
Vishal Sky Pratama terbangun dan meraba samping tempat tidurnya. Lalu perlahan menoleh saat tempat itu telah kosong.
"Stella...." Berbisik lirih. Berharap Stella sedang berada di kamar mandinya.
Vishal lalu bangun dan mengambil bajunya yang berantakan dilantai. Memakainya dengan cepat dan berjalan kekamar mandi.
"Kau didalam?" Pintunya tertutup, tapi tidak ada siapapun disana.
Vishal lalu dengan cepat mandi dan keluar untuk mencari Stella.
Dia berpapasan dengan Nungky, bagian administrasi.
"Kau melihat seorang gadis keluar dari kantorku?" Tanyanya pada bagian administrasi.
"Tidak. Kami tidak melihat siapapun,"
"Ok," Vishal lalu mencari di bagian laundry.
Sampai disana melihat setiap pekerja yang berpakaian putih, dan bertopi pink, satu persatu.
Namun tidak satupun yang wajahnya mirip dengan gadis yang tadi malam dia temui.
Apakah jangan-jangan dia libur? Pasti dia kaget saat bangun di pagi hari. Aku harus mencarinya.
"Daftar pekerja bagian laundry," kata Vishal pada manager.
"Untuk apa bos?"
"Aku ingin tau. Bisa kau print untukku?"
"Baik. Tunggu sebentar Bos," kata manager itu.
"Ini bos," kata manager itu sambil memberikan kertas yang di minta.
Vishal lalu pergi ke kantornya dan membaca satu persatu nama gadis yang bekerja di bagian laundry.
"Stella, tidak ada yang bernama Stella, lalu gadis tadi malam? Dia bekerja di bagian apa?" Vishal lalu meletakkan kertas itu. Gadis yang dia cari tidak ada di daftar pekerja bagian laundry.
Vishal berdiri dan menghadap ke laut lepas dari kaca jendela kantornya.
__ADS_1
Tiba-tiba, pintunya diketuk dari luar.
"Masuk!" Vishal melihat gadis itu berdiri dipintu kantornya dengan pakaian rapi.
Stella tersenyum setelah menitipkan bayinya pada Andin.
Flashback
Stella mendatangi rumah Andin. Dan membawa serta bayinya.
"Stella," Andin lalu mempersilakan sahabatnya masuk kedalam.
"Aku butuh bantuanmu lagi," kata Andin setelah mereka masuk.
"Katakan," Andin tersenyum hangat. Saat ini dia memang sedang cuti dua Minggu.
"Aku bisa menitipkan Esther? Aku akan bekerja menjadi sekretaris pribadi CEO Vi Sky,"
"Apa?" Andin terbelalak kaget. Sahabatnya akan bekerja menjadi sekretaris pribadi CEO Vi Sky? Pria tampan yang masih lajang hingga saat ini? Dan bagaimana mereka bisa bertemu dan berkenalan?
"Bagaimana kau bisa mengenalnya?"
"Kau bersamanya hingga pagi?" Andin semakin terbelalak.
"Jangan pikir macam-macam, aku hanya memanfaatkanya untuk misiku," kata Stella ketakutan dengan apa yang Andin pikirkan.
"Tenang. Kenapa kau terlihat takut begitu? Ini justru kabar bagus. Kau bisa segera membuktikan jika suamimu dan bagian administrasi itu punya hubungan,"
"Ya, itulah maksudku," Stella bernafas lega.
Andin tidak boleh tahu apa yang terjadi kemarin malam. Jika dia telah tidak sadar akibat minuman dan melakukan kesalahan satu malam bersama atasan suaminya.
"Oke, sekarang pergilah dan jangan khawatir kan soal bayimu. Aku biar mengurusnya,"
Kata Andin membuat Stella senang, karena sahabatnya itu sangat pengertian.
"Andin kau sangat baik. Terimakasih, aku tidak akan melupakan kebaikanmu,"
"Kau ini. Sudah, sana pergi, dan temui bos barumu. Dandan yang cantik, dan jangan lupa, minta CEO untuk menaikkan gaji suamiku," canda Andin. Stella dan Andin lalu terkekeh pelan.
__ADS_1
*
*
Vishal kaget, karena dia sempat berpikir jika gadis itu tidak akan berani menemuinya setelah apa yang terjadi kemarin malam. Atau dia akan resain dari kantornya. Tapi ini sungguh diluar dugaan. Dia menemuinya dan terlihat biasa saja. Seakan tidak terjadi apapun semalam.
"Silakan masuk," Vishal segera berdiri dan mempersilakan Stella masuk.
"Duduklah,"
Mereka nampak canggung dan diam sesaat.
Stella lalu membuka pembicaraan.
"Apa yang terjadi kemarin, aku...."
"Aku akan bertanggung jawab," tegas Vishal memotong pembicaraan Stella.
"Tapi...bukan itu yang ingin saya bicarakan," kata Stella agak takut.
"Lalu apa? Aku pikir kau datang untuk meminta pertanggungjawaban dariku? Dan aku akan bertanggungjawab untuk kesalahanku," tegas Vishal sekali lagi.
"Maaf Tuan..."
"Jangan panggil Tuan. Panggil saja namaku, Vishal,"
"Tapi, saya kan sekretaris anda,"
"Tidak papa. Saat berdua, panggil namaku saja,"
"Baik, Tu...eh, Vishal. Saya datang kemari, sebenarnya untuk suatu hal,"
"Apa itu?"
"Saya telah bersuami," Stella tertunduk saat mengatakan hal itu.
"Astaga! Kau punya suami?" Vishal nampak terkejut. Dia memegang keningnya dan menatap tajam wajah Stella.
"Tapi, tadi malam, kau datang sendirian? Lalu kenapa kau mau aku ajak minum bersama? Dimana suamimu?"
__ADS_1
Stella menatap ke lantai, tertunduk.