Ayo kesana. Kita bisa minum dan bergabung dengan tamu yang lainnya," kata CEO itu.
Stella mendadak dilema. Namun akhirnya dia tidak melewatkan kesempatan ini untuk mencari tahu gaji suaminya dan sekretaris yang bernama Nungky.
"Baiklah, pak" CEO mempunyai banyak pegawai. Dia tidak ingat satu persatu pegawainya. Dia menyangka, Stella adalah salah satu pegawai yang bekerja di kapal pesiar miliknya.
Stella yang cantik alami dan anggun,tinggi semampai dengan mata lebar yang indah membuat tertarik CEO saat pertama kali melihatnya.
"Kau bekerja disini?"
"Ehh,"
"Aku punya ribuan pegawai. Aku tidak bisa mengingat mereka semua," jelas CEO sambil berjalan ke sudut ruangan yang lain dan semakin jauh dengan Alvin yang duduk bersama Nungky.
Ohh, syukurlah, aku akan mengaku jika aku bekerja di bagian laundry saja. Dia pasti tidak akan mengingatnya.
"Saya bekerja di bagian laundry," kata Stella.
"Mau bekerja di ruanganku? Aku butuh sekretaris pribadi," kata CEO.
Haaa? Stella terbelalak kaget? Sekretaris pribadi? Jika aku bilang iya, maka aku akan bisa melihat file gaji pegawai. Dan juga bisa melihat hubungan Mas Alvin dari dekat. Aku bisa tahu sampai sejauh mana hubungan mereka.
"Baiklah, saya bersedia," kata Stella. Deg. Aku lupa, jika aku punya bayi? Bagaimana dengan bayiku? Ahh biar kupikirkan nanti. Aku harus segera menuntaskan masalah rumah tanggaku. Dan menyingkirkan wanita itu dari suamiku.
"Siapa tadi namamu?" tanya CEO menatap bulat wajah cantik Stella.
"Stella,"
"Ohh ya, nama yang cantik. Secantik orangnya,"
"Ladi first," CEO mempersilahkan Stella duduk lebih dulu. Setelah itu baru dirinya. Dia terlihat akrab dengan semua pegawainya. Dia tipikal CEO yang tidak arogan seperti pada umumnya. Dia lebih familiar dan humble.
"Minum?" CEO menawari Stella untuk minum dengannya.
"Ehm, tapi," Ahh sudahlah. Terpaksa aku harus minum juga agar rencanaku berjalan dengan lancar.
Tossssttt!
__ADS_1
Stella meringis saat meminum sedikit anggur yang ditawarkan oleh CEO itu.
Tossssttt!
Lagi. Stella menenggak minuman itu demi misinya.
Ahh, kepalaku...pusing sekali....
Tiba-tiba dia berdiri dan sempoyongan. Dengan gesit, CEK menangkap bahunya dan memegangnya.
"Hati-hati," CEO lalu membawa Stella ke ruangan pribadinya.
"Kita akan kemana?" tanya Stella setelah sedikit mabuk.
"Ke ruanganku. Kau akan bekerja disana bukan? Karena itu, aku akan memperlihatkan ruanganku padamu," kata CEO sambil memegang bahu Stella.
Stella hanya minum sedikit. Tapi karena dia tidak pernah minum, maka kepalanya menjadi pusing. Dia terpaksa melakukan semua ini demi menyelidiki kejujuran suaminya. Juga demi memisahkan suaminya dari selingkuhannya.
"Ini ruanganku," CEO membuka ruang kerjanya yang mirip sebuah kamar hotel yang mewah. Ada tempat tidur. Ada sofa, tempat makan, dan ruang kerja yang luas. Ribuan buku tersusun rapi di lemari menjadi pembatas ruang kerja dan tempat tidur.
"Kenapa ada tempat tidur disini?" Stella menatap samar-samar dan bahunya masih dalam pegangan CEO Vi Sky.
"Kau lupa jika ini kapal pesiar? Kita akan sering berada ditengah laut. Dan jika lelah, aku langsung istirahat diruang kerjaku," kata CEO ramah.
Dengan pelan memapah Stella ketempat tidur dan membaringkannya.
"Istirahat dulu. Tidak papa. Jangan takut," kata CEO pada Stella.
Melihat sikap yang yang ramah pada semua pegawai dan juga caranya berbicara. Ahh, tidak mungkin dia akan berniat jahat padanya, gumam Stella dalam hati.
CEO lalu menuangkan minuman lagi. Dan memberikan Stella sedikit.
"Minumlah, sedikit lagi tidak akan membuatmu mabuk,"
"Ehh, baiklah," demi misiku. Aku harus bersikap konyol seperti ini. Mau bagaimana lagi? Dia adalah CEO PT Vi Sky. Haruskah aku lewatkan kesempatan emas ini?
glek!
Sekali genggam dan membuat senyum di bibir CEO mengembang menambah manis dan tampan wajahnya.
"Aku tidak berteman dengan siapapun. Kau tahu Piramida? Seperti itulah. Semakin kau diatas dan menjadi sangat tinggi? Kau semakin terasing dari lingkuanganmu. Dan kau sendirian, terpisah dari pergaulan,"
"Piramida? Hehe,ya benar. Piramida," Stella mengangguk konyol dan terkekeh. Minuman itu membuatnya lupa diri. Dia sudah benar-benar mabuk sekarang.
__ADS_1