
"Kenapa lama?" Sambut Mariska saat pasangan itu baru saja sampai di rumah.
"Ketemu seseorang tadi di supermarket." Jawab Reza datar, dia duduk di samping Mommy nya.
"Eehh, udah jebol gawang belom?" Tanya Mariska membuat Reza tersedak ludah nya sendiri.
"Belom, emang nya kenapa sih Mom?"
"Mommy pengen cepet punya cucu." Jawab Mariska antusias membuat Reza terkekeh.
"Sabar ya Mom, semua butuh proses. Rere sekarang belum siap, dia pasti masih ngerasa kehilangan."
Sebelumnya, Reza pernah membicarakan tentang hal ini, namun jawaban Renata saat itu dia mengatakan belum siap untuk kembali mengandung dalam waktu dekat, setidaknya selama beberapa bulan dulu.
Dia merasa trauma mungkin, dan Reza bisa memahami itu. Lagi pula, dia tak terburu-buru ingin punya anak, dia bisa menunggu.
Tapi yang ngebet malah Mommy nya, dia ingin segera menimang cucu. Namun dia bisa apa? Dia tak mungkin harus memaksa Renata kan? Yang ada nanti timbul masalah baru. Jadi tak ada salahnya menunggu dulu sampai Renata siap kembali mengandung.
"Yang, aku bikin puding mangga. Cobain deh," Renata datang membawa satu piring puding mangga di tangan nya.
"Aaahh ternyata kamu sama Mommy, aku cuma bawa satu piring."
"Mommy bisa ambil sendiri, Sayang. Itu buat suami kamu aja, Mommy ke kamar dulu ya." Pamit Mariska dengan senyum manis yang senantiasa tersungging dari bibirnya. Apalagi setelah Renata hadir di rumah ini, senyum nya seolah tak pernah sirna.
"Puding mangga buatan istri, suapin sekalian." Pinta Reza sambil mengerling nakal.
Renata menurut, dia menyuapi suaminya dengan telaten, sedangkan Reza fokus pada layar laptop yang menyala di depan nya, mengerjakan pekerjaan dari rumah.
"Duh panas, disini ada tukang pamer kemesraan tanpa tahu tempat." Celetuk Mira sambil mengibas-ngibaskan tangan nya.
"Lagian kenapa Lo gak pulang? Ngerecok aja terus, ganggu!" Ketus Reza membuat Mira mencebik.
"Dari pada nonton adegan mesra di depan Lo, kenapa Lo gak nyari laki? Eeehh lupa, laki mana yang mau Ama Lo, gak ada kali ya." Sindir Reza membuat Mira mendelik.
"Jangan debat Mulu, berisik dong."
"Iya sayang, suapin lagi." Rengek Reza manja, membuat Mira bergidik ngeri melihat tingkah saudara nya.
Dia pun memutuskan pergi, panas dingin lama-lama lihat adegan kek gini.
"Aku ke kamar dulu ya?"
"Ikut.." jawab Reza, dia mengemasi alat kerja nya dan mengikuti langkah Renata ke kamar.
"Aku pengen tidur siang, kamu mau ikutan juga?"
"Iya, nanti aku nyusul kalo kerjaan nya udah selesai. Kamu tidur duluan aja," jawab Reza, dia kembali berkutat dengan pekerjaan.
"Kerja nya disini bisa?" Tanya Renata.
"Bisa sayang, bisa." Jawab Reza cepat, dia beranjak dari meja kerja dan naik ke atas ranjang, dia bekerja di samping sang istri yang tidur. Sesekali senyuman nya terbit melihat betapa menggemaskan nya Renata saat sedang tidur.
Mata nya tertutup rapat dengan mulut yang sedikit terbuka, dengkuran halus terdengar, membuat Reza terkekeh. Dia bersyukur akhirnya dia bisa menikahi Renata, wanita yang dia idam-idamkan sejak dulu untuk menjadi istrinya.
__ADS_1
Dia kembali berkutat dalam pekerjaan kantor, tentunya dia ingin segera menyusul sang istri, melihat tubuh Renata membuat nya selalu ingin memeluk nya, merengkuh tubuh mungil namun berisi itu dalam dekapan nya.
Satu jam kemudian, Reza sudah selesai dengan pekerjaan nya, dia merenggangkan ototnya yang terasa kaku, dia juga merasa punggung nya pegal karena terlalu lama duduk dengan kaki selonjoran.
Dia melipat laptop dan menyimpan nya di atas nakas, membaringkan tubuhnya dan mendusel memeluk Renata.
"Eemmm, baru selesai ya?" Tanya Renata dengan suara serak nya.
"Iya sayang, kamu merasa terganggu? Maaf ya."
"Huum." Renata menduselkan wajah nya di dada bidang suaminya, menghirup dalam-dalam aroma yang membuatnya sangat nyaman.
"Tidurlah lagi, aku juga lelah ingin tidur." Kedua nya pun tertidur nyenyak dengan saling memeluk satu sama lain dengan mesra nya.
Hujan di luar mulai turun, membuat hawa dingin mulai terasa menusuk kulit. Renata mengeratkan pelukan nya pada Reza, begitu juga pria itu.
"Dingin sayang?" Renata mengangguk sebagai jawaban, perlahan Reza melerai pelukan nya, namun baru saja dia akan pergi, tangan Renata keburu mencekal nya.
"Mau kemana?" Tanya Renata, dia membuka mata nya meski sangat terlihat bahwa dia masih sangat mengantuk.
"Mematikan AC, biar kamu gak kedinginan Sayang." Jawab Reza.
"Jangan lama." Pinta nya manja, membuat Reza berbunga. Hal seperti ini saja membuat nya bahagia, dia merasa sangat di butuhkan oleh sang istri.
Setelah mematikan pendingin udara, Reza kembali berbaring dan saat itu juga Renata langsung mendekat dan memeluk suami nya, mendusel di dada nya seperti biasa.
Reza tersenyum kecil, dia mengusap kepala Renata dan dalam sekejap saja mereka kembali tertidur.
….
"Nonton film yuk?" Ajak Reza, Renata juga masih betah memeluk suaminya, apalagi tangan pria itu tak berhenti mengusap kepala nya, membuat nya semakin betah.
"Film apa?"
"Blue film, biar seru. Mau?" Goda Reza membuat Renata mencubit pelan perut Reza. Pria itu terkekeh saat melihat istrinya kesal.
"Eehh, ada roti sobek nya ya?"
"Ada, sayang. Mau lihat?" Tawar Reza.
"Boleh." Reza mengangkat kaos nya ke atas memperlihatkan enam roti sobek yang berderet rapi di perut nya.
Kedua mata Renata berbinar, tangan nya terulur membelai lembut perut suaminya.
"Suka?"
"Banget, kamu rajin olahraga ya?" Tanya Renata lirih.
"Iya dong, biar perutnya gak buncit."
"Isshh aku gak bakal mau kalau kamu buncit, kayak om-om." Ucap Renata sambil terkekeh. Dia terus saja mengusap perut suaminya, tanpa sadar bahwa kelakuan nya membuat Reza kesulitan mengendalikan diri. Terlebih junior nya malah bangkit di saat seperti ini, karena godaan dari istri cantiknya.
"Yang.."
__ADS_1
"Kenapa? Gak boleh ya?" Tanya Renata polos.
"Aduh, sesek yang."
"Lho, kok sesek? Tadi kan kamu baik-baik aja." Panik Renata, namun seketika mata nya membulat saat melihat celana suaminya menggembung. Dia pun mengerti kenapa suami nya mengalami sesak.
"Keluarin aja gapapa, Bby."
"Bby?" Tanya Reza.
"Iya," jawab Renata singkat, dia mengelus pelan tonjolan itu membuat Reza menahan nafas.
"Baiklah, kalau begitu aku akan memanggil mu, Darl."
"Kenapa Darl?"
"Darling." Jawab Reza serak, dia masih berusaha menahan gejolak yang timbul karena usapan tangan istrinya.
"Ohh iya, kenapa masih di tahan? Keluarkan saja, Bby."
"E-enggak." Jawab Reza, dia mengambil tangan nakal istrinya dan mengecup nya, lalu memeluk nya sangat erat, hingga Renata sedikit kesulitan bernafas.
"S-ayang, aku gak bisa nafas."
"Eehh, maaf sayang." Renata langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya.
"Aku lapar, Bby." Rengek Renata.
"Mau makan apa? Jangan bilang mie ayam ya,"
"Lho, memangnya kenapa? Mie ayam kan enak." Protes Renata.
"Iya emang enak, tapi gak bagus buat kesehatan kalau terlalu sering makan nya, mulai sekarang kamu harus mengatur gaya makan kamu ya."
"Tapi aku mau, boleh ya?" Bujuk Renata, mata nya mengerjap lucu membuat Reza tak tahan.
Dia menangkup wajah Renata lalu mencium bibir nya dengan lembut, ciuman yang membuat Renata ikut terbuai dan ikut larut dalam ciuman yang di lakukan suami nya.
Reza bersorak dalam hati saat merasakan Renata membalas ciuman nya tak kalah liar nya, bunyi decapan nikmat menghiasi kamar itu.
Hingga ciuman itu terlepas saat keduanya sama-sama kehabisan nafas, Reza mengusap bibir bawah sang istri yang sedikit membengkak karena ulahnya.
"Aku anter beli nya ya," Reza mengecup kening sang istri lalu turun dari ranjang untuk berganti pakaian.
"Seriusan nih?"
"Iya, kamu mau makan mie ayam kan? Ayo kita beli, siap-siap dulu ganti baju nya."
"Makasih, suami."
"Sama-sama istri cantik ku." Jawab Reza sambil menguyel-uyel pipi sang istri dengan gemas.
......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻
aaaahh gemesnya couple R🥰❤️