Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Diam-diam mau


__ADS_3

"Ini es krimnya, Nona." Amara menerima cone es krim setelah mengambilnya dari tangan penjual. Aga yang berada di sebelahnya pun dengan sigap memberikan selembar uang bewarna biru pada penjual tersebut.


"Tidak ada uang kecil, Tuan? Kebetulan harga es krimnya hanya delapan ribu saja." 


Aga menggelengkan kepalanya. "Tidak ada. Ambil saja kembaliannya untukmu." Jawab Aga.


Wajah penjual es krim nampak terkejut. "Agh, jangan, Tuan. Terlalu banyak kembaliannya." Penjual es krim tersebut nampak sungkan. Ingin mengembalikan uang Aga pun ia tak bisa karena tidak memiliki pecahan uang kecil.


"Tidak masalah. Anggap saja itu rezeki untukmu pagi ini agar bersemangat bekerja." 


Senyuman di wajah penjual es krim terkembang. Ia pun mengucapkan terima kasih pada Aga yang sudah baik mau memberikannya kembalian uang.


Aga mengiyakannya. Kemudian membawa Amara melangkah meninggalkan stand es krim.

__ADS_1


"Kak Aga mau beli makan apa?" Tanya Amara saat keduanya telah melangkah melewati beberapa stand penjual makanan.


"Tidak ada. Aku masih kenyang." 


Amara menjilat es krim yang kini berada di tangannya sebelum menjawab perkataan Aga. "Apa Kak Aga yakin? Jajanan di sini sepertinya enak-enak, loh?"


Agar tak langsung menyahut. Ia melirik ke arah stand makanan yang bisa membuatnya tertarik untuk membelinya. Namun karena dasarnya Aga tidak terlalu suka dengan jajanan, akhirnya Aga tak menentukan pilihan pada makanan apa pun yang dilihatnya.


Amara menggelengkan kepalanya. Ia pun berinisiatif membawa Aga menuju stand yang menujual aneka macam olahan seafood. Tanpa menunggu pendapat Aga, Amara segera mengambil beberapa tusuk olahan seafood dan meletakkannya ke dalam piring.


"Kak Aga memberikan kembaliannya lagi?" Amara terperangah melihat Aga dengan santainya memberikan kembalian uangnya sekitar tiga puluh ribuan pada penjual tersebut. Maklum saja, selain berhati baik, uang segitu bukanlah apa-apa untuk Aga.


"Terima kasih, Tuan. Tunggu sebentar ya mau digoreng dulu!" Ucap penjual dengan wajah sumringah.

__ADS_1


Aga dan Amara mengangguk. Kemudian mencari kursi kosong yang bisa mereka duduki.


"Mau jajan apa lagi?" Tanya Aga. Ia pikir Amara masing ingin membeli makanan untuk ia makan.


Amara melirik ke kiri dan ke kanan. Mencari stand yang menjual minuman. "Kak Aga tunggu di sini saja. Biar aku yang membelinya sendiri." Ucap Amara. Kali ini ia tak ingin dibayarkan lagi oleh Aga. Amara pun segera beranjak dan berjalan ke arah stand penjual minuman setelah sebelumnya menitipkan es krim conenya pada Aga.


Tak menunggu lama, Amara telah kembali dengan membawa dua botol minuman di tangannya. Bersamaan dengan kedatangan Amara, pesanan makanan Amara telah selesai  dimasak dan langsung diberikan pada Amara.


Pandangan Amara kemudian jatuh pada cone es krim yang kini berada di tangan Aga. Amara mengerutkan dahi melihat es krim yang tadinya tinggal setengah kini tinggal conenya saja. Pandangan Amara pun beralih pada mulut Aga yang menyisakan sedikit noda es krim di sudut bibirnya.


"Kenapa?" Aga bertanya dengan wajah tanpa bersalah.


Amara ingin menjawab, namun seketika ia mengurungkan niatnya karena tak ingin membuat Aga menjadi sungkan.

__ADS_1


"Kak Aga memakan es krim bekas aku makan? Yang benar saja?" Amara sedikitnya merasa terkejut dengan aksi diam-diam Aga itu. 


***


__ADS_2