Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Anty Jangan Bersedih


__ADS_3

Amara menatap wajah keponakan dengan sendu. Entah mengapa ia tidak dapat menyembunyikan kesedihan yang sedang ia rasakan pada Zeline. Ditatapnya wajah Zeline dengan genangan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya.


"Anty..." suara Zeline terdengar memelan.


Amara tak kuasa membendung air matanya hingga akhirnya tumpah ruah. Dipeluknya tubuh Zeline erat-erat seolah menyalurkan rasa sedih yang ia rasakan saat ini.


Seolah mengerti jika saat ini Amara membutuhkan kekuatan darinya, Zeline pun membalas pelukan Amara dengan melingkarkan kedua tangan mungilnya di pinggang Amara.


"Anty jangan menangis. Zel jadi sedih kalau Anty menangis begini." Cicit Zel di dalam pelukan Amara.


"Anty sedih, Zel. Sungguh sedih. Hati Anty sakit..." Amara mengadu.


"Kenapa Anty bersedih? Hal apa yang membuat Anty sedih?" Tanya Zeline.


Amara tak melepaskan pelukannya untuk menjawab pertanyaan Zeline. Ia justru semakin memeluk erat tubuh keponakannya.


"Anty patah hati Zel. Pria yang sedang dekat dengan Anty saat ini akan menikah dengan wanita lain."


"Apa? Maksud Anty Om Rendra akan menikah?" Tanya Zeline memperjelas.

__ADS_1


Amara mengangguk sambil memeluk keponakannya itu. Kemudian ia pun melepaskan pelukannya setelah menyadari Zel merasa sesak. Sebelah tangannya pun terangkat mengusap sudut matanya yang basah.


"Om Rendra mau menikah dengan siapa Anty?" Tanya Zeline penasaran.


Air mata Amara kembali mengalir mendengar pertanyaan Zeline. "Anty tidak mengenalnya, Zel. Yang jelas wanita itu bukanlah Anty."


Zel mengangguk-angguk paham. "Sudahlah, Anty jangan menangis lagi. Dari awal Zel kan sudah bilang kalau Anty tidak cocok dengan Om Rendra. Cocoknya dengan Om Aga saja." Ucap Zel layaknya orang dewasa.


Amara mencubit gemas kedua pipi keponakannnya itu. "Dasar centil. Anty ini sedang serius. Kenapa kau membawa orang lain dalam percakapan kita!"


"Karena Om Aga memang harus dibawa dalam percakapan kita Anty. Dari awal Zel itu sukanya Anty sama Om Aga saja. Om Aga sudah jelas menyayangi Zel sedangkan Om Rendra Zel tak tahu apa dia sayang juga pada Zel atau tidak."


Amara menatap malas wajah keponakannya itu. Kesedihan yang ia rasakan perlahan hilang setelah mendengar jawaban Zel.


"Ck. Anak kecil sepertimu tahu apa sih tentang jodoh!" Merasa semakin gemas, Amara pun kembali mencubit kedua pipi Zeline hingga membuat Zeline jadi meringis.


"Sakit Anty tuh!" Pekik Zeline.


"Husttt..." Amara menaruh jari telunjuk di bibir menyiratkan agar Zel diam.

__ADS_1


Wajah Zel pun cemberut karena merasa kedua pipinya sakit.


"Amara, Zeline, ada apa?" Suara Ibu terdengar memanggil dari luar.


Tidak ingin membuat sang ibu jadi curiga, Amara segera menyahut. "Tidak apa-apa, Bu. Lanjutkan saja menontonnya." Jawabnya sedikit berteriak.


"Tidak apa-apa bagaimana, ini pipi Zel sakit tau!" Gerutu Zeline.


Amara tertawa-tawa kemudian memeluk kembali tubuh mungil keponakannya. "Anty benar-benar sedih, Zel." Lirihnya sambil memeluk Zel.


"Zel juga sedih lihat Anty sedih begini." Sahut Zel.


Amara tersenyum mendengarnya.


"Anty jangan bersedih lagi, ya." Zel mengusap-usap punggung Amara. Karena ikut merasakan kesedihan Amara saat ini, tanpa terasa setetes air mata pun jatuh membasahi pipi Zel.


"Hey, kau menangis centil?" Amara tertawa setelah melihat Zeline ikut menangis seperti dirinya.


"Tidak, Zel tidak nangis!" Jawab Zeline tanpa menyadari kedua pipinya sudah basah saat ini.

__ADS_1


***


Follow instagram @shy1210 ya untuk sepurta info karya🤗


__ADS_2