
Pagi hari pun datang, saat ini Renata sedang di rias oleh MUA, yang Mami Erika sewa khusus untuk menyempurnakan penampilan Renata di hari pernikahan nya. Meski pernikahan ini terkesan sangat mendadak, namun tetap harus sempurna.
Bibi dan paman Renata juga sudah tiba tadi malam, keduanya sangat menyayangkan atas kejadian yang menimpa keponakan kesayangan mereka.
Namun, semuanya sudah terjadi. Kecewa, marah pun takkan mampu menyelesaikan masalah ini, lagi pula pria itu mau bertanggung jawab dan menikahi Renata hari ini.
Pintu terbuka, Reza datang dengan nafas ngos-ngosan, tadinya dia berniat untuk menjemput Renata kuliah, namun apa yang dia dengar sungguh membuat hatinya hancur.
"Re.." panggil Reza lirih, membuat Renata yang sedang duduk menatap dirinya di depan cermin menoleh seketika.
"Eza." Renata berdiri, Reza langsung memeluk gadis itu erat, air mata yang sedari dia tahan akhirnya tumpah sudah.
"Kenapa begini, Re? Kenapa Lo harus nikah sama orang lain, kenapa bukan gua!" Ucapnya lirih di sela tangisan nya.
"Maafin gue Za, seandainya bisa memilih gue juga gak mau nikah secepat ini, gue masih punya cita-cita yang belum bisa gue gapai, tapi semua ini bener-bener jauh dari kata sengaja." Jelas Renata.
Reza memang sudah mendengar tentang kejadian yang menimpa gadis pujaan nya, hingga dia harus menikah secara mendadak. Namun tetap saja, hatinya masih belum bisa menerima.
"Gua gak rela, Re. Gue cinta sama Lo, kenapa Dimas yang harus milikin Lo, Re? Kenapa bukan gua!" Tanya Reza lagi, masih dengan pelukan yang belum terurai.
"Maafin gue Za.." hanya itu yang bisa Renata ucapkan, padahal ini juga bukan sepenuhnya kesalahan Renata saja.
"Semoga Lo bahagia sama pilihan Lo, Re. Gua gak bisa ngasih Lo apa-apa, ini aja gue niat nya mau jemput Lo kuliah."
"Gapapa Za, Lo hadir aja gue seneng." Jawab Renata, Reza melerai pelukan nya. Dia menatap wajah cantik Renata yang sangat berbeda dari biasanya.
"Lo cantik banget Re, tapi sayang Lo bukan buat gue."
"Gue percaya, Lo pasti bisa dapetin cewek yang lebih dari pada gue." Ucap Renata, dia tersenyum kecil melihat Reza yang nampak murung.
"Wajah Lo jelek, Za. Senyum dong."
"Gimana gue bisa senyum disaat hati gua sakit, Re? Sorry, gue gak setahan banting itu."
__ADS_1
"Tahan banting, emang nya ponsel tahan banting segala." Celetuk Renata sambil terkekeh.
"Re, izinin gue nunggu Lo."
"H-ah maksud nya?"
"Gue mau nunggu Lo, sampe kapan pun." Jawab Reza.
"Jangan Za, setelah ini gue bakal jadi istri Dimas. Gak usah nunggu gue, cari kebahagiaan Lo sendiri."
"Kebahagiaan gue ada sama Lo, Re." Jawab Reza, membuat Renata berkaca-kaca. Dia merasa bersalah pada Reza, karena tak bisa membalas perasaan nya.
"Maafin gue Za, maafin gue." Tumpah sudah air mata Renata.
"Kenapa minta maaf, Re? Lo gak boleh nangis, ini hari bahagia Lo kan? Lo harusnya bahagia, bukan nya Lo cinta sama Dimas?"
"Reza, makasih ya. Selama ini Lo udah baik banget sama gue, tapi sekali lagi maaf gue gak bisa bales perasaan Lo."
"Gapapa Renata, asal Lo bahagia itu udah cukup buat gue." Jawab Reza, dia tersenyum manis lalu mengusap wajah Renata.
Pria itu memejamkan mata nya, menikmati ciuman yang pertama kali dia lakukan, bersama gadis yang dia cintai. Dia menekan pinggang Renata, air mata nya kembali menetes saat dia memagutt bibir Renata dengan lembut.
Cukup beberapa menit, Reza melepas ciuman nya, dia menyatukan kening nya, lalu mengecup singkat kening Renata.
"Sorry gue lancang cium Lo tanpa izin, tapi setelah ini mungkin kita gak bisa sedekat dulu. Anggap aja ini salam perpisahan dari gue, Re."
"Perpisahan? Maksud Lo apa?" Tanya Renata.
"Gue mutusin buat lanjutin kuliah gue di America, anggap aja gue lagi nurut sama bokap gue." Jelas Reza.
"Eza, Lo ngelakuin itu bukan buat ngejauhin gue kan?"
"Nggak kok, bokap gue emang udah dari lama nyuruh gue pindah kuliah. Gue rasa sekarang waktu yang tepat, jadi maaf kalo selama ini gue punya salah sama Lo."
__ADS_1
"Reza.." Renata menatap wajah tampan pemuda itu dengan sendu.
"Haha, jangan natap gue kek gitu. Gue gak bisa perjuangin Lo sekarang, tapi kalo suatu saat nanti Dimas nyakitin Lo, Lo cuma perlu chat atau telepon nomor gue, gue pasti balik demi Lo."
"Udah siap kan? Yuk kita keluar, si Dimas pasti udah nungguin pengantin nya di luar. Duh ini blush nya luntur gara-gara nangis tadi." Reza mengusapkan kuas kecil untuk memperbaiki penampilan Renata dan setelah selesai, dia menggandeng tangan Renata keluar dari kamar.
Terlihat sudah banyak orang yang berkumpul di ruangan yang sempit ini, disana terlihat Monica menatap nya dengan tatapan tajam, entah kenapa dia seperti tak menyukai nya.
Dimas sudah duduk di kursi yang berhadapan dengan penghulu, dua orang duduk di samping kanan dan kiri sebagai saksi, dan paman Calvin duduk berdampingan dengan penghulu dan perwakilan dari kantor agama.
Dia terlihat gugup, beberapa kali peci yang dia gunakan hampir terjatuh saking gugup nya. Kedatangan Renata di sambut baik oleh Mami Erika, dia membantu Renata duduk di samping sang putra, karena kebaya yang di gunakan cukup panjang hingga membuat nya kesulitan untuk duduk.
"Bagaimana sudah siap?" Tanya pak penghulu, Dimas menganggukan kepala nya.
"Baiklah segera kita mulai saja acara ijab nya." Petugas dari kantor agama itu memeriksa data-data milik kedua calon pengantin dengan detail.
"Saudara Dimas Fahrian, saya nikah dan kawinkan ananda pada Renata Lusiana binti Bima Saksena dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas seberat 100 gram di bayar tunai."
"Saya terima nikah dan kawin nya Renata Lusiana binti Bima Saksena dengan mas kawin sebagai berikut di bayar tunai." Jawab Dimas dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana para saksi, sah?"
"Saahhh.." serempak yang lain membuat Renata menghela nafas nya lega.
"Allhamdulilah.." semua nya menengadahkan tangan, memanjatkan doa terbaik untuk pengantin yang baru saja sah menjadi pasangan suami istri.
"Selamat, kalian sudah sah menjadi pasangan suami istri. Silahkan tanda tangan disini." Kedua mempelai menandatangani surat nikah mereka, dan setelah selesai mereka berfoto.
Reza beberapa kali menahan tangis nya, dia juga menahan sesak di dada nya, siapa yang tak sesak saat melihat gadis pujaan nya menikah dengan pria lain?
Dia berpamitan pada Calvin dan Clarissa lalu pulang dengan membawa hati nya yang hancur.
......
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷