Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 27 dukungan keluarga


__ADS_3

Saat seorang anak gadis pulang sendiri setelah menikah maka semua mata tetangganya akan bertanya-tanya, Di mana suaminya. Begitu pula dengan Stella. Dia datang sendirian ke kampung halaman nya membawa koper setelah sekian tahun berada di kota J, maka tatapan orang seakan ingin bertanya ada apa?


Stella memasuki halaman rumahnya, dan saat melihat ibunya sedang menyapu teras, Stella langsung berlari memeluknya.


"Bu...."


"Stella..." Ibunya kaget dan terperanjat. Karena Stella pulang tanpa memberitahunya. Dan dia datang tidak bersama suaminya.


"Bu, Stella kangen sama ibu dan bapak,"


"Bapakmu baru saja berangkat kerja. Mana suamimu?"


"Ehm, Stella pulang sendirian Bu,"


"Ohh, ayo masuk, biar ibu buatkan teh hangat dulu. Kamu pasti lelah setelah perjalanan jauh," Ibunya lalu tersenyum tanpa mencurigai apapun. Karena setahunya, Alvin sangat mencintai putrinya, jadi dia merasa tenang meskipun Stella tidak datang bersama suaminya.


"Terimakasih Bu," kata Stella ketika ibunya datang membawa teh manis hangat untuknya.

__ADS_1


"Kamu lagi libur Stella? Kok tumben ngga kasih kabar kalau mau pulang?" tanya ibunya masih dengan suara tenang.


Tiba-tiba mata Stella memerah dan berair. Tidak kuasa lagi menyimpan rasa kecewa dan duka dihatinya.


"Hik...hik....Stella telah gagal Bu...."


Stella lalu memeluk ibunya.


"Gagal kenapa nak? Kok kamu malah nangis? Apa ada masalah?" Baru sekarang setelah melihat sorot mata Stella dan mengamatinya dengan nalurinya sebagai seorang ibu, dia tahu jika putrinya sedang berduka.


"Ada apa nak, ceritakan sama ibu,"


"Bercerai?" Ibunya menatap Stella dengan shock. Tidak percaya kata itu keluar dari bibir putrinya yang sangat dia sayangi.


"Ibu tidak salah dengar? Kalian akan bercerai? Tapi kenapa?"


"Mas Alvin selingkuh Bu....dan Wanita itu sudah punya anak,"

__ADS_1


"Apa? Tapi suamimu selama ini sangat mencintaimu?"


Ibunya tidak percaya jika menantunya tega berselingkuh dari Stella. Karena semala ini, menantunya itu sangat baik dan perhatian. Dan tidak terlintas sedikitpun dalam benaknya jika menantunya akan menyakiti hati putrinya.


"Benar Bu, tapi kami tinggal berjauhan. Mas Alvin punya istri siri lain diluar kota,"


"Apa!? Ibu tidak menduga suamimu tega menyakiti hatimu Stella,"


"Iya Bu, aku juga tidak menduga pernikahan kami akan berakhir dengan perceraian. Stella tidak bisa menerima Mas Alvin lagi Bu, soalnya Stella melihat dengan kepala sendiri bagaimana Mas Alvin telah berkhianat,"


"Ya sudah, sekarang tenangkan hatimu nak. Jika kamu sudah tidak bisa memaafkan kesalahan suaminya, ibu tidak akan memaksamu. Kau yang akan menjalani masa depanmu nanti. Apapun keputusan mu, ibu akan selalu disampingmu, mendukungmu,"


"Ibu tidak marah kami akan bercerai?"


"Kenapa harus marah. Suamimu sudah menyakiti hatimu. Dan sudah mengingkari janjinya pada kami berdua. Dulu suamimu berjanji untuk membuatmu bahagia, sehingga ibu dan ayah, memberikanmu padanya. Tapi jika dia menyakiti hatimu, maka ibu dan ayah tidak rela kau di sakiti seperti ini,"


"Ibu, terimakasih...saat ini Stella butuh dukungan dari kalian,"

__ADS_1


"Iya nak. Jika kau memang tidak mau memperbaiki hubunganmu dengan suamimu, maka kau bisa mengambil keputusan untuk berpisah. Orang yang sudah selingkuh, memang sulit untuk berubah. Dia tidak memegang kuat komitmen pernikahan. Jika dalam pernikahan itu, harus ada kejujuran dan sama-sama saling berjalan dan menjaga agar tidak keluar dari jalur kebenaran. Baru pernikahan bisa bahagia, jika hanya salah satu yang berjuang, maka tidak bisa berhasil. Harus dua-duanya berjuang dan saling berupaya menjaga pernikahan agar langgeng dan bahagia," kata ibunya sambil membelai rambut Stella.


Stella menaruh kepalanya di pangkuan ibunya dan menangis karena luka dihatinya masih baru dan terasa masih menyakitkan jika ingat dia telah di khianati dan tidak di hargai sebagai seorang istri.


__ADS_2