
Sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Agatha yang menyatakan jika Amara sudah lelah dan ingin berhenti berjuang mendapatkan Aga membuat Agatha yang membacanya merasa lemas hingga menghela napas dalam. "Mara, aku tidak bisa lagi memaksamu untuk berjuang. Selama ini kau sudah banyak berjuang namun Kak Aga tidak juga melihatmu sebagai seorang wanita."
Agatha pun mengirimkan pesan balasan pada Amara yang berisi dukungan untuk keputusan yang sudah Amara ambil. Jika sebelumnya Agatha mendukung keras Amara untuk berjuang mendapatkan Aga, kali ini Agatha mendukung Amara untuk berhenti berjuang mendapatkan cinta Aga.
Mengetahui jika sahabatnya kini pasti sedang bersedih dan membutuhkan hiburan untuk menyenangkan hatinya kembali, Agatha pun mengirimkan pesan ajakan pada Amara untuk pergi nanti malam.
Ajakan Agatha pun langsung saja disetujui oleh Amara yang memang membutuhkan hiburan untuk suasana hatinya yang sedang buruk saat ini.
Kegiatan Amara yang sedang berbalas pesan dengan Agatha pun akhirnya terhenti saat menyadari jika Aga sedang berjalan ke arah meja kerjanya saat ini.
Amara mencoba tersenyum menatap wajah pria yang sudah menoreh luka di hatinya. Ia tidak ingin memperlihatkan pada Aga wajahnya yang menyedihkan saat ini.
"Apa kau sudah menyalin hasil rapat kita hari ini ke dalam komputer mu?" Tanya Aga.
Amara mengangguk. "Sudah, Tuan. Saya juga sudah mengirimnya ke email anda."
__ADS_1
"Bagus." Jawab Aga lalu melangkah pergi meninggalkan Amara.
Amara tersenyum kecut setelah kepergian Aga. "Jangan bersedih lagi, Mara. Hidupmu terlalu buruk jika hanya menangisi pria yang tidak pernah menghargai keberadaan mu."
*
Mobil milik Agatha nampak sudah terparkir di depan kediaman Amara malam itu. Mengetahui sahabat baiknya sudah datang menjemputnya, akhirnya Amara pun berpamitan pada ayah dan ibunya yang sedang asik menonton tv untuk pergi.
"Malam ini Mara menginap di apartemen Agatha ya, Bu, Yah." Ucap Amara memberitahu kembali.
Setelah berpamitan pada kedua orang tuanya, akhirnya Amara pun keluar dari dalam rumah menghampiri Agatha di dalam mobilnya.
"Apa kau sudah siap bersenang-senang malam ini Amara?" Tanya Agatha girang.
"Bersenang-senang, maksudnya bagaimana?" Tanya Amara sedikit bingung.
__ADS_1
Agatha tak menjawab. Ia hanya tersenyum kepada Amara lalu melajukan mobilnya menuju toko butiknya berada. Amara yang dibawa pergi ke butik milik Agatha tentu saja dibuat bingung dengan tujuan Agatha membawanya saat ini.
"Ganti bajumu dengan pakaian ini. Kita akan bersenang-senang di klub milik Noah malam ini!" Seru Agatha seraya menyerahkan pakaian seksi pada Amara.
"Apa? Kau ingin membawaku pergi ke tempat hiburan malam? Kau jangan gila, Gatha. Ibu dan Ayah bisa marah jika mereka tahu aku pergi ke tempat seperti itu." Protes Amara.
"Paman dan Bibi tidak akan marah jika mereka tidak mengetahuinya, Mara. Lagi pula kau tenang saja. Klub malam milik Noah terjamin aman untuk kita. Di sana hanya didatangi oleh orang kalangan atas saja dan tidak ada aki-aki tua di sana." Jawab Agatha.
Amara tetap saja ragu dengan ajakan Agatha. Namun setelah mendengar perkataan dari Agatha yang terus berusaha meyakinkannya akhirnya Amara pun luluh juga.
"Baiklah, ayo kita bersenang-senang!" Seru Agatha setelah keduanya berganti pakaian.
"Ayo!" Seru Amara yang sudah terkontaminasi dengan perkataan Agatha.
Keduanya pun akhirnya pergi meninggalkan butik menuju klub seraya tertawa dan bercanda bersama.
__ADS_1
***