
Amara menatap tajam pada Cakra yang tidak memberitahukan kepadanya jika Aga berdiri di belakang tubuhnya. Yang ditatap Amara pun masih diam dengan ekspresi wajah tak bersalah.
"Kalian sedang membicarakan apa. Kenapa kelihatannya penting sekali?" Tanya Aga walau sebenarnya ia sudah mendengar jelas pembicaraan Amara dan Cakra.
"Kami tidak membahas apa-apa, Tuan." Jawab Amara.
Aga menatap datar wajah Amara yang tengah berbohong kepadanya. "Oh. Kalau begitu lanjutkan kembali pembicaraan kalian. Dan jangan lupa persiapkan dirimu dengan baik untuk keberangkatan kita dua hari lagi." Pesan Aga.
Kedua telapak tangan Amara terasa dingin. Ia menduga jika Aga mendengar pembicaraannya dan Cakra tadi sehingga berkata demikian.
"Baik, Tuan." Jawabnya dengan wajah tenang menyamarkan rasa gugup.
Cakra menahan tawa melihat wajah tenang Amara. Kemudian pria itu pun melangkah melewati Amara mengikuti langkah Aga.
"Dasar Tuan Cakra tidak punya perasaan. Kenapa dia tidak bilang kalau Tuan Aga berdiri di belakangku sejak tadi. Tuan Aga pasti mendengarkan pembicaraan kami tadi!" Gerutu Amara.
__ADS_1
*
Waktu keberangkatan Amara dan Aga ke kota B akhirnya tiba. Pagi-pagi sekali, Amara sudah dibuat bingung melihat pesan masuk dari Aga yang menyatakan jika pagi ini Aga akan datang ke rumahnya untuk menjemputnya.
"Kenapa Kak Aga mau datang menjemput ku? Apa maksudnya dia dan Kak Anjani akan datang berdua untuk menjemput ku?" Amara bergumam pelan. Yang ada di dalam pemikirannya saat ini pasti pagi ini ia akan berangkat ke luar kota bersama Aga dan Anjani menggunakan mobil yang sama.
Setelah membalas pesan dari Aga, Amara kembali melanjutkan kegiatannya bersiap-siap untuk pergi. Setelah memastikan semua barang yang akan ia bawa sudah masuk ke dalam koper dan penampilannya sudah cantik paripurna, Amara langsung saja keluar dari dalam kamarnya sambil menarik koper miliknya.
"Ayo sarapan dulu, Mara." Ajak Bu Fatma yang sedang menghidangkan sarapan pagi di atas meja.
Mengerti jika Amara sebentar lagi akan berangkat ke luar kota, Bu Fatma dan Ayah Arif langsung saja mengajak Amara untuk sarapan pagi bersama.
*
Suara klakson mobil yang terdengar dari depan rumah menghentikan kegiatan Amara yang sedang menyuapkan nasi ke dalam mulutnya. "Itu pasti mobil Kak Aga." Ucap Amara pelan.
__ADS_1
"Mara, mobil siapa itu ya?" Tanya Bu Fatma yang ikut menghentikan kegiatannya menyuapkan nasi ke dalam mulutnya.
"Sepertinya mobil Kak Aga, Bu."
"Loh, Aga menjemput ke sini?" Wajah Bu Fatma nampak bingung. Karena ia berpikir jika Amara akan bertemu dengan Aga di perusahaan Aga.
"Iya, Bu. Kalau begitu Mara ke depan dulu, Bu, Yah." Pamit Amara merasa tidak enak membiarkan Aga menunggunya terlalu lama di depan rumah. Terlebih kini sudah terdengar suara Aga mengucapkan salam di depan rumah.
Setelah membuka pintu rumah, Amara dibuat bingung karena hanya melihat sosok Aga tanpa Anjani. "Loh, Kak Anjani mana?" Tanya Amara refleks bertanya tentang keberadaan Anjani.
"Anjani, kenapa kau bertanya keberadaannya?" Aga balik bertanya.
"Bukannya pagi ini kita akan pergi ke kota B bersama Kak Anjani?" Tanya Amara bingung.
"Ya. Anjani memang pergi ke kota B hari ini juga namun tidak menggunakan mobil yang sama dengan kita. Kau dan aku hanya pergi berdua menggunakan mobilku."
__ADS_1
***