Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Calon Suami Amara


__ADS_3

"Eh," Amara terkesiap. Sungguh ia dibuat malu dengan apa yang ada di dalam pemikirannya tadi.


Aga hanya tersenyum. Kemudian membantu memasangkan seat belt ke tubuh Amara yang nampak gugup.


Hembusan napas Amara terasa tercekat karena posisi Aga yang sangat dekat dengannya. Amara bahkan dapat merasakan hembusan napas Aga yang terasa menyegarkan di indera penciumannya.


"Sudah," Aga menjauhkan tubuh setelah selesai memasang seat belt ke tubuh Amara.


Amara tersenyum kaku, rona merah di kedua pipinya tak dapat ia sembunyikan lagi hingga dapat terlihat oleh Aga.


"Blush onnya terlihat merona." Aga memuji sekaligus menggoda.


Amara jadi tertunduk malu. Kenapa semenjak banyak berbicara Aga jadi mudah sekali menggodanya? Agh, bikin Amara salah tingkah saja.


Mobil milik Aga akhirnya melaju meninggalkan rumah menuju kediaman keluarga Rendra berada. Selama berada dalam perjalanan menuju rumah Rendra, Amara hanya diam. Ia masih merasa malu dengan kejadian beberapa saat yang lalu. Amara pun mulai menebak-nebak apakah Aga sedang berpikiran buruk kepadanya atau tidak.


"Apa mau singgah dulu?" Aga bertanya. Sebab dari yang ia lihat Amara belum membawa kado untuk Rendra dan calon istrinya.


Pertanyaan Aga berhasil membuat Amara mengangkat kepalanya. Menoleh pada Aga yang ternyata sedang menatapnya.

__ADS_1


"Oh ya, aku ingin mengambil kado untuk Rendra dan calon istrinya dulu, Kak." Jawab Amara.


Aga mengangguk paham kemudian mempertanyakan lokasi tempat menjemput kado.


Amara lantas saja menyebutkan lokasi tersebut yang ternyata sudah tidak terlalu jauh dari tempat mereka berada saat ini.


Setelah menepikan mobil di depan sebuah toko dan mengambil pesanan kado Amara di sana, Aga kembali melanjutkan perjalanan menuju kediaman Rendra. Hingga akhirnya lima belas menit berlalu, mobil milik Aga memasuki pekarangan rumah Rendra.


"Ayo turun." Ajak Aga pada Amara setelah membukakan pintu untuk Amara.


Amara tersenyum malu kemudian keluar dari dalam mobil milik Aga.


Masuk ke dalam rumah, Amara dapat melihat sosok Rendra kini sudah duduk di sebuah kursi yang menjadi tempat akad berlangsung. Aga yang menyadari kini tatapan mata Amara tengah menuju pada Rendra segera meraih pinggang Amara dengan posesif.


"Kak Aga?" Lirih Amara merasa terkejut dengan apa yang Aga lakukan saat ini.


Aga tak menyahut. Pelukan di tangannya semakin erat tak kala sepasang matanya menangkap Rendra sedang menatap pada Amara saat ini.


Merasa tidak enak melepaskan pelukan tangan Aga di pinggangnya, Amara akhirnya membiarkannya saja.

__ADS_1


Dari posisinya duduk, Rendra dapat melihat pergerakan Aga dengan jelas. Kedua tangannya yang berada di atas paha sontak saja mengepal merasakan sakit melihat pujaan hatinya dipeluk oleh pria lain.


"Eh, Nak Amara..." Orang tua wanita dari Rendra nampak menghampiri Amara dan Aga yang baru saja masuk ke dalam rumahnya.


Amara menganggukkan kepalanya kemudian mengulurkan tangan hendak menyalimi Ibu Rendra.


"Loh, bukannya ini Nak Aga?" Ibu dari Rendra menyadari jika sosok pria yang berada di sebelah Amara adalah pria yang dikenalinya.


"Iya, Tante." Aga mengulurkan tangan pada Ibu Rendra.


"Oh... jadi Nak Aga ini calon Nak Amara ya?" Ibu Rendra sejenak berbasa basi sambil menyematkan senyum.


"Iya, Tante. Saya adalah calon suami Amara." Jawab Aga tegas seraya ikut menyematkan senyum.


Deg


Amara tertegun. Tak percaya dengan jawaban yang diberikan Aga.


***

__ADS_1


Sebelum lanjut, jangan lupa like, komen, gift dan votenya dulu ya. Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya shy. Terima kasih🪴


__ADS_2