Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 26 Pulang


__ADS_3

Alvin melangkah masuk kerumah orang tuanya. Saat itu, ibunya baru saja membuat sarapan untuk semua keluarganya termasuk anak serta menantunya.


Melihat Alvin datang dengan wajah kusut, ibunya lalu meletakkan mangkok sayur diatas meja makan, lalu berjalan menghampirinya.


"Kau pulang lagi? Bukankah kau baru saja pergi?" tanya ibunya dan Alvin lalu memeluknya dengan erat.


Menangis diperlukan ibunya karena dia akan bercerai dengan istri yang sangat dia cintai.


"Ibu tahu, kau sedih dan terluka. Tapi, semua ini hanya sesaat. Setelah beberapa hari kau akan terbiasa lagi hidup tanpa wanita itu,"


"Alvin sangat mencintainya,"


"Ibu tahu, cinta akan hilang seiring waktu setelah kalian berpisah. Sekarang duduklah, biar ibu menyuapimu makan,"


"Aku tidak lapar, aku tidak bisa berpisah dengan Stella. Tapi, dia tetap akan bercerai,"


"Alvin, dengar nak. Stella tidak bisa memberimu seorang anak. Kau masih muda. Kau tampan dan sukses. Kau bisa menikah lagi dan mencari wanita lain yang lebih cantik dari istrimu itu,"

__ADS_1


"Kenapa ibu berbicara begitu? Seakan ibu senang jika kami bercerai," Alvin melepaskan pelukannya dan menatap wajah ibunya.


"Terus terang, sejak pertama kali kalian menikah, ibu tidak suka dengan Stella saat tahu dia dari keluarga miskin. Ibu ingin kau menikah dengan wanita yang sederajat. Terlebih saat Stella tidak bisa memberikan seorang anak padamu, ibu semakin tidak menyukainya,"


"Aku akan kekamar. Aku tidak lapar," Alvin kecewa dengan sikap ibunya. Bukannya menyatukan dirinya dengan Stella dan melakukan sesuatu, malah semakin membuat dia sedih saat ini.


Ibunya lalu menggelengkan kepalanya melihat putranya yang bodoh dimatanya karena mencintai wanita seperti Stella.


Siang hari, Alvin lalu mengirim pesan pada Stella dan menanyakan dimana bayinya.


Karena tidak di balas, maka Alvin pergi menemui Stella dirumahnya. Namun Stella tidak ada disana. Stella sudah pergi untuk mengurus semua pendaftaran perceraiannya.


"Ternyata Stella sudah mengganti dengan kunci yang baru. Kapan dia menggantinya?"


Alvin lalu pulang karena tidak bisa masuk kedalam rumahnya lagi.


Stella cukup pintar, setelah dia merekam dengan handphone pernyataan Alvin tadi pagi yang ingin memberikan rumahnya dan tidak berebut harta pasca perceraian maka dia langsung mengganti kunci rumahnya.

__ADS_1


Hanya Stella yang punya kunci duplikat nya. Alvin dan keluarganya tidak bisa masuk lagi. Dan dengan pernyataan tadi pagi, maka mereka sudah tidak berhak lagi keluar masuk rumah Stella tanpa seizinnya.


Stella khawatir jika Alvin masih memegang kunci duplikat nya maka sewaktu-waktu, dia akan datang dan masuk selagi Stella terlelap tidur.


Karena itulah, setelah membakar semua foto pernikahanya, Stella memanggil tukang untuk menggantinya dengan kunci yang baru.


Saat ini Stella sedang sendirian pulang dari pengadilan. Dia sudah mendaftar kan perceraiannya. Dan dia akan langsung pergi menemui orang tuanya di kampung. Dia akan mengatakan apa yang dia alami dan terjadi dalam pernikahannya.


Orang tuanya harus tahu karena ini merupakan keputusan yang besar dan akan berdampak pada hubungan dua keluarga.


Stella lalu memesan tiket bis dan pulang ke kampung halamannya. Sepanjang perjalanan, dia mengusap airmatanya berulang kali, karena tidak mudah dan secepat itu menghapus setiap kenangan bersama suaminya.


Bis ini adalah bis yang sama, yang mana dulu membawa Stella datang ke kota ini bersama suaminya setelah mereka menikah.


Dan tempat duduk ini juga masih sama, dimana Stella akan bersandar di bahu suaminya manakala dia mengantuk dalam perjalanan antar kota.


Suaminya akan menjaganya selagi dia tidur dan akan memberikan obat manakala dia merasa mual dan pusing. Sekarang, tidak ada siapapun disamping tempat duduknya.

__ADS_1


Hanya dia seorang, dan beberapa penumpang tidak dikenal lainnya. Stella menarik nafas panjang dan dalam. Berusaha melupakan setiap kenangan indah yang masih saja teringat jelas dalam benaknya.


__ADS_2