
"Amara, ayo!" Agatha menarik tangan Amara yang nampak ragu masuk ke dalam klub milik Noah.
"Tapi Gatha. Aku tidak biasa masuk ke tempat seperti ini. Aku taku—" Amara tak melanjutkan perkataannya karena Agatha memotongnya.
"Percayalah kepadaku Amara. Kita aman di sini."
Amara akhirnya pasrah dan melangkah masuk kedalam klub bersama dengan Agatha.
Kedatangan kedua wanita cantik dan seksi tersebut lantas saja membuat para pria yang sedang berkunjung ke klub Noah memusatkan pandangan pada mereka.
"Kau tenang saja. Mereka tidak akan berani mengganggu kita." Bisik Agatha ke telinga Amara.
Amara mengangguk walau tak yakin.
Agatha pun menggenggam tangan Amara melewati banyak pria yang hanya menatap kagum pada mereka tanpa berani menyentuh. Melihat sikap para pria yang dilewatinya masih normal dan sopan membuat Amara akhirnya yakin dengan perkataan Agatha jika mereka akan baik-baik saja di sana.
"Mara, Gatha." Sosok pemilik klub yang tak lain adalah Noah berjalan menghampiri mereka.
"Noah," Amara dan Agatha tersenyum menatap Noah.
"Kalian sudah sampai. Ayo duduk di sana." Noah mengajak keduanya duduk di kursi yang sudah ia asingkan untuk Amara dan Agatha.
__ADS_1
Amara dan Agatha mengangguk lalu melangkah mengikuti Noah.
"Lama tak bertemu kalian semakin cantik saja." Puji Noah setelah duduk di kursi bersama dengan Amara dan Agatha.
"Tentu saja. Jika semakin jelek bukan Amara dan Agatha namanya." Kelakar Agatha.
Noah tertawa mendengarnya.
"Jadi kalian datang ke sini ingin bersenang-senang?" Tanya Noah mengingat pesan yang dikirimkan Agatha tadi.
"Ya. Tapi kami tidak ingin meminum minuman beralkohol. Kau mengerti maksudku bukan?" Tanya Agatha.
"Untuk itu kau tenang saja. Keamanan kalian di sini juga akan aku jamin."
Tak lama berbincang dengan Agatha dan Amara, Noah pun berpamitan untuk pergi menuju ke arah temannya yang baru saja datang.
Noah yang sudah berada tidak jauh dari Agatha dan Amara berada tersenyum menatap sosok yang baru saja masuk ke dalam klubnya seorang diri.
"Kau datang di waktu yang tepat Rendra." Ucap Noah sambil menepuk pundak Rendra.
"Apa maksudmu?" Tanya Rendra tak mengerti.
__ADS_1
"Lihatlah di sana. Pujaan hatimu ada di sini juga." Ucap Noah.
Pandangan Rendra sontak saja tertuju pada kedua gadis cantik yang kini nampak sedang bercerita.
"Amara!" Ucap Rendra dengan kedua mata berbinar. Tanpa menunggu lama, Rendra langsung saja melangkah menghampiri Agatha dan Amara.
Melihat kedatangan Rendra membuat Agatha dan Amara terkejut melihatnya.
"Rendra, kau ke sini juga?" Tanya Agatha dengan mata berbinar.
"Ya, aku baru saja datang. Kebetulan malam ini aku ada janji dengan Noah di sini."
"Wah, kebetulan sekali. Kalau begitu ayo temani kami bersenang-senang di sini!" Seru Agatha.
"Baiklah. Tapi aku tidak ingin kalian jadi mabuk-mabukkan." Pesan Rendra tak ingin kedua sahabat baiknya jadi salah langkah.
"Untuk itu kau tenang saja!" Sahut Agatha sedangkan Amara hanya tersenyum pada Rendra.
Suara dentuman musik yang mulai terdengar cukup keras mengalihkan pandangan Agatha ke sumber suara dimana kini sudah banyak para wanita yang berjoget di lantai dansa.
"Mara, ayo kita joget di sana!" Ajak Agatha.
__ADS_1
Amara yang ragu pun akhirnya mengiyakannya setelah melihat anggukan kepala dari Rendra. Keduanya pun melangkah ke arah lantai dansa dan berjoget bersama wanita yang lainnya.
***