Istri Rasa Simpanan

Istri Rasa Simpanan
Bab 90 IRS


__ADS_3

Reza keluar dengan piyama satin berwarna navy, dia menganga melihat penampilan Renata sekarang. Dia dengan jelas melihat tadi dia memakai piyama pendek, lalu apa yang dia lihat saat ini? 


Hampir saja liur nya menetes kalau saja Reza tak segera menutup mulutnya. 


"Kenapa pa-ke baju gituan?" Tanya Reza mendadak tergagap, dia tak tahu harus melayangkan protes atau justru memuji kecantikan sang istri.


"Kok tanya kenapa? Ya buat nyenengin suami." Jawab Renata lirih. Dia tersenyum manis, lalu duduk di pinggir ranjang dengan melipat kaki nya. 


"Nyenengin aku? Dengan cara pake baju gitu?" Renata mengangguk, dia kembali tersenyum saat melihat wajah Reza yang memerah. 


"Kamu gak suka atau kenapa sih? Bukan nya bagus ya, aku pake baju gini? Ini kan malam pertama kita." Jelas Renata membuat Reza paham, pasti dalang dari semua ini adalah Mommy nya, kalau tidak ya pasti Mira jawaban nya.


"Siapa yang nyuruh kamu pake baju begituan?"


"Eemm, inisiatif aku sendiri kok. Kamu kenapa sih? Gak suka ya? Aneh, biasanya laki-laki akan suka kalau istri nya berpakaian seksii seperti ini." 


Lingerie berwarna merah terang, menerawang hingga dalamaan yang di gunakan wanita itu nampak jelas dari luar. Tergoda? Jelas, dia laki-laki normal dan wanita seksii di depan nya adalah istri nya. 


"Jangan bohong, Mommy atau Mira?" 


"Huhh, baiklah aku memang tak bisa bohong padamu. Mira, dia yang memberikan pakaian kurang bahan ini." Jawab Renata akhirnya. 


"Lalu, kenapa kamu memakai nya? Apa kamu siap menyerahkan tubuhmu untuk ku?" Tanya Reza membuat dahi Renata mengernyit. 


"Bukankah kita suami istri sekarang? Aku hanya memberikan kamu hak sebagai suami, apa itu salah?" 


"Tentu saja tidak, Sayang. Tapi, apa kamu tulus memberikan hak ku? Atau hanya untuk sekedar menyenangkan ku?" Tanya Reza lagi, membuat Renata menunduk. 


"Aku tahu jawaban nya, tak apa sayang. Aku siap menunggu sampai kamu siap, jangan memaksakan diri. Aku ingin kita sama-sama menikmati nya, bukan karena tekanan bahwa aku suami mu dan itu kewajiban mu." Jelas Reza panjang lebar. 


Dia merangkak naik ke atas ranjang dan menarik Renata ke dalam pelukan nya. 


"Tidurlah, kamu pasti lelah." Bisik Reza, pelukan yang hangat membuat Renata nyaman, belum lagi aroma Reza yang menenangkan, wangi nya membuat siapapun betah berlama-lama menghirup wangi nya.


"A-ku suka wangi tubuh mu," 


"Benarkah? Aku akan memakai sabun setiap detik agar kamu betah berlama-lama bersamaku." Jawab Reza membuat Renata semakin mengeratkan pelukan nya. 


"Tak perlu setiap detik, aku takkan setiap detik bisa mencium aroma nya seperti ini, saat tidur saja." 


"Baiklah, aku akan menuruti semua keinginan dan memberikan apa yang kamu sukai, sekarang tidurlah sebelum aku berubah pikiran." Jawab Reza, dia mengecup singkat kening Renata lalu keduanya pun tertidur di bawah balutan selimut hangat yang sama. 


Tak ada malam pertama yang penuh hasraat, tak ada desahaan ataupun suara-suara erotis, kamar itu begitu hening karena pemilik nya sudah terbang ke alam mimpi, membuat dua orang yang berdiri di balik pintu yang tertutup mendesaah kecewa. 


"Gak ada suara-suara aneh, apa mereka udah tidur? Gak mungkin kan ya, Renata nya kan udah pake lingerie dari aku, Mom." Bisik Mira pada Mommy Mariska. 


"Seperti nya mereka memang sudah tidur, jadi misi ngintip plus nguping ini gagal total." Jawab Mommy Mariska berbisik juga.


"Ya sudah, kita ngapain nguping ruangan hening, mending tidur aja yuk Mom. Udah malem juga ini, aku biasa nya jam segini udah mimpi nikah sama Jimin atau sama Songkang." Celetuk Mira membuat Mariska menggelengkan kepala nya. 


"Ya sudah, ayo kita tidur juga." 

__ADS_1


Keduanya pun bubar dan berjalan ke kamar masing-masing, misi mereka ingin mendengar suara-suara aneh di malam pertama, tapi ya sudahlah tak ada yang terjadi. Yang ada kaki mereka pegal karena lama berdiri dengan maksud menguping. 


Konyol, benar-benar konyol. Harusnya iseng yang menjadi berkah tapi takdir sedang tak berpihak pada mereka, lagi pula tanpa sepengetahuan Mariska atau Argan, Reza sudah memasang alat peredam suara. Jadi sekencang apapun orang berteriak dari dalam, suara nya takkan terdengar keluar. 


Pagi harinya, Renata terbangun pagi-pagi sekali. Dia bersusah payah melepaskan tangan Reza yang melingkar erat di perutnya, setelah berhasil dia langsung ke kamar mandi dan berpakaian, lalu menyiapkan pakaian untuk suaminya. 


"Bangun, sudah pagi. Air hangat sudah aku siapkan di kamar mandi, pakaian mu juga sudah aku siapkan." Ucap Renata sambil menyisir rambutnya dengan tangan. 


"Morning kiss.." gumam Reza membuat Renata mengernyit. 


"Gak ada kiss sebelum kamu gosok gigi." Jawab Renata. 


"Benarkah? Aku bisa saja mencuri nya tanpa persetujuan." 


"Sudahlah, jangan menggoda ku. Aku akan turun ke bawah dan memasak sarapan," 


"Huum, turunlah dan hati-hati." Jawab Reza menyetujui perkataan istrinya, meski sebenarnya dia masih sangat mengantuk. 


"Segeralah mandi, nanti keburu air nya dingin lagi."


"Isshh iya istri cantikku." Reza pun bangkit dan pergi ke kamar mandi dengan berjalan sempoyongan. 


Renata menuruni tangga dengan perlahan, dia melihat Mariska sedang menyiangi sayur bahan masakan pagi ini. 


"Morning, Mom." Sapa Renata, membuat wanita baya itu menoleh. Seketika itu senhyum nya terbit saat melihat rambut Renata yang basah, dia mengira pasti menantu nya habis mandi wajib. 


"Seger bener, pagi-pagi udah keramas aja." Celetuk Mira yang juga baru turun.


"Mana ada gerah, kamar Lo kan pake AC. Masa sih? Bohong ya?" Goda Mira membuat wajah Renata merona. 


"Habis di apain sama Eza, Re?" Cetus nya lagi membuat Renata tersedak ludahnya sendiri. 


"Apaan sih, Mir? Gak pantes nanya hal gituan sama pengantin baru, kamu ada-ada aja." Ucap Mariska, padahal dalam hati dia juga sama penasaran nya.


"Penasaran aja, apa si Eza itu gagah di ranjang atau enggak." Celetuk nya membuat wajah Renata semakin memerah.


"Mira, pembahasan ini bukan untuk kaum jomblowati, jadi sebaiknya sudahi kalau tak mau panas dingin saat mendengar Renata bercerita betapa gagahnya aku di ranjang." Bukan Renata yang menjawab, tapi Reza yang sudah turun dengan pakaian santai yang Renata siapkan untuknya. 


Renata menghela nafas nya lega, setidaknya dia lepas sementara dari pertanyaan memojokkan dari sahabat sekaligus saudara nya sekarang.


"Cihh, aku tidak berminat meskipun kau tahan 15 jam." Jawab Mira ketus membuat Reza tergelak. 


"Gila 15 jam, yang ada bini gue pingsan njir." 


Mira memilih mendekat dan ikut menyiangi sayuran. Sedangkan Mommy Mariska membersihkan ikan dan daging. 


"Sayang, masak gurame asam manis dong. Kayak waktu itu, enak banget." Saran Reza membuat Mommy Mariska menoleh. 


"Kebetulan, ikan nya ada nih. Mau ya sayang?" Tanya nya pada Renata. 


"Siap Mom, sini biar Rere aja yang lanjut bersihin ikan nya, Mommy duduk aja."

__ADS_1


"Oke deh, Mommy mau buat kopi aja buat Papi sama Reza." 


"Maaf, Rere lupa gak buat kopi." Ucap Renata sambil menepuk dahi nya.


"Tak apa, suamimu ini sangat sabar." Jawab Reza membuat Renata tersenyum, dia melanjutkan acara masak nya, sesuai permintaan Reza, dia memasak ikan gurame tepung yang di siram saus asam manis. 


Kini, keluarga itu sedang menikmati sarapan mereka bersama di meja makan. Paman dan Bibi Renata sudah pulang kemarin, setelah selesai akad keduanya langsung berpamitan karena ada masalah dengan perkebunan. 


"Siapa yang masak ini? Enak." Puji Argan. 


"Istri Eza dong, selain cantik dia pandai masak." Bangga Reza sambil memuji istri nya. 


"Waahh, iya. Kamu pria beruntung karena bisa mendapatkan Renata." 


"Berjuang aja dulu, masalah di terima enggaknya kan terserah nanti. Aku juga gitu, Pi." Jawab Reza membuat semua nya tergelak, kecuali Renata yang terdiam dan menunduk, menyembunyikan rona wajah nya. 


"Kenapa Lo mau berjuang, Za?" Tanya Mira. 


"Simpel, karena Renata layak di perjuangkan. Kalo modelan cewek nya kek Lo, gue udah lama mundur." Jawab Reza sinis membuat Mira melayangkan tatapan permusuhan ke arah Reza. 


"Lagian gue juga gak mau di perjuangin sama laki tengil kek Lo, malesin banget!"


"Idih, siapa juga yang mau sama Lo. Gue enggak juga, mata gue masih berfungsi dengan baik, makanya gue milih berlian kayak Renata." Jawab Reza. 


"Ini mah debat atau mau makan? Kalau mau debat di luar aja, berisik." Akhirnya Renata mengeluarkan suara nya, membuat Reza langsung terdiam setelah mendapat teguran dari sang istri. 


"Maaf Yang, tapi Mira yang mulai duluan." 


"Idih kok gue!"


"Stop, jangan saling menyalahkan, kalian berdua sama aja." Ketus Renata. 


Akhirnya acara sarapan itu pun selesai meski sempat terjadi perdebatan di meja karena dua saudara yang berselisih. 


Renata sedang mencuci piring kotor bekas makanan dan alat-alat bekas dia memasak tadi, Reza datang dan memeluk Renata dari belakang, menyandarkan dagu nya di pundak istrinya. 


"Masih lama?"


"Sedikit lagi beres kok, kenapa?" Balik tanya Renata tanpa menoleh.


"Mommy nyuruh kita pergi ke supermarket buat belanja bulanan, Sayang." 


"Ohh iya, yaudah setelah ini aku langsung siap-siap." 


"Okey, aku tunggu di kamar. Selesaikan cepat ya," Renata mengangguk, membuat Reza gemas dan mencuri ciuman singkat di pipi kanan Renata lalu pergi ke kamar nya.


"Sejak kapan dia jadi pria yang menggemaskan?" gumam Renata sambil terkekeh geli melihat tingkah suaminya, yang aneh nya dia baru menyadari nya.


🌻🌻🌻🌻


Abang Eza emang gemesin sih, kayak author nya🤣

__ADS_1


__ADS_2