Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Gosip Terkini


__ADS_3

Cakra merutuki sikap yang sudah ia tunjukkan tadi saat bertemu dengan Sisil. Entah dorongan dari mana ia sampai berhenti di hadapan Sisil yang sedang bekerja.


"Dia pasti bingung dengan sikapku tadi!" Gumam Cakra. Sungguh tidak dapat ia bayangkan jika Sisil berpikiran yang tidak-tidak kepadanya karena sikap anehnya tadi. "Sudahlah, tidak perlu dipikirkan. Apa pun pendapatnya tentang sikapku tadi, itu bukan urusanku!" Ucap Cakra mendustai apa yang tengah ia rasakan saat ini. Sungguh, apa yang baru saja keluar dari dalam mulutnya saat ini sangat tidak sesuai dengan apa yang ada di hatinya.


Ting!


Pintu lift terbuka. Cakra segera melangkahkan kaki jenjangnya keluar dari dalam lift menuju ruangan kerjanya berada.


Tak berselang lama, pintu lift yang berbeda pun terbuka dan memperlihatkan sosok Amara di sana. Amara melangkahkan kaki keluar dari dalam lift sambil menebak-nebak apa yang sudah terjadi di antara Cakra dan Sisil yang tidak diketahui olehnya.


"Mulai deh penyakit kepoku ini kambuh lagi!" Gerutu Amara pada dirinya sendiri. Belum hilang rasa sakit di kepalanya karena mengurus berkas pernikahannya dengan Aga, kini ia kembali dipusingkan dengan hubungan Sisil dan Cakra.

__ADS_1


Tak ingin terlalu memikirkan hubungan Cakra dan Sisil lagi, Amara yang sudah mendaratkan bokong di kursi kerjanya mencoba fokus untuk memulai pekerjaannya. Untuk urusan Sisil dan Cakra, ia akan mencaritahunya nanti.


Baru beberapa menit Amara mencoba fokus pada pekerjaannya, konsentrasi Amara malah buyar melihat kedatangan Aga. Amara yang sudah tidak sabar untuk memberitahu Aga tentang apa yang dilihatnya tadi meminta Aga untuk mendekat ke meja kerjanya.


"Ada apa, Mara?" Tanya Aga menatap Amara yang nampak ingin mengatakan sesuatu kepadanya.


Amara melirik ke kiri dan ke kanan lebih dulu. Memastikan jika tidak ada yang bisa mendengar percakapannya dengan Aga terlebih Cakra.


Setelah memastikan situasi aman, Amara meminta Aga mendekatkan wajah kepadanya. Mendengar permintaan Amara, membuat Aga semakin bingung dengan maksud dan tujuan Amara saat ini.


Aga segera menjauhkan wajahnya dari Amara setelah mendengar cerita dari Amara. "Oh begitu..." Aga menjawab singkat. Seakan tidak terlalu peduli dengan cerita Amara.

__ADS_1


"Kak Aga!" Amara menatap wajah Aga berang. Sebal sekali dirinya sudah susah payah memberitahukan informasi terkini pada Aga tapi Aga hanya meresponnya dengan santai.


"Kenapa?" Aga menarik sebelah alis tebalnya ke atas melihat kekesalan di wajah Amara saat ini.


"Kak Aga tau gak kalau Kak Aga itu sangat tidak asik. Masa Mara ajak bercerita Kakak jawabnya sesingkat itu!" Gerutunya.


Aga mengulas senyum tipis. "Jangan marah begitu. Dari pada memikirkan hubungan mereka, lebih baik kau memikirkan hubungan kita saja. Masih banyak hal yang harus kita urus untuk pernikahan kita nanti." Saran Aga.


Amara terdiam. Mencerna perkataan Aga yang sepertinya benar juga.


"Iya juga ya. Masih banyak yang harus aku pikirkan dibanding memikirkan urusan Tuan Cakra dan Sisil. Aku bahkan belum mempelajari buku tentang tata cara memuaskan suami setelah menikah dari Kak Naina dan Agatha." Gumam Amara sambil mengingat beberapa tugasnya yang belum selesai.

__ADS_1


***


***


__ADS_2