
Setelah mematikan sambungan telefon dari Papa Andrew, Aga kembali masuk ke dalam ruangan perawatan Amara. Hal pertama yang ia lakukan setelah masuk adalah berpamitan untuk kembali ke perusahaan karena ada hal penting yang harus ia selesaikan.
Sebenarnya Aga merasa sungkan sebab sudah janji untuk menjaga Amara hari ini. Namun, masib ribuan karyawan ada di tangannya. Ia harus segera menyelesaikan permasalahan yang terjadi sebelum ribuan karyawannya terancam kehilangan pekerjaan.
"Ada apa dengan Nak Aga ya, Mara. Ibu lihat sepertinya ada masalah." Ucap Ibu setelah Aga pergi meninggalkan ruangan perawatan Amara.
Amara menggeleng pelan. "Mara juga tidak tahu, Bu. Tapi memang sedang ada masalah di perusahaan. Mungkin Kak Aga mau menyelesaikannya hari ini."
Ibu mengangguk saja. Kemudian meminta Amara untuk kembali istirahat dan banyak pikiran.
**
Setelah pergi meninggalkan rumah sakit, Aga langsung melajukan mobil sportnya menuju perusahaannya kembali. Tanpa disadari oleh Aga, ternyata mobil milik Daniel juga mengikutinya dari belakang. Entah apa tujuan Daniel mengikuti Aga. Yang jelas dari raut wajah Daniel saat ini nampak tak bersahabat.
"Daniel?" Aga terperangah setelah memarkirkan mobilnya melihat mobil Daniel terparkir di sebelah mobilnya.
__ADS_1
Daniel tentu saja tak mendengar suara Aga sebab ia masih berada di dalam mobilnya. Daniel pun segera keluar dari dalam mobil saat melihat Aga juga keluar dari dalam mobilnya.
"Kenapa kau ikut kembali ke sini?" Tanya Aga.
"Aku akan membantu menyelesaikan permasalahan Kakak saat ini." Jawab Daniel. Walau ia yakin Aga bisa menyelesaikannya sendiri, namun tetap saja Daniel ingin ikut andil agar permasalahan yang terjadi lebih cepat selesai.
Aga mengangguk saja. Kali ini ia tak bisa berbohong jika membutuhkan bantuan dari adiknya itu agar permasalahannya cepat selesai dan setelah itu menyelesaikan permasalahannya dengan Amara.
Kedua lelaki tampan dan gagau itu akhirnya masuk ke dalam perusahaan. Kedatangan keduanya pun membuat karyawan yang melihatnya menjadi gugup. Mereka tengah menebak-nebak hal apa lagi yang ingin kedua lelaki berkuasa itu lakukan setelah tadi memecat Ane dan Sisil.
Tanpa suara dan tanpa ekspresi, Aga dan Daniel terus melangkah menuju lift yang akan mengantarkan mereka ke lantai tertinggi perusahaan. Setelah berada di lantai tertinggi, kedatangan keduanya disambut dengan wajah serius Cakra yang sudah mengetahui jika Aga akan kembali lagi ke perusahaan.
Cakra mengangguk tanpa suara. Ia segera melangkah mengikuti Aga dan Daniel yang sudah kembali melangkah menuju ruangan kerja Aga berada.
**
__ADS_1
Siang harinya, Agatha langsung kembali ke rumah sakit setelah pertemuan dengan kliennya di butik berakhir. Agatha yang awalnya tak berniat kembali ke rumah sakit sebab berpikir jika Aga sedang menjaga Amara, membatalkan niatnya setelah mengetahui Aga kembali ke perusahaannya.
Kedatangan Agatha kembali ke rumah sakit pun disambut dengan kebingungan di wajah Amara.
"Kenapa kau kembali siang ini. Bukannya sore?" Tanya Amara.
Amara menggeleng kemudian menyebutkan alasannya. Setelahnya ia duduk di samping ranjang Amara.
"Ada apa denganmu?" Tanya Agatha melihat wajah Amara yang nampak sendu.
Amara menghela napas dalam-dalam. Kemudian menceritakan kejadian tadi pagi dimana Aga melamarnya secara tiba-tiba.
Agatha tentu saja terperangah mendengarnya. Tidak menyangka jika Kakaknya akan bergerak secepat kilat.
"Lalu kau jawab apa, Mara? Kau menerima lamaran Kakakku kan?" Tanya Agatha penuh harap.
__ADS_1
Amara diam. sulit untuk menjawab karena tahu Agatha akan kecewa setelah mendengarnya.
***