Jadikan Aku Pengganti Dirinya

Jadikan Aku Pengganti Dirinya
Memutuskan Untuk Berhenti


__ADS_3

Amara mencoba menahan genangan air mata yang sudah menumpuk di pelupuk matanya agar tidak tumpah selama menatap interaksi Aga dan Anjani. Setelah mempersilahkan Anjani duduk di kursi yang sudah disediakan, Amara pun meminta izin sejenak untuk membuang hajatnya ke kamar mandi.


Setelah masuk ke dalam kamar mandi, Amara langsung saja menumpahkan air mata yang sejak tadi ia tahan. Mengingat waktu pertemuan akan di mulai, Amara pun buru-buru mengusap wajahnya yang basah dengan tisu dan mengatur napas agar rileks.


"Kau tidak boleh terlihat lemah, Amara. Kau adalah wanita kuat." Ucap Amara menguatkan dirinya. Setelah yakin wajahnya sudah nampak segar dan ceria kembali, Amara pun segera keluar dari dalam kamar mandi dan kembali ke ruangan rapat berada.

__ADS_1


Setelah masuk ke dalam ruangan rapat, Amara langsung saja membuka acara pertemuan mereka kali ini. Karena saat ini ia tidak memiliki materi yang akan dijabarkan pada Anjani, jadilah Amara mempersilahkan Aga yang membahas lebih dulu pertemuan mereka kali ini.


Dan selama rapat berlangsung, Amara dapat melihat dengan jelas jika Anjani bukan fokus mendengarkan penjelasan Aga tentang tujuan pertemuan mereka kali ini justru fokus menatap wajah Aga.


Hampir setengah jam memaparkan kelebihan dan kekurangan proyek kerja sama mereka yang sudah berlangsung, Aga dan Anjani pun saling berdiskusi mengemukakan pendapat masing-masing. Amara yang hanya bertugas menjadi pendengar pun mencatat apa saja hal penting yang dikatakan oleh Aga dan Anjani.

__ADS_1


Amara mengusap setetes air mata yang kembali jatuh membasahi pipinya. "Rasanya sakit sekali. Sudah berbulan-bulan aku berjuang mengejar cinta Kak Aga namun Kak Aga tidak pernah menghiraukan keberadaan ku. Sementara dengan wanita itu, baru satu bulan dia berada di kota ini namun dia sudah berhasil mengambil seluruh perhatian Kak Aga.


Setelah duduk di kursi kerjanya, Amara memikirkan hidupnya yang terasa menyedihkan setelah ia menyatakan cinta pada Aga. "Apa sudah saatnya aku berhenti. Perjuanganku tidak ternilai dan perasaanku tidak dihargai. Kak Aga tahu jika aku mencintainya namun dia bersikap semanis itu dengan wanita lain di hadapanku." Gumam Amara.


Sesaat kemudian Amara pun tersadar dengan statusnya saat ini. "Mara, Mara. Harusnya kau itu sadar diri. Siapa dirimu di mata Kak Aga. Kau hanya dianggap sebagai angin lalu dan kasta kalian sangat berbeda. Kak Aga bagaikan langit dan bumi jika bersamamu. Sementara dengan Kak Anjani, mereka berdua seimbang."

__ADS_1


Amara yang sudah sadar dengan apa yang terjadi pun mencoba menguatkan hatinya untuk tidak lagi bersedih dan melanjutkan hidupnya dengan baik. "Kau tidak boleh menjadi wanita yang lemah hanya karena cinta. Kau harus kembali menjadi Amara yang kuat dan ceria. Lelaki di dunia ini bukan hanya Kak Aga saja. Jika Kak Aga tidak ditakdirkan untukmu maka ada pria lain yang lebih baik dan bisa menghargai mu yang akan menjadi jodohmu. Ingat Amara, kau sudah berjuang sejauh ini dan perjuanganmu tidak dihargai."


__ADS_2