Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Akhirnya Bertemu!


__ADS_3

Aga tertegun mendengar informasi yang baru saja Agatha sampaikan kepadanya. Rendra menghilang tanpa kabar? Yang benar saja perkataan adiknya itu. Tidak mungkin seorang Rendra hilang tanpa kabar mengingat kemarin ia sempat melihat pria itu berada di kafe yang sama dengannya.


"Menghilang bagaimana maksudmu?" Tanya Aga memastikan.


"Rendra menonaktifkan nomer ponselnya, Kak. Dia juga tidak memberikan kabar dengan Amara sampai saat ini."


Aga lantas saja mengutarakan apa yang ia lihat. Dan perkataan Aga membuat Agatha menjadi yakin jika ada yang tidak beres dengan Rendra.


"Entah apa yang terjadi pada Rendra saat ini, yang jelas aku tetap meminta Kakak untuk berjuang. Amara adalah wanita baik, aku pasti sangat akan senang jika dia menjadi kakak iparku. Walau pun pada akhirnya dia mungkin tidak berjodoh dengan Kakak, namun setidaknya aku bisa melihat Kakak berjuang untuknya."


Perkataan Agatha berhasil menyadarkan Aga jika cinta memang butuh perjuangan. Seperti adik sepupunya Daniel yang selalu berusaha mendapatkan kembali hati Naina beberapa tahun yang lalu hingga akhirnya membuatnya kalah untuk mendapatkan hati Naina.

__ADS_1


Agatha tak lagi banyak bicara. Setelah memberikan saran pada Aga, Agatha lantas saja berpamitan untuk masuk ke dalam kamarnya. "Semoga saja Kak Aga dapat mengerti apa yang aku katakan." Gumam Agatha seraya melangkah menjauh meninggalkan Aga.


Aga yang ditinggalkan oleh Agatha, menatap kepergian sosok adiknya dengan tatapan yang sulit diartikan. 


Masuk ke dalam kamarnya, Agatha segera mengunci pintu dan melangkah ke arah ranjang. Setelah menjatuhkan bokong di pinggir ranjang, Agatha segera melakukan panggilan telefon ke nomer Rendra yang kemarin dikabarkan Amara sudah tidak aktif.


"Masuk!" Seru Agatha saat panggilan terlihat berdering. Agatha menunggu panggilan tersebut terhubung dengan Rendra, namun sayang setelah tiga kali mencoba memanggil, panggilannya tak kunjung terhubung. Bahkan, di panggilan ke empat, nomer Rendra sudah tak lagi aktif pertanda seseorang di seberang sana sengaja mematikan sambungan telefonnya.


**


Karena rasa penasarannya yang menggebu-gebu tentang hilangnya Rendra, keesokan harinya, Agatha tidak pergi ke butik miliknya. Agatha memilih pergi ke perusahaan Rendra untuk menemui pria itu di sana. Setelah melewati berbagai rintangan dari mulai larangan resepsionis agar Agatha tak menemui Rendra dengan berbagai alasan hingga akhirnya harus melewati asisten Rendra yang terkenal galak dan dingin, Agatha akhirnya bisa masuk ke dalam ruangan Rendra.

__ADS_1


Kedatangan Agatha ke dalam ruangannya lantas saja membuat Rendra terkejut karena ternyata Agatha bisa melawan asistennya yang sudah jelas melarangnya untuk masuk.


"Maaf, Tuan. Nona Agatha tetap bersikeras untuk masuk." Sang asisten berucap seraya menahan rasa sakit pada area intinya karena ditendang oleh Agatha.


Agatha menatap sinis pria itu tanpa rasa bersalah. Salahnya sendiri kenapa menghalangnya untuk menemui Rendra. "Rasakan itu!" Ucap Agatha dalam hati seraya menyeringai pada asisten Rendra.


Rendra mengangguk paham. "Keluarlah." Usirnya pada sang asisten. Karena jika sudah begini ia sudah tidak bisa mengelak lagi pada sosok yang bernama Agatha.


Sang asisten mengangguk lalu segera keluar dari dalam ruangan kerja Rendra dengan jalan sedikit pelan. "Dia benar-benar ganas!" Gumam sang asisten sambil memegan intinya yang terasa sakit setelah keluar dari dalam ruangan kerja Rendra.


***

__ADS_1


__ADS_2