Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 39 IRS


__ADS_3

Setelah acara makan pagi selesai, Mami Erika berniat untuk membawa menantu nya sekedar berjalan-jalan ke tempat yang cukup ramai pengunjung agar Renata tak merasa jenuh. 


"Tapi Mi, kita kan harus ngampus." 


"Kalian baru kemarin nikah, masa langsung ngampus? Udah, kalian ikut Mami. Kita belanja ya?" Ajak Mami Erika pada Renata, dia tak menghiraukan Dimas. 


"Rere sih terserah Mami aja," pasrah Renata, membuat Mami Erika bersorak. Dia pun segera menarik tangan Renata, bersiap membawa nya keluar. 


"Mami, tunggu dulu." 


"Kenapa, Sayang?" Tanya Mami Erika dengan kening yang mengernyit.


"Rere gak pede kalo pake baju kayak gini, Rere ganti baju dulu ya Mi."


"Jangan lama ya, Sayang." Peringat Mami Erika, Renata hanya mengangguk lalu masuk ke kamar nya. 


Sedangkan Mami Erika kembali duduk di kursi yang ada di ruang televisi. Dimas mendekat, dia berniat untuk membujuk Mami nya agar tak berlarut-larut dalam kemarahan. 


"Mi.." Hening, tak ada jawaban apapun. Mami Erika tak menjawab apapun, dia hanya diam dengan kepala menunduk memainkan ponsel, berbalas pesan dengan teman-teman sosialita nya. 


"Mami.."


Terdengar helaan nafas kasar dari wanita paruh baya itu, dia menoleh dan menatap wajah sang putra, namun raut nya masih menunjukan ekspresi masih tak bersahabat. 


"Apa manggil-manggil? Mau nyusu?" Tanya Mami Erika ketus. 


"Issshh apaan nyusu sama Mami, Dimas punya yang lebih kenyal, tuh punya istri Dimas masih orisinil." Jawab Dimas membanggakan istrinya, padahal dia mana tahu bentuknya, waktu itu dia tak mengingat kalau pernah menyentuh benda kembar nan kenyal itu. 


"Jelas lah, Renata itu wanita yang bisa menjaga harga dirinya!" 


Tak lama, Renata keluar dengan crop top yang sedikit menunjukan perut langsung nan putih nya. Jelas saja membuat Dimas melotot. 


"Ngapain pake baju gitu? Ganti." Tegas Dimas membuat Renata menganga. 


"Kan udah pake cardigan, jadi gak keliatan Mas." 


"Nurut sama suami, ganti baju nya atau gak jadi pergi." 


"Hissshh, yaudah iya aku ganti." Ketus Renata lalu masuk kembali ke kamar dengan ekspresi kesal. 


Tak lama kemudian, dia keluar kembali dengan pakaian yang lebih tertutup, blouse dan celana kulot jeans, juga sepatu sneakers berwarna merah muda. 


"Nah gitu, kan cantik." Ucap Dimas, namun Renata hanya memutar mata nya pertanda jengah. 

__ADS_1


"Giliran sama Sila aja, udelnya keliatan malah di biarin!" Ketus Renata lalu menggandeng lengan Mami mertuanya. 


"Ayo Mi." 


"Kamu, ikut juga!" Tegas Mami Erika pada Dimas, membuat pria itu mendengus. Tadinya dia akan rebahan saja, tapi kalau sudah begini terpaksa lah dia ikut juga. 


Mami Erika menaiki mobil nya, Renata juga duduk di depan di samping Mami Erika. Sedangkan Dimas, bertindak seolah dia orang asing, duduk di bangku belakang dengan tangan yang bersedekap.


Saat kedua wanita beda generasi itu asik bercanda pun dia hanya diam membisu, karena tak di ajak oleh keduanya.


"Ngapain ngajakin kalo cuma buat jadi pendengar, jenuh juga." Dimas mulai menggerutu karena saking kesal nya. Tak istri, tak ibu, sama-sama mendiami nya disini. 


Hingga mobil itu berhenti di parkiran mall, sudah bisa di tebak kan mereka berdua mau ngapain? Sedangkan Dimas hanya mengekor saja di belakang keduanya, masih dengan ekspresi asam nya.


Pemberhentian pertama, toko pakaian. Mami Erika membelikan beberapa setel pakaian yang kira nya cocok untuk menantu nya, meski berkali-kali Renata menolak, tapi akhirnya dia pasrah juga saat dengan tegas Mami Erika bilang harus menerima nya.


"Mi, lihat harga nya, mahal." Bisik Renata, saat melihat bandrol harga blouse dan hotpants yang di masukan Mami Erika ke keranjang belanja mereka. 


"Gak ada yang mahal buat kesayangan Mami, udah kamu pilih aja yang kiranya kamu suka, biar Mami yang beliin." 


"Tapi Mi.." 


"Renata." Ucap Mami Erika dengan tatapan tajam nya, membuat Renata tak bisa apa-apa selain pasrah dan menerima apapun yang di belikan oleh Mami mertuanya. 


"Nih, bawain!" Mami Erika memberikan tiga paperbag itu pada Dimas, menyuruh sang putra membawakan belanjaan nya. 


"Sekarang aku tahu alasan kenapa aku harus ikut kesini, jadi tukang bawain belanjaan." Dimas menggerutu, namun Mami Erika sama sekali tak peduli dan kembali menarik tangan Renata ke toko lain yang ada di dekat store pertama. 


Kali ini, Mami Erika membawa Renata ke toko pakaian dinas. Wajah Renata memerah saat melihat berbagai macam jenis dan model pakaian dinas yang di pajang. 


"Mami, kenapa ngajakin Rere kesini sih? Malu." 


"Ngapain malu? Malu sama siapa, sama Mami? Kita kan sama-sama perempuan sayang." Jawab Mami Erika. 


"Ini bagus ya?" Mami Erika menunjukan satu lingerie seksi dengan bahan tipis yang menerawang lengkap dengan dalaman nya juga, hanya berupa tali dan segitiga di bagian depan nya.


"Mi, Rere malu." 


"Ini salah satu cara buat nyenengin suami lho, sayang." 


"Apa iya Mi?" Tanya Renata dengan wajah cengo nya, dia mana tahu hubungan pakaian tipis itu dengan menyenangkan suami. 


"Iya dong, pakai ini nanti malam di depan Dimas." 

__ADS_1


"Nggak mau ahh Mi, nanti yang ada Renata di terkam. Waktu itu juga Rere gak pakai baju beginian di terkam, mana sakit banget." Jelas Renata dengan polosnya, membuat Mami Erika terkekeh. Menantu nya ini benar-benar polos. 


"Waktu itu kan kesalahan, Sayang. Sekarang kewajiban, ingat melayani suami adalah kewajiban kamu sekarang." 


"I-iya Mi, Rere tahu." Jawab Renata sedikit terbata.


"Yaudah, nurut sama Mami ya." 


"Iya Mi." Renata kembali pasrah setelah di bujuk oleh Erika, tak tanggung-tanggung dia membeli 4 model lingerie seksi, namun yang lebih mencengangkan adalah harga nya. 


Delapan juta, hanya untuk empat setel pakaian kurang bahan, tipis dan menerawang, membuat Renata terkejut setengah mati. Tadi enam juta, sekarang delapan juta, bisa bangkrut Mami Erika. 


"Mi, udah jangan beliin Renata baju lagi." 


"Lho, memang nya kenapa?" Tanya Mami Erika. 


"Sebaiknya uang Mami di tabung atau di simpen aja, jangan di hambur-hamburin." 


"Mami punya tabungan, asuransi, jadi sedikit berfoya-foya untuk menyenangkan menantu Mami kan gapapa. Lagian cuma segini gak bakal bikin Mami bangkrut, Sayang." Jawab Mami Erika. 


"Udah, jangan terlalu memikirkan Mami. Sekarang kita makan yuk? Laper kan?" 


"Iya Mi, Dimas laper. Capek tahu, ngikutin kalian jalan-jalan." Bukan Renata yang menjawab, tapi Dimas dengan lemas nya. 


Sudah tidak di ragukan lagi kekuatan kaki wanita jika sudah sampai di pusat perbelanjaan, pasti hampir semua toko di kunjungi. Apa gak pegel ya itu kaki?


"Siapa yang ngajakin kamu? Mami nggak tuh." 


"Yahh Mami, Dimas ini putra Mami. Masa cuma di jadiin babu yang tugas nya cuma bawain belanjaan sih Mi, tega amat sama anak sendiri." Dimas cemberut, membuat Renata terkekeh geli.


"Itu sih derita kamu, ayo Sayang kita makan." Ajak Mami Erika, dia menarik tangan Renata dan gadis itu juga menarik tangan Dimas. 


"Dimass!" Seseorang memanggil, membuat ketiga nya menoleh bersamaan. 


Mami Erika memutar mata nya jengah setelah melihat siapa yang memanggil putra nya, Renata menghela nafas dengan perlahan, gara-gara gadis itu dia kehilangan kegadisan nya dan berakhir dengan pernikahan yang tak dia inginkan. 


Namun berbeda dengan Dimas, dia menatap gadis yang sedang berlari ke arah nya itu dengan tatapan penuh kerinduan. 


"Dimas, ingat di samping mu ada istrimu. Ingat, dia sudah menghianatimu." Suara bisikan yang entah dari mana, Dimas langsung menarik tangan Renata pergi, begitu juga Mami Erika. 



🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


__ADS_2