
"Wah, akhirnya pasangan yang ditunggu sejak tadi datang juga!" Daniel berkelakar melihat Aga dan Amara yang baru saja tiba di meja mereka.
Amara menipiskan bibir. Sementara Aga menarik sebelah sudut bibir mendengar perkataan Daniel.
"Ziko, ayo salim sama Anty." Pinta Naina pada putra kecilnya yang nampak murung.
"Nty..." Ziko mengulurkan tangan mungilnya pada Amara dan dengan cepat disambut oleh Amara. "Kesayangan Anty yang tampan..." Amara mengusap rambut Ziko dengan sayang. Entah mengapa setiap melihat wajah Ziko yang tampan membuatnya semakin jatuh cinta pada keponakannya itu.
Aga pun turut menyalimi Ziko setelah Amara berpindah haluan pada Zeline. Menyalimi Zeline dan tak lupa mengecup kedua pipinya.
"Wah, Anty pasti senang kan bisa pergi berduaan dengan Om Aga." Zeline menggoda dengan berbisik.
Amara melototkan kedua matanya mendengar godaan Zeline kepadanya. Ingin menjawab perkataan Zeline rasanya Amara merasa urung sebab Aga pasti mendengar perkataannya. Akhirnya Amara memilih duduk saja di kursi kosong yang berhadapan dengan Naina dan Daniel.
__ADS_1
"Kalian mau pesan apa?" Tanya Naina setelah memanggil pelayan datang ke meja mereka.
Amara dan Aga melihat menu yang diberikan pelayan pada mereka lalu menyebutkan makanan yang diinginkan mereka. Setelahnya pelayan yang bertugas pun berpamitan pergi.
"Kak Aga, aku dengar pagi ini Kakak datang ke kantor menggunakan motor. Apa itu benar?" Tanya Daniel dengan senyuman smirk tercetak di wajah tampannya.
Aga menganggukkan kepala walau ia tahu tanpa menjawab pun Daniel sudah mengetahuinya. Adik sepupunya itu bertanya hanya untuk mengajaknya bermain drama saja. "Ya. Bagaimana menurutmu?" Tanya Aga seraya menyunggingkan sebelah sudut bibir.
"Keren. Sangking kerennya, Kakak menjadi tranding topik di grup bisnis saat ini." Kelakar Daniel. Ya, apa yang Daniel katakan benar adanya. Di grup bisnis mereka pagi ini tengah heboh dengan kiriman salah satu anggota grup yang memperlihatkan foto Aga sedang memarkirkan motor di perusahaannya.
Aga tersenyum saja. Seakan tidak masalah jika dirinya menjadi topik hangat oleh beberapa orang di dalam grup saat ini.
"Cie, cie, Om Aga pasti ingin membonceng Anty lagi kan makanya mau naik motor." Goda Zeline.
__ADS_1
"Ya. Kau benar sekali princess." Aga mengusap sayang rambut keponakannya yang kini duduk di tengah-tengah dirinya dan Amara.
Kedua pipi Zeline pun lantas merona mendapatkan usapan dari Aga. Pandangan Zeline pun beralih pada Amara yang sedang melototkan kedua mata kepadanya.
"Anty dengar itu. Om Aga mau bonceng Anty lagi loh pakai motor. Pasti Anty senang kan? Dulu kan Anty bilang pada Zel sangat ingin dibonceng Om Aga pakai motor." Ucap Zeline dengan polosnya.
"Kau..." kedua mata Amara semakin melotot mendengar perkataan keponakannya. "Berani-beraninya kau membocorkan rahasia kita!" Amara berucap pelan namun masih dapat terdengar jelas di telinga Aga yang memang duduk dekat dengannya.
"Amara, jadi selama ini kau menginginkan dibonceng menggunakan motor oleh Kakak?" Tanya Aga dengan tatapan lembut.
Mendengar pertanyaan Aga lantas saja membuat jantung Amara berdetak tak normal. Wajahnya yang putih pun kini sudah memerah dan merasa panas akibat menahan rasa malu.
"Iya, Om. Suka Anty tuh dibonceng sama Om. Sampai kebawa mimpi, loh." Beri tahu Zeline mengingat Amara mengigau dalam tidurnya sambil menyebutkan nama Aga.
__ADS_1
***
Sebelum lanjut, jangan lupa like, komen, gift dan votenya dulu ya. Dan jangan lupa follow instagram @shy1210 untuk seputar info karya shy. Terima kasih🪴