
Flashback on.
Pagi hari, Reza menuruni tangga dengan wajah berseri. Dia tersenyum saat melihat kedua orang tua nya sudah duduk menunggu kedatangan nya di meja makan, mereka memang terbiasa untuk sarapan bersama, apapun alasan nya sarapan dan makan malam harus bersama.
"Wajah nya bersinar ya, Pih. Bikin silau, ada apa dengan putra kita ya?" Tanya Mariska pada Argan.
"Demam jatuh cinta, bisa jadi kan Mom?"
"Itu mah penyakit lama kali, Pih." Celetuk Mariska membuat Argan terkekeh.
"Pagi Mom, Pih." Sapa Reza dengan senyum manis yang sedari tadi tak pernah pudar dari bibirnya.
"Pagi, kamu baik-baik saja?"
"Iya Mom, Reza baik kok. Kenapa?" Tanya Reza balik.
"Itu kamu sedari kemarin malam sampai sekarang senyam-senyum aja, ada apa?"
"Mommy pengen tahu aja apa pengen tahu banget?" Goda Reza membuat Mariska mendengus.
"Jangan goda Mommy kamu, dia sedang datang bulan, bahaya." Celetuk Argan. Meski usia nya sudah hampir menginjak usia kepala lima, namun Mariska masih rutin kedatangan tamu bulanan nya.
"Angkat tangan Eza, Mom."
"Jadi, kamu kenapa?" Tanya Mariska lagi.
"Eemm, tadi malem Eza nekat lamar Renata di taman, Mom, Pih." Jawab Reza membuat Argan yang sedang meminum kopi nya tersedak hingga batuk, wajah nya sampai memerah.
Uhukk.. uhukk..
"Papih, minum nya pelan-pelan dong." Ucap Mariska sambil menepuk-nepuk punggung suami nya hingga batuk nya mereda.
"Terus, jawaban Renata nya gimana?"
"Isshh Mommy ini gimana? Kalo di tolak dia gak bakal secerah ini, pasti di terima. Iya kan?" Celetuk Argan membuat Reza mengangguk cepat.
__ADS_1
"Akhirnya, cincin yang Reza buat di Amerika sekarang sudah di pakai pemilik nya, Reza seneng banget."
"Wahh, putra Mommy sekarang udah punya calon istri ya." Ucap Mariska sambil tersenyum kecil.
"Mom, Pih, Reza rencana nya pengen segera nikahin Renata." Reza mengutarakan niat nya di depan kedua orang tua nya.
"Papih sih terserah kamu aja, tapi Papih mau nanya sama kamu, ini serius dan jawab dengan tegas."
"Reza pasti jawab dengan yakin, Pih." Jawab Reza tanpa ragu.
"Renata adalah wanita korban penghianatan laki-laki, dia pasti punya rasa trauma untuk menjalin kembali komitmen, apa kamu siap membahagiakan nya?" Tanya Argan, mata nya menyorot tajam ke arah sang putra yang duduk di depan nya.
"Reza siap Pih, Renata adalah wanita pujaan Eza dari dulu sekaligus cinta pertama bagi Eza."
"Reza bahkan rela nunggu dia, karena dia mencintai laki-laki lain yang sialnya adalah pria yang menyakiti Renata, gak mungkin Eza gak serius sama Renata saat ini, kesempatan yang bagus untuk berjuang mendapatkan hati wanita impian, Eza gak bakalan sia-siain kesempatan itu." Jelas Reza panjang lebar.
"Kalau kamu sudah yakin dengan keputusan kamu, Papih sama Mommy pasti dukung niat baik kamu, lebih cepat lebih baik."
"Iya Pih, lagian Reza takut Renata nya di rebut cowok lain, sumpah demi apapun gak rela kalo Renata sama yang lain." Ucap Reza membuat Mariska dan Argan terkekeh.
"Yaudah, halalin cepet Renata nya. Nanti kalah cepat,"
"Enggak dong, kan Renata nya udah Eza ikat pake cincin." Jawab Reza sambil nyengir kuda menampakan barisan gigi putih nya.
"Jadi, rencana nya kapan mau halalin Renata?"
"Satu bulan lagi, pas ulang tahun nya Renata." Jawab Reza mantap, tak ada sorot keraguan dari tatapan mata nya.
"Bagus itu, lebih cepat lebih baik. Tapi, kamu harus diskusi dulu sama calon istrimu. Dia setuju atau enggak." Ucap Argan lagi.
"Pasti Pi, nanti Reza tanyain lagi pendapat Rere tentang rencana Eza."
"Yaudah, sekarang makan aja. Nanti telat, katanya mau jemput Renata dulu."
"Iya Mom, jadi kalian setuju Eza nikah sama Renata?"
__ADS_1
"Setuju pake banget!" Serentak kedua nya seraya mengacungkan jempol mereka masing-masing.
"Kompak nya, allhamdulilah." Dia tersenyum manis lalu kembali memakan sarapan nya dengan lahap. Setidaknya keraguan Renata tidak mendasar, fakta nya kedua orang tua nya tak mempermasalahkan status Renata.
Flashback Off.
Jam makan siang datang, Reza membuka wadah bekal buatan Renata. Dia menyantap nya dengan lahap, bukan omong belaka jika masakan Renata memang enak.
Bertepatan dengan itu, pintu ruangan Reza terbuka, Marko datang dengan membawa beberapa berkas di tangan nya.
"Eehh lagi makan ya, maaf ganggu bentar."
"Iya Pak, gapapa." Jawab Reza, dia menghentikan sejenak acara makan siang nya. Meletakan sendok dan menutup wadah bekal nya.
"Ini berkas yang harus di dahulukan ya, kalo bisa jam dua harus sudah selesai, soalnya mau di buat materi meeting sama Pak Argan."
"Siap Pak, saya makan dulu setelah itu langsung saya kerjakan." Jawab Reza.
"Makan sama apa sih? Keliatan enak banget, mana wangi."
"Ayam sambel kemangi buatan ayang." Jawab Reza sambil tersenyum.
"Wahh di masakin ayang ternyata, pantesan aja lahap banget makan nya, kerja nya juga cepet."
"Iya, Pak buat halalin ayang jadi harus semangat kerja nya." Jawab Reza lagi membuat Marko terkekeh, anak muda di depan nya begitu penuh dengan energi positif. Tentunya itu pengaruh dari wanita yang Reza panggil dengan sebutan ayang.
"Yaudah, lanjutin makan nya. Nanti antar ke ruangan saya kalau sudah selesai, selamat makan." Pak Marko pun keluar dari ruangan Reza.
Pria itu membuka berkas yang di simpan oleh Pak Marko, mempelajari nya terlebih dahulu sebelum di kerjakan. Setelah di rasa mengerti, Reza meletakan nya kembali dan melanjutkan acara makan siang nya yang sempat tertunda.
......
🌷🌷🌷🌷
berteman sama author yuk, di FB sendi Andriyani☺️
__ADS_1