
Renata menghela nafas lega, dia mengusap dada nya. Dia berhasil melewati cobaan hidup, bertemu dengan Dimas dan Reza merupakan cobaan paling berat baginya.
Namun tidak saat ini, setidaknya jika dia berani melawan maka takkan ada yang berani menginjak-injak harga dirinya.
"Eehh, kok disini. Ngapain?" Sapa seseorang membuat Renata terheran, entah kebetulan atau apa, tapi dia malah sering di pertemukan dengan pria yang kini berdiri di hadapan nya.
"Iya, saya habis dari kantor urusan agama ngambil akta cerai." Jawab Renata sambil menunjukan sebuah map pada Ken.
"Ohh, kebetulan ya. Kita kebetulan ketemu terus,"
"Aahh iya, Pak." Renata tersenyum, membuat hati Ken berdebar tak karuan.
"Eemm, mau makan siang sama saya?" Tanya Ken, membuat Renata terhenyak.
"Gak usah Pak, saya buru-buru harus ke tempat kerja. Maaf, saya permisi." Tolak Renata, dia buru-buru pergi menjauhi pria bernama Ken itu.
"Lain kali, kita pasti akan makan bersama, atau mungkin sekedar menikmati malam, Renata." Gumam Ken, dia tersenyum kecil sambil terus menatap punggung Renata yang sudah hilang masuk ke dalam bus.
Sedangkan Reza, dia sedang pusing tujuh keliling rasanya. Di suguhi berkas-berkas yang menumpuk harus segera di kerjakan dan selesai hari ini juga.
"Ternyata kerja kantoran gini bikin pusing juga ya." Ucap Reza sambil memijat kening nya yang terasa pusing.
"Aaaa Renata.." ucap Reza, dia merogoh ponsel dan menghubungi nomor Renata, dia melakukan panggilan video.
'Eza, kenapa nge vc?' tanya Renata, dia sudah berseragam pelayan di cafe.
"Kangen atuh, apalagi." Jawab Reza sambil cengengesan..
'Aku lagi kerja, kamu gak kerja?' Reza mengalihkan kamera dan memperlihatkan segudang pekerjaan nya yang menanti untuk segera di kerjakan.
"Numpuk Ayy, pusing. Ternyata kerja kantoran itu se memusingkan ini ya?" Keluh Reza, membuat Renata terkekeh.
'Namanya kerja gak ada yang enak dong, ayo semangat. Aku lagi nyuci piring ini,' Renata juga memperlihatkan aktivitas nya.
"Semangatin aku dong, Ayy."
'Reza, semangat kerja nya. Katanya mau halalin aku, aku udah resmi pisah sama Dimas lho, tinggal nunggu habis masa Iddah doang, 3 bulan. Yakin mau males-malesan?'
"Aaahh iya, aku otw kerja sekarang Ayy. Makasih, nanti pulang jam berapa? Aku jemput." Tanya Reza.
'Aku pulang malem, soalnya tadi masuk siang. Kan harus ke pengadilan dulu ambil akta cerai sama surat-suratan.'
"Aku jemput ya, Ayy."
'Terserah kamu aja, udah dulu ya. Aku mau lanjut kerja, kamu semangat kerja nya.' ucap Renata, Reza menganggukan kepala nya dan panggilan itu pun selesai.
"Aaaaa, di semangatin ayang emang beda." Gumam Reza, dia kembali bersemangat untuk mengerjakan kembali pekerjaan nya sebagai staf management keuangan.
Reza tenggelam dalam lautan pekerjaan, hingga dia berhasil menyelesaikan berkas-berkas yang menumpuk itu dengan lancar tanpa hambatan. Kekuatan semangat dari ayang.
Reza merenggangkan otot nya yang terasa pegal dan kaku karena seharian duduk di kursi dengan tangan dan mata fokus menatap layar komputer. Ehh laptop, udah gak jaman pake komputer.
"Sepet amat ini mata, liat wajah ayang pasti langsung sejuk lagi." Celetuk nya, dia pun bersiap untuk pulang.
Dia keluar ruangan dan bertegur sapa dengan asisten papi nya.
__ADS_1
"Pak, tugas saya tadi sudah selesai, salinan nya sudah saya kirim ke email."
"Wahh hebat juga kamu, Za. Kerjaan segitu numpuk bisa kamu selesaikan tepat waktu," puji nya membuat Reza tersenyum.
"Kan di semangatin sama Ayang, jadi nya semua lancar." Jawab Reza sambil terkekeh, begitu juga asisten Papi nya yang bernama Marko.
"Ya sudah, sudah waktunya pulang." Ucap Marko sambil melihat jam di pergelangan tangan nya, keduanya pun berjalan beriringan ke luar dari perusahaan.
"Papi kemana?"
"Sudah pulang duluan, katanya kamu sama saya aja."
"Yaaahh, padahal Eza mau jemput ayang kerja." Keluh Reza sambil cemberut.
"Yaudah, pake aja mobil nya. Saya bisa pakai taksi, atau ojek online."
"Seriusan, Pak?" Tanya Reza, Marko mengangguk sambil tersenyum, lalu menepuk pundak putra sang atasan pelan.
"Jemput ayang nya, hati-hati bawa nya. Kata papi mu, dia berlian yang berharga. Jadi kamu harus berhati-hati membawa nya, jangan sampai ke gores."
Sedikit banyak, Marko sering mendengar wanita pujaan Reza dari Argan, bekerja di perusahaan ini selama belasan tahun membuat nya yakin kalau Pak Argan sudah memuja-muji wanita pilihan putra nya, pasti sudah tidak di ragukan lagi kualitas nya.
"Iya Pak, makasih ya."
"Sama-sama, hati-hati di jalan." Reza mengangguk, lalu membuka mobil dan mengemudikan nya menjauhi perusahaan.
Rasa lelahnya menguap entah kemana, setelah mendengar kalau Renata sudah resmi berpisah dengan Dimas, membuat hatinya berbunga.
Anggaplah dia jahat karena merasa bahagia di atas penderitaan orang lain, namun fakta nya itu lah yang dia rasakan saat ini.
"Lho, Eza?"
"Hehe, aku pesen minum dong, haus."
"Sebentar ya, aku buatin dulu." Renata pun pergi, dia tak perlu bertanya Reza ingin minum apa, dia tau benar apa yang di sukai dan tak di sukai oleh pria itu.
Tak lama, Renata datang dengan secangkir kopi hitam di nampan. Dia meletakan nya di depan Reza.
"Makasih, Ayy."
"Kamu ngapain kesini?" Tanya Renata.
"Jemput kamu dong."
"Aku kan masih kerja, paling dua jam lagi aku baru selesai." Jelas Renata.
"Gapapa, aku tunggu. Demi ayang,"
"Ayang ayang, yaudah aku balik kerja dulu ya. Silahkan di nikmati kopi nya, kalau udah habis jangan lupa bayar." Celetuk Renata membuat Reza terkekeh.
"Siapa oyy? Ganteng." Tanya teman Renata.
"Calon." Jawab Renata singkat, dia kembali meracik kopi pesanan pelanggan.
"Calon apaan? Katanya kamu baru cerai, kok udah punya calon lagi."
__ADS_1
"Terserah kamu aja mau anggap calon pacar atau calon suami aku, yang penting aku udah jawab calon." Teman nya memutar mata nya sebal lalu keluar dari dapur.
Renata bolak-balik mengantarkan pesanan, hal itu juga tak luput dari pandangan Reza, menurut nya Renata malah nampak terlihat sangat cantik saat sedang bekerja.
Renata menatap ke arah Reza, pria itu mengedipkan sebelah mata nya ke arah Renata, membuat wanita itu mendengus.
Hari-hari berlalu tanpa bisa di cegah, sudah dua bulan berlalu dan selama itu pula, hubungan Renata dan Reza semakin membaik. Bahkan setiap hari Reza akan datang ke cafe itu untuk menjemput wanita pujaan nya.
"Cowok Lo udah nunggu di meja seperti biasa." Celetuk teman Renata membuat wanita itu terkekeh.
"Siap, aku pulang duluan ya, An."
"Okey, hati-hati di jalan nya." Peringat Ani, teman sepekerjaan Renata.
Renata pun mendekat ke arah Reza yang sudah menunggu nya.
"Lama?"
"Enggak kok, nungguin kamu mah gak bakal kerasa lama." Jawab Reza sambil tersenyum.
"Yaudah, ayo pulang." Ajak Renata, Reza menyimpan uang di bawah cangkir kopi seperti biasa, lalu pulang dengan menggenggam mesra tangan Renata, seperti layaknya pasangan.
"Mau langsung pulang, Ay?" Tanya Reza setelah kedua nya berada di mobil.
"Terserah kamu aja, bekal yang tadi pagi habis?" Tanya Renata. Dia selalu menyempatkan untuk membuatkan bekal buatan nya untuk Reza makan siang.
"Habis dong, masakan kamu juara. Selalu enak," jawab Reza sambil mengacungkan jempol nya.
"Besok mau di masakin apa?"
"Pengen yang pedes, terserah kamu aja mau di masakin apa, pasti aku makan." Jawab Reza.
"Oke, kita mau kemana?" Tanya Renata, karena Reza malah berbelok ke arah berbeda dengan arah rumahnya.
"Ke suatu tempat."
Renata pun tak bertanya lagi, dia hanya menikmati perjalanan nya. Hingga mobil itu berhenti di taman bunga.
"Yeaay taman bunga," sorak Renata kegirangan. Menghirup aroma semerbak dari bunga mawar membuat nya merasa tenang.
"Jangan lari-lari dong Ayy, nanti jatuh." Peringat Reza sambil memegang tangan Renata yang hampir oleng.
"Eehh hehe," Renata hanya cengengesan, seolah tanpa dosa karena sudah membuat Reza khawatir.
"Kamu selalu saja ceroboh, kamu harus lebih memperhatikan diri mu sendiri, jangan ceroboh."
"Iya iya, maaf. Eehh ada tukang bakso, beli yuk?" Ajak Renata.
"Ayok." Jawab Reza, membuat Renata langsung menarik tangan Reza ke arah tukang bakso itu.
Mereka pun memesan dan memakan bakso itu sambil duduk lesehan di rumput, menikmati suasana sore hari yang lumayan sejuk dengan semilir angin yang bertiup pelan. Kedua nya menyaksikan sunset di temani hangat nya kuah bakso.
......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
apa bakal ada acara lamaran disitu ya?🙊