Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Terungkap


__ADS_3

Walau sudah berusaha tidak kepo dengan hubungan Cakra dan Sisil, namun akhirnya rasa penasaran Amara mengalahkan segalanya hingga akhirnya ia mempertanyakan pada Sisil tentang hubungannya dan Cakra saat keduanya sedang menikmati makan siang bersama di kantin siang itu.


"Kenapa kau bertanya seperti itu kepadaku, Mara? Di antara aku dan Tuan Cakra tidak memiliki hubungan apa-apa." Ucap Sisil seadanya.


"Begitu, ya. Tapi kenapa aku melihat sikap Tuan Cakra kepadamu nampak berbeda. Tuan Cakra bahkan dengan besar hati melunasi semua biaya pengobatan ibumu termasuk melunasi biaya tunggakan jaminan kesehatan ibumu." Ucap Amara tanpa sadar.


"Apa?" Kedua kelopak mata Sisil terbuka lebar mendengar perkataan Amara. "Tuan Cakra yang melunasi biaya pengobatan ibuku?" Lanjut Sisil.


Hap


Amara menutup mulut dengan kedua tangannya saat menyadari jika dirinya sudah salah berbicara. "Amara, kenapa kau ceroboh sekali membocorkan rahasia ini pada Sisil!" Rutuk Amara pada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Mara, ayo jawab pertanyaanku. Apa maksudmu jika Tuan Cakra yang melunasi biaya pengobatan ibuku?" Desak Sisil.


Amara tergugu. Bingung harus menjawab apa. Terlebih saat ini ia melihat Sisil sangat menanti penjelasan darinya.


"Mara..." Sisil kembali bersuara merasa tak sabar menunggu jawaban dari Amara. "Ayo jawab pertanyaanku, Mara. Ku mohon." Pinta Sisil.


Tidak punya pilihan lain, akhirnya Amara pun menceritakan pada Sisil jika beberapa hari yang lalu Aga sempat menemukan surat pelunasan biaya pengobatan ibu Sisil di atas meja kerja Cakra. Tak lupa Amara meminta maaf pada Cakra di dalam hatinya karena sudah membocorkan rahasia pria itu.


"Tapi kenapa Tuan Cakra berbaik hati kepadaku dan Ibu seperti itu sedangkan di antara kami tidak memiliki hubungan apa pun. Bahkan, aku dan Tuan Cakra tidak seakrab itu." Ucap Sisil bingung.


Amara yang mendengarkannya jadi ikut merasa bingung. Jika benar di antara Cakra dan Sisil tidak memiliki hubungan apa pun, lantas kenapa Cakra bersikap sebaik itu pada Sisil. Terlebih, nominal uang yang dikeluarkan Cakra untuk biaya pengobatan Ibu Sisil tidaklah sedikit.

__ADS_1


"Apa kau yakin kalau di antara dirimu dan Tuan Cakra gak memiliki hubungan apa pun?" Tanya Amara memastikan.


Sisil menganggukkan kepalanya. Kemudian menceritakan pada Amara tentang Cakra yang saat itu berbaik hati memberikan tumpangan kepadanya untuk pulang ke rumah. Tak lupa Sisil turut menceritakan saat Cakra kembali lagi ke rumahnya dan menawarkan untuk mengantarkannya pergi ke rumah sakit.


"Apa, berarti saat itu Tuan Cakra datang ke rumah sakit berniat untuk menjenguk ibumu bukan menjenguk orang tua dari temannya?" Ucap Amara mengingat informasi dari Dara beberapa waktu lalu.


Dahi Sisil mengkerut halus mendengar perkataan Amara. Ia nampak tidak mengerti kemana arah pembicaraan Amara saat ini.


Melihat kebingungan Sisil, Amara pun menceritakan informasi yang Dara berikan padanya dan Aga saat itu. Mendengar cerita Amara, lantas saja membuat Sisil semakin terkejut karena ternyata saat itu Cakra tidak lah langsung pergi dari rumah sakit melainkan mengikutinya dari belakang menuju ruangan perawatan ibunya berada.


"Bagaimana bisa Tuan Cakra melakukan hal seperti itu?" Lirih Sisil merasa bingung dengan sikap Cakra.

__ADS_1


***


__ADS_2