
"Apanya yang hah? Ayo tolong bukakan permennya untukku." Pinta Aga.
Amara tak kuasa untuk menolak walau dalam benaknya penuh tanda tanya saat ini. Amara segera membuka bungkus permen yang Aga minta lalu menyerahkannya pada Aga.
"Terima kasih." Ucap Aga setelah mendapatkan apa yang ia inginkan.
Amara mengangguk saja lalu menunggu makanan apa lagi yang akan diminta Aga untuk dibuka bungkusnya. Hal yang Amara tunggu pun akhirnya tak terwujud karena Aga hanya diam saja sambil menikmati kembali cemilan yang tadi ia buka.
Amara pun dapat menghela napas lega karena kini ia sudah bisa fokus menikmati cemilannya sendiri.
Aga yang tidak biasa mencari perhatian seperti tadi dan tidak tahu harus meminta tolong apa lagi pun akhirnya memilih diam hingga satu jam lamanya.
Sementara Amara, wanita itu nampak sudah tertidur setelah kekenyangan menghabiskan dua bungkus cemilan berukuran besar.
Aga yang melihat Amara tertidur pun tak berniat mengganggunya. Aga terus melajukan mobilnya hingga tanpa terasa mobil milik Aga kini telah sampai di kota B.
__ADS_1
Suara deringan panggilan telefon yang terdengar secara berulang membuat Aga segera mengangkat panggilan telefon yang ternyata dari Anjani.
"Halo Aga, kalian sudah berada dimana saat ini?" Tanya Anjani lembut menyembunyikan kekesalannya karena Aga dan Amara belum juga tiba di hotel tempat mereka menginap padahal dirinya sudah menunggu kedatangan mereka hingga satu jam lamanya.
"Kami sudah hampir dekat. Tidak perlu menunggu kami. Kau bisa menggunakan waktu yang masih ada dengan istirahat." Jawab Aga seolah mengetahui jika Anjani sedang menunggu kedatangan mereka saat ini.
Helaan napas Anjani terdengar sedikit kasar. Aga yang dapat mendengarnya pun memilih diam berpura-pura tidak mendengar.
"Kalau sudah dekat aku lebih baik menunggu kalian saja. Kebetulan ada hal penting yang ingin aku sampaikan kepadamu."
"Apa tadi malam dia tidur larut hingga tertidur seperti ini?" Gumam Aga.
Lima belas menit tanpa terasa berlalu, mobil milik Aga pun akhirnya telah terparkir di area hotel.
Tidak memiliki cara lain selain membangunkan Amara dari tidurnya, Aga lantas saja menggoyangkan tubuh Amara berharap dapat membangunkannya. Dan usaha Aga pun berhasil, Amara yang merasa terganggu akhirnya membuka kedua kelopak matanya.
__ADS_1
"Kita sudah sampai." Ucap Aga memberi tahu.
"Apa?" Wajah Amara nampak terkejut. Amara mengucek kedua kelopak matanya agar pandangannya terlihat lebih jelas. Dan benar saja perkataan Aga, kini mereka sudah sampai di area hotel tempat mereka menginap.
"Ayo turun." Ajak Aga.
Amara mengiyakannya lalu turun dari dalam mobil.
Setelah keluar dari dalam mobil, Amara dan Aga langsung saja mengeluarkan barang mereka masing-masing. Setelahnya keduanya melangkah masuk ke dalam hotel.
Baru saja selangkah melangkahkan kaki di dalam hotel, Amara dan Aga sudah disambut dengan tatapan datar di wajah Anjani yang tengah duduk menunggu kedatangan mereka di kursi lobby.
Melihat kedatangan Aga dan Amara, Anjani lantas saja bangkit dari posisi duduknya dan melangkah mendekati Aga dan Amara.
"Aku pikir kita akan sampai di waktu yang sama. Tapi ternyata kalian terlambat datang satu jam dari pada aku." Ucap Anjani tersenyum namun penuh maksud.
__ADS_1
***