Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 83 IRS


__ADS_3

Reza menunggu calon istri nya pulang seperti biasa, dia menunggu dengan sabar sampai Renata selesai dengan pekerjaan nya. Meski saat dia datang tadi, perempuan itu sudah menyambutnya dengan hangat.


"Maaf, lama ya?" Tanya Renata, dia baru mendekat setelah menyelesaikan pekerjaan nya. 


"Enggak kok, pulang sekarang?" Renata mengangguk, memang tujuan nya adalah rumah. Tempat nya beristirahat dari segala kepenatan sehari-hari.


Reza berdiri, dia menyelipkan uang di bawah cangkir kopi dan menggenggam tangan wanita nya dengan erat. Keduanya pun berjalan bersisian dengan tangan yang saling bertaut. 


"Aku duluan ya, An." Ucap Renata pada teman nya. 


"Yo, hati-hati di jalan." Jawab Ani sambil melambaikan tangan nya. Dia spesialis pekerja lembur. 


Reza terus menggenggam tangan Renata hingga ke depan mobilnya, tautan tangan itu baru terlepas saat kedua nya berada di dalam mobil. 


"Yang, Mommy nyuruh ke rumah nanti hari Minggu." Reza memulai percakapan, setelah beberapa detik keduanya diam-diaman. 


"Ngapain?"


"Katanya kangen sama calon menantu." Jawab Reza, nampak santai dan tenang. Berbeda dengan Renata yang nampak shock.


"Kok ekspresi gitu sih? Bukan nya seneng mertua nya pengen ketemu, ini malah kayak terkejut." 


"Tapi, apa mereka Nerima aku?"


"Isshh kan udah aku jelasin, Sayang. Mereka menerima kamu tanpa melihat apapun, mereka bahkan gak peduli sama status kamu." Jawab Reza gemas, sudah beberapa kali dia menjawab pertanyaan semacam ini, namun Renata malah kembali bertanya hal serupa. 


"Yaudah iya, aku bawa apa ya? Masa bawa brownies lagi." 


"Gak usah bawa apa-apa, kamu datang aja mereka pasti seneng. Apalagi hari Minggu, Papi juga gak ke kantor. Hari libur buat quality time sama keluarga." Jelas Reza. 


"Yaudah, aku mau buat cookies coklat aja ya, bolehkan?" 

__ADS_1


"Terserah kamu aja, kalau gak ngerepotin." Pasrah Renata. 


"Enggak kok, gak ngerepotin. Aku malah seneng, aku jadi bisa menguji kemampuan aku buat kue." 


"Kenapa kamu gak usaha kue aja, sayang? Dari pada kerja terus." Usul Reza membuat Renata sedikit berpikir. 


"Nanti deh, kalo ada modal nya."


"Aku modalin sayang, gak usah mikir kesana. Yang penting kamu nya mau aja, pasti aku kasih buat modalnya." Ucap Reza membuat Renata menoleh. 


"Enggak ahh, aku gak mau bergantung sama kamu. Aku ngumpulin uang nya dulu, nanti setelah banyak baru aku bikin usaha sendiri. Lagian aku harus belajar lagi bikin kue nya,"


"Yaudah, terserah kamu saja ya. Tapi nanti, setelah kita menikah aku harap kamu bisa di rumah saja, gak usah kerja." Celetuk Reza, lagi-lagi membuat Renata menoleh, menatap wajah Reza. 


"Aku sih gak bakal larang, itu cuma harapan aku, tapi kalo kamu mau nya kerja ya boleh-boleh aja, asal jangan lupa sama kewajiban kamu sebagai istri." 


"Aku bakal nurutin apa kata suami aku, kalau kamu mau aku di rumah aja, yaudah aku di rumah aja, ngurusin kamu sama anak kita nanti." Jawab Renata membuat Reza tersenyum puas. 



Singkatnya, hari ini adalah hari Minggu. Renata sudah bersiap-siap, karena sebentar lagi pria nya akan datang menjemput, baru saja dia mengabari kalau sedang dalam perjalanan ke rumah nya.


Renata mengemas kue kering yang kemarin dia buat dengan susah payah, namun tak masalah karena ini adalah hobi nya, selain memasak dia juga hobi membuat kue. 


Tinn.. tinn.. 


Suara klakson mobil berbunyi, Renata segera meraih paperbag berisi dua toples kue kering, dia mengunci pintu dan berjalan mendekat ke arah mobil. 


"Pagi, Sayangku." 


"Udah hampir siang lho ini." 

__ADS_1


"Ayo masuk, maaf aku gak bukain pintu nya." 


"Gapapa, Sayang." Jawab Renata, jelas saja membuat Reza membeku seketika. Pertama kali nya Renata memanggil nya dengan panggilan sayang? Wah, hatinya berbunga-bunga saat ini. 


"Apa itu, Yang?" Tanya Reza sambil menunjuk paperbag yang ada di pangkuan Renata. 


"Kue buat Mommy." Jawab Renata. 


"Seketika aku iri dengan paperbag itu, Sayang." 


"Lho kenapa? Kamu ini ada-ada aja, iri kok sama paperbag." Ucap Renata sambil terkekeh, pria di samping nya kadang tak bisa di tebak.


"Iya lah iri, dia bisa duduk di pangkuan kamu, aku juga pengen." Rengek Reza. 


"Gak terbalik tuh? Biasa nya juga laki yang mangku cewek."


"Kepala aku aja, rebahan disitu pasti enak."


"Nanti kalau udah sah, boleh ya." Jawab Renata membuat Reza berbinar. 


"Oke, jadi sebaiknya kita percepat saja pernikahan kita, Sayang. Aku takut khilaf, apalagi kamu nya gemesin terus bisa-bisa aku gak tahan." 


"Isshh kamu mesoom." 


"Mesoom itu berarti normal, Sayangku." Jawab Reza sambil terkekeh, sedangkan Renata memutar mata nya jengah. 


"Wajah kamu keliatan cantik kalo lagi kesel, apalagi wajah nya merah." Celetuk Reza membuat Renata kesal sendiri, dia menepuk pelan lengan Reza, membuat pria itu tergelak kencang.


.......


🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


eehmm, ngapain ya mommy nya Eza ngajak Rere ke rumah? jawaban nya nanti malem ya, up lagi☺️ jangan lupa like, komen, vote, tap favorit, gift nya juga deh, bunga atau kopi😁


__ADS_2