Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 58 IRS


__ADS_3

Renata masuk ke kamar, dia melihat Dimas sedang duduk di sisi ranjang dengan wajah yang di tutup dengan kedua tangan. Beberapa kali dia menghela nafas nya frustasi, membuat Renata tersenyum licik. 


"Kenapa Mas? Kamu keliatan frustasi." Tanya Renata. 


"Enggak kenapa-napa Yang, memang nya wajah Mas keliatan banget ya?" 


"Iya, kenapa? Ada masalah di kantor?" Tanya Renata, Dimas menggeleng. 


"Ya terus kenapa?" 


"Mas lagi pengen, kamu bersih kan?" Tanya Dimas, jujur saja hati Renata berdebar tak karuan saat Dimas meminta hak nya. Memang sudah satu Minggu ini Dimas tak meminta haknya, mungkin karena nafssu nya sudah di salurkan pada wanita lain. 


"U-udah sih." Jawab Renata terbata. 


Dimas seperti nya ingin mencoba pada Istrinya, apa junior nya masih berfungsi atau tidak. Renata sudah tak berminat lagi untuk di sentuh Dimas, dia merasa jijik tapi alasan apa yang membuat nya tak jadi di pakai? 


"Yaudah ayo, Mas pengen banget." Ucap Dimas. 


Renata tahu kalau efek obat itu sudah habis, jadi batang milik suami nya pasti bisa mengamuk dan mengobrak abrik miliknya seperti biasa. 


"Aku capek Mas, lemes." 


"Kenapa?" Tanya Dimas lesu, membuat Renata sedikit merasa bersalah karena menolak keinginan suami nya. Tapi dia terlanjur muak pada pria yang berstatus suami nya itu. 


"Gak tau, bawaan nya lemes aja." Jawab Renata. 


"Aneh, padahal tadi keliatan nya baik-baik aja. Yaudah deh, tidur aja." Putus Dimas, dia pun memilih berbaring miring ke samping membelakangi Dimas. 


Renata menghela nafas nya lega, setidaknya Dimas tak bertanya macam-macam. Perempuan itu juga memilih berbaring, akhirnya mereka tidur dengan saling memunggungi. 


Pagi hari, Renata sudah melakukan rutinitas seperti biasa, memasak sarapan, mandi dan juga bersih-bersih, layaknya ibu rumah tangga. Meski di selingi beberapa kali muntah karena mencium aroma masakan yang dia masak. 


Dimas terbangun dari tidurnya, dia menggaruk tengkuknya. Namun dia terkejut saat melihat junior nya berdiri seperti biasa, kebiasaan laki-laki kalo pagi bangun tidur, junior nya pasti bangun, berdiri tegak. 


Dia menoel kepala junior nya, dia terheran lalu kenapa kemarin malam dia tidak bisa bangkit? Sebenarnya ada masalah apa dengan junior nya. Pria itu langsung pergi keluar kamar, mencari keberadaan sang istri. 


"Sayang.." teriak Dimas, membuat Renata menoleh. 


"Iya, di dapur Mas." Jawab Renata, perempuan itu sedang mengaduk masakan nya di wajan. 


Dia berjalan mendekat ke arah Renata dan memeluk perempuan itu dari belakang. Menduselkan wajah nya di punggung perempuan berstatus istrinya itu. 


"Kenapa Mas?" 

__ADS_1


"Mas kangen, pengen masukin kamu. Sekali aja ya?" Bujuk Dimas manja. Tangan nya merayap nakal ke arah buah kenyal miliknya. 


"Aku udah mandi, Mas." Renata berusaha menepis tangan Dimas dari dada nya, namun tangan pria itu terlalu cekatan dan membuat Renata kewalahan, jadi lebih baik membiarkan nya saja. 


"Ayo dong, sebentar aja. Sekali keluar ya?" 


"Enggak, aku males mandi lagi." Renata masih mencoba menolak keinginan suaminya. 


"Lihat nih, junior aku udah tegang banget. Sakit, Yang." 


Renata membulatkan mata nya, ohh pantas saja pria itu meminta ronde pagi-pagi, efek obat itu sudah hilang dan junior Dimas kembali seperti biasa. 


'Pikir Re, pikir cepat. Jangan ngasih dia, gak mau!' Batin Renata, tapi dia juga wanita normal, di raba-rabaa oleh Dimas membuat inti nya terasa basah. 


"Neng, beli sayur.." teriak abang-abang tukang sayur langganan Renata, membuat wanita itu berbinar, dia punya alasan agar bisa lepas dari jeratan suaminya. 


"Aku ke depan dulu beli sayur ya, Mas." Ucap Renata lalu mematikan kompor dan berlari keluar rumah meninggalkan Dimas sendirian yang sudah kesal karena lagi-lagi nafssu nya tak bisa tersalurkan juga. 


"Abang tukang sayur, kau lah penyelamatku." Gumam Renata sambil tersenyum puas. Biarkan saja pria itu kesal, pokoknya dia tak mau di sentuh lagi oleh Dimas. 


Dimas memilih masuk ke kamar untuk membersihkan diri, miris sekali nasib Dimas dan junior nya.


"Miris banget ya dek, punya istri cantik, selingkuhan juga cantik, malah main pake tangan." Gumam Dimas, dia mengocok junior nya dengan tangan.


Renata kembali masuk setelah selesai berbelanja, Dimas juga sudah selesai mandi dan sudah siap dengan seragam OB nya. Namun wajah kecut nya tak bisa di sembunyikan, sangat kentara membuat Renata terkekeh. 


"Tadi malem minta juga susah amat, kamu jangan lupa kewajiban kamu layanin aku sebagai suami." Ketus Dimas, dia menyendok nasi dan lauk lalu makan dengan lahap. 


'Suami nya kek gimana dulu? Kalo setia mah, aku mau. Lah ini? Kang selingkuh.' Batin Renata sambil memutar mata nya jengah. 


Renata tersenyum saat melihat Dimas makan dengan lahap, tak tau saja kalau lauk di piring itu sudah Renata taburi obat dengan dosis lebih tinggi dari kemarin, karena dia tak berminat untuk pergi ke kantor dan menyaksikan sendiri perselingkuhan suami dan mantan kekasihnya itu.


"Nanti kamu ke kantor gak?"


"Enggak Mas, hari ini aku ada dua kelas. Jadi gak bisa ke kantor kamu, maaf ya?"


"Gapapa, Sayang." Jawab Dimas dengan senyum cerah nya, tentu saja dia senang karena dengan begitu dia akan bebas berduaan dengan Sila saat waktu makan siang. 


Dimas sudah berangkat, Renata juga sudah selesai mengerjakan pekerjaan rumah tangga nya, dia memutuskan untuk pergi ke kampus karena ada kelas. 


Namun tanpa dia sadari, ada seorang pria yang memotret nya diam-diam, saat keluar rumah hingga dia pergi menaiki ojek online. 


'Dia pergi kuliah hari ini, sedangkan pria itu sudah pergi bekerja.' Tulis nya lalu mengirimkan pesan dan Poto hasil jepretan kamera ponsel nya itu ke nomor orang yang menyuruh nya menguntit perempuan bernama Renata Lusiana. 

__ADS_1


Di seberang sana, pria itu tersenyum manis saat melihat poto perempuan yang teramat dia rindukan. 


"Aahh Renata, kau selalu bisa membuat aku bersemangat menjalani hari." Gumam Reza sambil tersenyum manis. 


Ya, dia menyuruh orang untuk selalu memantau Renata dari kejauhan. Itu menunjukan seberapa besar rasa cinta nya untuk Renata kan? 


'Wanita mu ada kemungkinan hamil, karena kemarin dia pergi ke dokter kandungan.' isi pesan dari orang suruhan nya, sungguh membuat Reza terkejut. 


"Hamil? Yang benar saja, Re!" 


Tring..


Bunyi notifikasi pesan masuk, Reza kembali membuka dan ternyata berisi file Poto. Reza langsung mengunduh nya dan seketika itu juga dia terbelalak. 


'Dia sudah dua kali menolong Renata yang hampir jatuh, namun lihat tatapan nya. Dia adalah Kenzo, CEO tempat suaminya bekerja.' tulis orang itu, membuat Reza mengepalkan tangan nya. 


Benar, tatapan pria bernama Ken itu begitu hangat dan penuh cinta, membuat Reza cemburu. 


"Aisshh, Re! Pesona mu memang luar biasa. Jadi cewek cantik amat, kan jadi gini rebutan cowok!" Rutuk Reza sambil menahan kekesalan dalam hatinya karena perempuan idaman nya di tatap oleh pria lain. 


Reza merasa tak tahan, jadi dia memutuskan untuk menelpon nomor orang kepercayaan nya untuk menanyakan sesuatu hal yang menurut nya penting.


'Bagaimana tugas yang aku berikan? Sudah kau selesai kan?'


"Masih butuh waktu, meski sebenarnya aku sudah punya kesimpulan. Namun kecurigaan ku belum terbukti benar, jadi bersabarlah." Jawab nya. 


'Kerja yang rajin, aku membayar mu dengan uang bukan daun!'


"Issshh iya Tuan muda, aku paham. Ya sudah aku matikan dulu ya, tanggung nih kopi keburu dingin kalau tuan ngajak berdebat dulu." Ketus nya, lalu sambungan telepon itu terputus. Membuat Reza mencak-mencak sendirian di apartemen nya. 


"Sialan tuh orang, main matiin aja. Gue bos nya lho ini, berani amat. Gue salah kali ya ngerekrut manusia sengklek macam dia?" 


"Tapi kerja nya bener sih, cepet juga. Gapapa deh, darah tinggi bentar nanti juga turun lagi." 


.....


🌷🌷🌷🌷


Abang Reza, Miss you😘 pada kangen bang Eza gak nih?


....


haii jangan lupa mampir ke karya temen author juga yaww🥰

__ADS_1



Jeratan Istri Yang Terhina karya kak Siti Fatimah🥰


__ADS_2