Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 36 IRS


__ADS_3

Reza melajukan motor matic nya dengan kecepatan tinggi, ini adalah pertama kali nya dia membawa motor secara ngebut dan tak mempedulikan pengguna jalan lain, di pikiran nya saat ini dia hanya ingin segera sampai ke rumah.


Tak membutuhkan waktu yang lama, kini motor Reza sudah berhenti di parkiran rumah, tentu saja Mariska yang sedang menyiram tanaman di depan rumah merasa heran, kenapa putra nya sudah kembali dengan mata sembab. 


"Lho, kok udah pulang lagi, ada yang ketinggalan?" Tanya Mariska, namun Reza tak menjawab. Dia pergi berlalu begitu saja, tanpa menghiraukan pertanyaan dari sang Mommy. 


"Pih, Reza mau kuliah di Amerika." Ucap Reza pada Argan yang sedang duduk santai di ruang tamu di temani koran dan secangkir kopi susu. 


"Kok tiba-tiba? Kemarin-kemarin kamu nolak terus." Tanya Argan. 


"Karena udah gak ada yang bisa Reza perjuangin disini, jadi Reza pindah aja, fokus sama pendidikan." Jawab Reza tegas. 


"Jelasin dulu, kamu kenapa? Jangan buat kami khawatir." Tanya Mariska, yang ikut masuk setelah pertanyaan nya tak di gubris oleh sang putra. 


"Reza gak kenapa-napa kok, Mom. Cuma ya Reza rasa kuliah disana akan lebih baik dari pada disini." 


Argan manggut-manggut, sedangkan Mariska memicingkan mata nya menatap sang putra yang nampak berbeda. Pasti dia sedang menyembunyikan sesuatu.


"Ya, lusa kamu bisa berangkat kesana Nak. Papih akan persiapkan semua nya." 


"Oke Pih, kalo gitu Reza ke kamar dulu." Pamit Reza, dia pun pergi ke kamar nya di lantai atas dengan setengah berlari, seperti terburu-buru. 


"Mom, kenapa bengong disitu?" Tanya Argan pada Mariska yang masih menatap punggung sang putra hingga menghilang di balik pintu. 


"Pih, apa Papih gak merasa curiga sama Reza?"


"Curiga apa Mom? Jangan suka curigaan sama anak sendiri." Cetus Argan yang membuat Mariska mendengus.


"Apa Papih gak merasa gitu, kalo Reza lagi punya masalah? Heran aja kok tiba-tiba dia mau pindah kuliah ke Amrik? Padahal udah berapa ratus kali kita bujuk pun, jawaban Reza selalu sama." Jelas Mariska. 


Memang, Argan maupun Mariska seringkali membujuk Reza agar mau pindah kuliah ke negeri Paman Sam. Namun Reza selalu saja menolak dengan alasan dia lebih nyaman disini, tapi sekarang? Tiba-tiba saja dia mau pindah kuliah, apa itu tak aneh?


"Iya sih Mom, Papih juga sedikit curiga. Coba mommy tanyain sama anaknya, biasanya dia suka curhat sama Mommy kan?" Tanya Argan.


"Iya Pih, Mommy coba dulu." Mariska pun pergi ke kamar sang putra, dia membuka pintu perlahan. Dia melihat Reza sedang duduk di kursi yang menghadap langsung ke jendela besar, menyajikan pemandangan asri kota Bandung. 


"Eza.." panggil nya pelan, membuat Reza menoleh, dia menyunggingkan senyuman kecil. 

__ADS_1


"Eehh Mommy, kenapa Mom?" Tanya Reza, dia bersikap seolah tak terjadi apa-apa. 


"Duduk disini, Mommy mau bicara." Mariska menepuk sisi ranjang sang putra dan Reza pun menurut, duduk di samping Mommy nya. 


"Bicara apa Mom?" 


"Kamu ada masalah? Cerita sama Mommy." Ucap Mariska langsung tanpa basa-basi. 


"Eza baik-baik aja kok Mom, emang nya kenapa? Kok Mommy nanya nya gitu?" Tanya Reza. 


"Kamu pasti tahu alasan nya Nak. Ingat, Mommy ini ibu kamu, ibu yang mengandung dan melahirkan kamu, jadi Mommy sangat tahu kalau putra nya sedang punya masalah." Jelas Mariska, membuat Reza bungkam. 


"Apa ini ada hubungan nya sama Renata?" Tanya Mariska, membuat Reza langsung mendongak dan menatap sang Mommy. 


"Tebakan Mommy benar?" 


Reza mengangguk, fakta nya ini memang masih tentang Renata, gadis pujaan yang saat ini telah berganti status menjadi istri sah teman nya sendiri, Dimas. 


"Renata menikah tadi pagi, Mom." Jawab Reza, membuat Mariska menganga dengan kedua mata yang membulat, tak sangka putra nya akan mengatakan hal semengejutkan ini.


"Dengan siapa? Bukan nya Renata tak punya kekasih?" Tanya Mariska, dia juga sama patah hati nya seperti Reza, menantu idaman nya sudah menikah. 


"Kenapa mendadak?" 


"Ada satu insiden yang mengharuskan kedua nya menikah, Mom." 


"Jadi ini alasan kamu pindah kuliah, Nak?" Tanya Mariska. 


"Itu hanya salah satu nya Mom, gak ada yang bisa Reza perjuangin lagi disini, yang ada Reza sakit kalo liat mereka berdua nantinya." Jelas Reza. 


"Apapun keputusan kamu, pasti itu yang terbaik Nak, Mommy dukung kamu pindah ke Amrik." 


"Terimakasih Mom, kalau begitu Reza mau packing pakaian sama barang-barang yang sekiranya Reza harus bawa ke sana." 


"Perlu mommy bantu?" Tawar Mariska.


"Gak usah Mom, Reza udah gede bisa sendiri." Jawab Reza, membuat Mariska tersenyum lalu keluar dari kamar sang putra. 

__ADS_1


Sepeninggal Mommy nya, Reza kembali duduk di kursi yang berhadapan langsung dengan kaca besar yang menyuguhkan pemandangan kota.


"Renata, haruskah aku benar-benar pergi dan melupakan semua nya? Apa aku bisa menjalani hidup tanpa kamu? Rasanya pasti akan sangat berbeda." Gumam Reza, dia mengusap pelan layar ponsel yang menampilkan poto Renata sedang tersenyum manis. 


"Semoga kamu bahagia, Re. Kamu orang baik, berhak bahagia juga meski bukan bersama ku." Gumam nya lagi, lalu menutup ponsel dan kembali menatap lurus ke depan.


Sedangkan di sebuah apartemen, Sila sedang mengamuk. Barang-barang mewah nya berhamburan di lantai karena dia menyapu nya dari meja rias.


"Sial, sial, sial, kenapa mereka malah menikah? Aaarrgghh, kalau begini bagaimana cara nya aku bisa membuat anak pelakor itu menderita?" Pekik Sila, dia mengacak rambut nya frustasi. 


"Berantakan sekali, apa yang terjadi By?" Tanya Ken, pria itu sengaja datang karena memerlukan pelampiasan nafssu seperti biasa.


"Dimas menikah dengan Renata tadi pagi, Ken!" Jawab Sila ketus, membuat Ken terkekeh. 


"Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu dengan perkataan ku, Ken?" 


"Misi mu adalah membuat Renata menderita kan?" Balik tanya Ken, dia memeluk Sila dari belakang, menghembuskan nafas hangat nya di belakang telinga Sila, membuat perempuan itu merinding. 


"Iya, tentu saja." 


"Bukankah dengan mereka menikah itu bagus? Kau jadi lebih mudah membuat wanita itu menderita dengan cara membuat Dimas lebih mementingkan mu dari pada istrinya sendiri." Usul Ken, tangan nya sudah merayap nakal ke arah dada besar Sila. 


"Ide mu patut di coba, Ken. Tapi bagaimana caranya aku meyakinkan Dimas agar mau kembali, setelah kita ketahuan waktu itu?"


"Pikat Dimas dengan tubuhmu, Sayang." Jawab Ken, tangan nya sudah mulai meremass buah kenyal milik Sila dengan kencang. 


"Aasshhh, Ken!" 


"Aku butuh tubuhmu, Bee." 


"Huh baiklah, ayo." Jawab Sila, kedua nya pun memulai rutinitas berbagi keringat seperti biasa nya, hingga suara desahaan mewarnai ruangan yang tak terlalu besar itu. 


......


🌷🌷🌷🌷


hai, hari ini author mau promosiin novel punya temen author, jangan lupa mampir juga ya, di jamin menarik dan bikin penasaran 😉

__ADS_1



Apa Salahku Tuan, karya kak Muda Anna. jangan lupa mampir☺️


__ADS_2