
Keadaan berbeda di sebuah warung bakso, ketiga orang sedang menikmati waktu kebersamaan mereka, sebagai ajak, menantu dan mertua.
"Bakso nya enak gak?" Tanya Mami Erika pada Renata yang sedari tadi makan dengan tenang, namun lahap.
"Enak dong Mi." Jawab Renata dengan senyum yang mengembang di wajah cantiknya.
"Renata mah di kasih apa aja pasti enak." Celetuk Dimas sambil menyeruput kuah bakso nya.
"Mau tambah, Sayang?" Tanya Mami Erika, membuat Renata cengengesan. Satu mangkok mana cukup untuk Renata, minimal dua mangkok.
"Boleh Mi?"
"Boleh dong, pesen lagi aja." Jawab Mami Erika membuat Renata tersenyum penuh kemenangan, dia pun kembali memesan satu mangkuk bakso. Sedangkan Dimas hanya geleng-geleng kepala, istri nya itu selalu saja tak puas jika hanya dengan satu mangkuk.
Setelah selesai dengan acara makan bakso nya, ketiga nya pun memutuskan untuk pulang. Renata tersenyum berbinar karena perut nya sudah terisi penuh dengan dua mangkuk bakso.
"Kenyang makan bakso nya?"
"Kenyang Mi, makasih ya."
"Sama-sama, apa sih yang enggak buat menantu kesayangan Mami." Jawab Mami Erika, membuat Renata tersenyum lalu menggelayut manja di lengan Mami mertua nya. Mami Erika tersenyum, lalu mengusap lembut puncak kepala Renata.
Mobil yang di kendarai Mami Erika berhenti di depan teras kost an Renata, ketiga nya turun.
"Mami harus pulang, Sayang."
"Yahh kenapa pulang, Mi? Nginep disini aja disini, biar Rere ada temen nya." Rengek Renata.
"Mami pulang aja, gak enak ganggu pengantin baru." Goda Mami Erika, membuat wajah Renata bersemu, berbeda jauh dengan ekspresi Dimas yang datar.
"Ihhh Mami, pengantin baru juga gak bakal ngapa-ngapain ini."
"Cetak cucu buat Mami ya, Mami pengen cepet-cepet punya cucu." Pinta mami Erika.
"Baru aja dua hari Mi, anu nya juga baru sekali, mana ada langsung jadi." Cetus Dimas membuat Renata semakin memerah saja.
"Yaudah, cetak lagi nanti malam."
"Kalau Rere nya mau, keknya dia gak bakal mau." Keluh Dimas lalu melengos pergi masuk duluan dengan menenteng paperbag berisi belanjaan milik Renata.
"Jangan lupa pakai pakaian dinas nya ya." Bisik Mami Erika dengan senyuman nya.
"Mami pergi dulu ya, ada beberapa pekerjaan yang harus Mami selesaikan."
"Yaudah, Mami hati-hati ya."
"Iya sayang, jangan lupa buatin Mami cucu ya."
"Rere usahain ya Mi, kalau Dimas nya mau." Jawab Renata sambil nyengir, tapi ya namanya laki-laki kalau sudah di suguhi pemandangan menakjubkan dari tubuh perempuan cantik, siapa yang menolak ya kan?
"Dimas pasti mau, tinggal kamu nya yang harus sedikit agresif ya. Pakai yang merah, Dimas pasti suka."
__ADS_1
"Aihh Mami, udah ahh ini bukan hal yang harus Mami bahas sama Rere."
"Yaudah, Mami pulang ya Sayang. Kamu baik-baik disini, kalau Dimas ngapa-ngapain kamu telepon aja Mami."
"Kalau Rere di perkosaa lagi, berarti Rere harus telepon Mami dong?" Tanya Renata dengan polosnya.
"Astaga, kamu udah dewasa tau mana yang salah sama yang bener ya, udah Mami pulang dulu."
Renata terkekeh, dia melambaikan tangan nya saat mobil Mami Erika mulai menjauh. Perempuan itu masuk ke dalam, dia melihat Dimas tertidur di sofa, tanpa mengenakan baju alias bertelanjang dada.
"Mas, kenapa tidur disitu?"
"Ngantuk Yang, aku capek."
"Di kamar sana, pake baju nya." Ucap Renata.
"Enakan disini adem, di kamar mah panas Yang." Jawab Dimas, mata nya masih tertutup.
"Yaudah, aku mau mandi dulu." Renata masuk ke kamar nya, dia membersihkan tubuhnya dengan detail. Malam ini dia berencana untuk melayani Dimas, sebagai istri.
Hanya butuh 15 menit saja, Renata keluar dengan handuk yang melilit tubuhnya.
Witwiww,,
Seseorang bersiul, membuat Renata refleks menoleh. Ternyata Dimas sudah berada di kamar dengan senyuman nakal yang membuat Renata merinding.
"Wangi bener, Neng."
"Iya iya, bawel amat punya istri." Dimas mencubit gemas pipi Renata lalu pergi ke kamar mandi dengan terburu-buru.
Renata mengusap pipi nya yang memerah karena cubitan dari Dimas, dia tersenyum lalu mulai membuka lemari pakaian nya, pilihan nya jatuh pada piyama polos berwarna pink pastel kesukaan nya.
Dia memakai nya secepat kilat, mata nya celingukan melihat ke arah kamar mandi, aman karena pintu nya masih tertutup dan terdengar suara gemericik air, berarti Dimas masih mandi.
Renata menyiapkan pakaian untuk di pakai oleh Dimas, pakaian santai saja karena disini dia tak punya pakaian tidur, karena sudah dua hari menikah Dimas belum pulang ke rumah.
"Yang, pakaian aku mana?"
"Di kasur Mas!" Teriak Renata dari arah luar, karena perempuan itu sudah berada di dapur untuk memasak makan malam.
Dimas melirik ke arah ranjang, benar. Pakaian nya sudah tersedia, Dimas memakai nya dan pergi menyusul Renata.
"Buatin kopi Yang."
"Sebentar," jawab Renata singkat, dia masih sibuk mengaduk makanan di wajan.
Namun tak butuh waktu lama, secangkir kopi hitam tersaji di depan nya.
"Makasih Yang."
"Kamu manggil aku gitu?"
__ADS_1
"Iya, aku manggil kamu sayang. Apa gak boleh?" Tanya Dimas.
"Ya boleh sih, malah aku seneng dengernya. Syukurlah kalo kamu udah bisa menerima pernikahan ini."
"Iya, mau nyesel sampe kapanpun gak ada habisnya, mendingan aku terima aja. Lagian gak sepenuhnya kesalahan kok, pernikahan ini gak salah, aku yang salah." Jawab Dimas sambil tersenyum.
"Mau makan sekarang?"
"Iya, laper Yang. Mau sama itu, boleh?" Tunjuk Dimas ke arah sepiring rica-rica ayam.
"Boleh dong."
Renata menyendok makanan untuk Dimas, dia juga ikut makan dengan lahap. Dan setelah selesai, Dimas memilih menyalakan televisi di ruang tengah, sedangkan Renata langsung mencuci piring kotor bekas mereka makan.
"Mau tidur sekarang?"
"Duluan aja, film nya seru." Jawab Dimas, dia asik menonton televisi yang menayangkan film aksi.
Renata meraih paperbag dan membawa nya ke kamar, dia mengganti piyama tidurnya nya dengan pakaian dinas berwarna merah yang di belikan Mami Erika tadi malam.
Dia mundar mandir di dekat pintu, dia merasakan kegugupan yang luar biasa. Meski tahu ini adalah kewajiban nya sebagai seorang istri, namun baginya ini adalah pertama kalinya.
"Saya…" Dimas melongo begitu melihat penampilan Renata yang nampak panas dengan pakaian berwarna merah terang berbahan tipis yang menerawang, membuat bentuk tubuh nya terlihat jelas.
"Ngapain pake baju begituan?"
"Gak tau, ini Mami yang nyuruh Mas." Jawab Renata. Dimas mendekat, namun Renata malah mundur.
Terus saja begitu hingga akhirnya kaki Renata tak bisa mundur lagi, namun Dimas tetap mendekat hingga akhirnya Renata kehilangan keseimbangan, tak sengaja dia menarik baju yang di pakai Dimas hingga membuat keduanya terjatuh di atas ranjang dengan Dimas yang menindih Renata.
Cup..
Dimas tak sengaja mencium bibir Renata, namun hanya singkat, keduanya pun langsung bangkit dan duduk dengan keadaan canggung.
Saling melirik satu sama lain, hingga akhirnya Dimas mengeluarkan suara nya.
"A-aku tak sengaja."
"Aku siap, Mas." Dimas menatap Renata dengan tatapan tak biasa.
"Kamu serius?"
"Tentu, karena aku istri mu dan sudah kewajiban ku melayani mu." Jawab Renata.
"Terimakasih."
Dimas mulai mendekat, dia memegang tangan Renata, mulai memajukan wajah nya dan….
.....
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
haha, kena prank🤣🤣🤣