Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Penolakan Cakra


__ADS_3

"Aku tidak ingat." Jawab Cakra singkat. Sebab ia memang tidak mengingat dengan jelas siapakah sosok wanita yang ada di depannya saat ini. Terlebih menurut Cakra wanita tersebut tidak lah penting untuk diingat.


Mama Tyas memicingkan kedua kelopak matanya pada Cakra. Sungguh jawaban yang Cakra berikan tidak sesuai dengan yang ia harapkan.


"Ingatanmu ini minim sekali sih Cakra. Padahal dulu Natasha dan ibunya sering bermain ke rumah kita!" Gerutu Mama Tyas pelan.


Cakra memasang wajah acuh sambil mengangkat kedua bahunya. Melihat respon putranya tersebut lantas saja membuat Mama Tyas semakin sebal melihatnya.


"Sudahlah, mungkin kau memang sudah lupa. Sekarang lebih baik salaman dulu dengan Natasha." Ucap Mama Tyas.


Cakra tak langsung mengiyakannya. Ia memilih menatap datar wajah wanita yang bernama Natasha itu lebih dulu seakan menunjukkan rasa tidak ramahnya pada wanita itu.


"Cakra!" Mama Tyas sampai mendorong Cakra agar mendekat pada Natasha.


Merasa sebal dengan tindakan mamanya itu, Cakra akhirnya pasrah kemudian melangkah ke arah Natasha berada.

__ADS_1


"Natasha." Wanita bernama Natasha itu memperkenalkan diri.


Bukannya memperkenalkan dirinya balik pada Natasha, Cakra justru melongos begitu saja kemudian duduk di atas sofa.


Mama Tyas yang melihatnya jadi geram sendiri. Sementara Papa Bayu yang baru saja bergabung dengan mereka hanya bisa diam seakan tidak memihak pada istrinya itu.


Tak ingin rasa sebalnya pada Cakra membuatnya mengabaikan keberadaan Natasha, Mama Tyas memilih segera duduk di sofa kosong yang berada di sebelah Papa Bayu.


Melihat gelagat sang mama yang terlihat semakin aneh saja membuat Cakra yakin jika ada maksud terselubung yang ingin dilakukan sang mama sehingga memintanya untuk datang ke rumah saat ini.


"Aku mau makan dulu. Kebetulan aku belum makan sebelum berangkat ke sini." Ucap Cakra setelah kupingnya terasa panas mendengar suara sang mama yang terus memuji kehebatan Natasha yang sudah memiliki sebuah butik terkenal saat ini.


"Cakra," Mama Tyas hendak protes meminta sang putra untuk tetap diam di posisinya. Namun niat tersebut ia urungkan saat Papa Bayu memberikan kode lewat tatapan matanya agar Mama Tyas diam.


Cakra akhirnya bangkit dari posisi duduk dan berjalan ke arah ruang makan berada. Sambil mengisi perutnya yang kosong, Cakra memanfaatkan waktu lebih lama agar tidak cepat kembali ke ruang keluarga dimana Natasha masih berada di sana.

__ADS_1


"Sebenarnya apa maksud Mama memintaku datang saat ini. Dan kenapa wanita itu diundang Mama datang ke sini juga malam ini?" Gumam Cakra.


Pertanyaan yang bersarang di kepala Cakra pun akhirnya terjawab saat Natasha telah pergi dari kediamannya dan sang mama langsung saja menyatakan niatnya yang ingin menjodohkan Cakra dengan Natasha.


"Apa-apaan ini, Mah. Apa maksud Mama ingin menjodogkan aku dengan dia?" Tanya Cakra dengan wajah tak bersahabat.


"Memangnya apa yang salah, Cakra? Natasha anak yang baik, berkelas pula. Dia sangat cocok dengan dirimu." Jawab Mama Tyas santai.


"Salah. Sangat salah karena aku tidak mau dijodohkan dengannya!" Tekan Cakra.


"Tapi kenapa?" Mama Tyas menatap Cakra tak bersahabat.


"Karena aku sudah memiliki wanita yang akan menjadi calon istriku." Jawab Cakra tegas.


***

__ADS_1


__ADS_2