Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Kamu Ketahuan


__ADS_3

Sisil dibuat terus bertanya-tanya sejak mengetahui sebuah fakta besar dari Amara tentang siapakah orang baik yang sudah membantu biaya pengobatan ibunya. Cakra? Nama tersebut tidak pernah ada di dalam list yang sudah ia buat sebagai seseorang yang ia duga telah membantu pengobatan ibunya.


Untuk memastikan apa maksud dan tujuan Cakra membantu dirinya secara diam-diam, akhirnya sore itu setelah pulang bekerja Sisil berniat untuk menunggu Cakra di parkiran mobil dimana mobil Cakra berada.


Cakra yang tengah fokus pada ponselnya membalas pesan dari Aga tak menyadari kehadiran Sisil di dekatnya hingga akhirnya ia dibuat terkesiap saat menatap seseorang yang kini berdiri di samping mobilnya.


"Sisil?" Ucapnya sedikit keras hingga membuat pandangan Sisil tertuju ke arahnya.


"Tuan Cakra," Sisil menatap datar Cakra yang kini sudah berada dekat dengannya. "Bisa kita berbicara sebentar, Tuan? Ada hal penting yang ingin saya bicarakan dengan anda." Pinta Sisil.


Cakra tak langsung memberikan jawaban. Ia memilih menatap ke kiri dan ke kanan lebih dulu untuk memastikan situasi di sekitarnya. Menyadari jika kini para karyawan mulai berjalan mendekat ke arah mobilnya, Cakra pun mengajak Sisil untuk bebrbicara di dalam mobilnya saja agar keberadaan mereka tidak menjadi pusat perhatian orang-orang.


"Apa yang ingin kau bicarakan kepadaku?" Tanya Cakra langsung pada intinya.

__ADS_1


Sisil menatap intens wajah pria yang duduk di sebelahnya saat ini. "Bisakah Tuan menjelaskan kepada saya tentang alasan Tuan membantu biaya pengobatan ibu saya secara diam-diam?" Tanya Sisil turut langsung pada intinya.


Deg


Cakra terkejut mendengar sebuah fakta jika saat ini Sisil sudah mengetahui rahasia yang tengah disimpannya.


"Ayo jawab, Tuan. Saya butuh penjelasan dari Tuan agar saya tidak salah paham dengan sikap Tuan saat ini." Pinta Sisil.


"Jangan mengada-ngada. Siapa bilang kalau saya yang membantu biaya pengobatan ibumu!" Sangkal Cakra. Memasang wajah datar agar Sisil percaya dengan jawabannya.


"Nona Amara?" Cakra berucap lirih dalam hati. Semakin terkejut saja dirinya jika Amara sudah mengetahui tentang rahasia yang tengah ia simpan.


"Ayo jawab, Tuan. Saya butuh jawaban dari Tuan." Pinta Sisil.

__ADS_1


Cakra mengalihkan pandangan dari wajah Sisil saat merasa dirinya tak sanggup lagi menatap sepasang mata milik Sisil berlama-lama.


"Jangan kepedean. Aku membantumu karena aku kasihan saja setelah mendengar cerita dari Nona Amara tentang kondisi ibumu. Terlebih aku adalah pria baik hati yang tidak akan tega melihat orang lain kesusahan." Ucapnya tak sesuai dengan isi hatinya.


Jawaban dari Cakra tak sepenuhnya membuat Sisil bisa percaya. "Tapi nominal yang anda berikan tidak sedikit, Tuan. Siapa lah saya ini yang harus dibantu dengan nominal sebanyak itu." Tekan Sisil.


Glek


Cakra meneguk salivanya susah payah. Kali ini ia membutuhkan waktu beberapa saat untuk menjawab pertanyaan Sisil.


"Kenapa Tuan hanya diam saja? Saya butuh jawaban dari anda, Tuan." Ucap Sisil.


"Menurutku uang segitu tidaklah banyak. Jadi jangan banyak bertanya lagi." Jawab Cakra singkat.

__ADS_1


"Tapi mengeluarkan uang dengan jumlah segitu untuk wanita seperti saya ini terbilang sangatlah banyak, Tuan. Saya bukanlah keluarga atau kekasih Tuan yang bisa dengan mudah Tuan bantu seperti itu. Jadi tolong berikan jawaban pasti untuk saya, Tuan. Apa alasan Tuan membantu saya seperti ini?" Tanya Sisil.


***


__ADS_2